Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Kasus Dinas Kesehatan Madina Diadukan Saja ke KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
  • print Cetak
Korupsi Dinas Kesehatan grafis

Korupsi Dinas Kesehatan grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina mengadukan kasus di Dinas Kesehatan Mandailing Natal ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan itu disampaikan sejumlah warga kepada Mandailing Online, Kamis (14/7/2017). “Apabila  penanganan kasus-kasus Dinas Kesehatan ini mentok di Kejaksaan Agung, maka kita mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina melanjutkan pengaduan itu ke KPK saja,” kata Marohan Tondi Hasibuan di pasar lama Panyabungan.

“Iya, saya juga minta Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa ke KPK saja, soalnya lama kali pun kultengok gerakan kejaksaan ini,” ujar Bajora Lubis yang berada di samping Marohan Tondi Hasibuan.

Menurut keduanya, kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Madina lebih cocok diadukan ke KPK, karena jumlah yang diduga dikorupsikan totalnya mencapai lebih dari 1 milyar rupiah atau di atas standar minimal yang ditetapkan agar memenuhi syarat masuk dalam penanganan KPK.

Di kesempatan berbeda, Mulhan Lubis yang juga warga Panyabungan meminta agar Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa kasus itu ke KPK. Dia menduga, lambannya gerakan Kejaksaan Agung menangani kasus-kasus di Dinas kesehatan Madina dikhawatirkan karena sudah “masuk angin” alias sudah ada oknum di Kejakasaan Agung yang mendapat dana sogok dari oknum di Pemkab Madina.

“Aku malah khawatir kasus ini sudah lapan enam alias sudah kena sogok bapak-bapak yang di Jakarta itu. Taulah, ini Indonesia, Ipar. Semua bisa aman dengan uang,” kata Mulhan.

Aliansi Rakyat Peduli Madina pada Senin, 23 Mei 2016 yang lalu mengadukan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, dengan perkiraan kerugian negara Rp7,3 Miliar.

Sejumlah berkas diserakan dalam pengaduan itu. ARPM meminta Kejaksaan Agung untuk memeriksa dan meneliti dalam lima point:

Yang pertama, dugaan tindak pidana korupsi pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas Rp2,48 miliar. Terjadi pemborosan pada kegiatan dan perencanaan, tetapi tersusun rapi dalam administrasi, karena kerja sama dengan kepala-kepala Puskemas.

Yang kedua, pengadaan alat pengolahan limbah padat senilai Rp1 Miliar. Aliansi Rakyat Peduli Madina telah mengecek berulang kali alamat perusahaan yang dimaksud di Jakarta, tetapi tetap tidak jelas. Alamatnya ada, tetapi bukan kantor perusahaan yang dimaksud. Yang satu lagi berupa alamat perumahan, tetapi pemilik rumah mengatakan bahwa tempat itu bukan kantor perusahaan tersebut.

Pembayaran gaji atau honor bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga dilibas 50 persen, sehingga merugikan Negara Rp2,7 miliar. Pelaksanaan di Kabupaten Mandailing Natal setidaknya menyalahi tiga hal: pemotongan, prosedur tidak sesuai dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, dan penyaluran honor tidak sesuai dengan nama-nama bidan PTT yang ada.

Yang keempat soal pembelian 4 unit ambulans ke Puskesmas yang tidak sesuai dengan RUP, tidak memenuhi standar minimum kendaraan yang dibutuhkan. Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal merugikan Negara Rp1,4 miliar.

Yang terakhir, soal aliran anggaran ke puskemas pembantu (pustu). Aliansi Rakyat Peduli Madina mencurigai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal memark up harga peralatan puskesmas pembantu, sehingga merugikan Negara Rp800 juta.

Sejau ini, sudah tiga kali pihak Aliansi rakyat Peduli Madina mendatangi Kejakasaan Agung dan mendasaknya untuk mem-folow up dugaan tindak pidana korupsi Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal itu.

Kedatangan kali terakhir pada Selasa (22/6/2016). Di kesempatan itu, Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Kejaksaan Agung, Firmansyah,SH kepada pengurus Aliansi Rakyat Peduli Madina menyatakan, penyidikan atas dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal hanya persoalan waktu .

“Tidak mungkin kami lanjutkan ke Jamintel dan Jampidsus, kalau berkasnya tidak layak kami ajukan,” katanya seperti dikutip Ardian dari Rakyat Peduli Madina.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Aliansi Rakyat Peduli Madina

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecat Anggota DPRD Amoral!

    Pecat Anggota DPRD Amoral!

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kasus dugaan amoral oknum anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) BEH terus bergulir. Masyarakat 14 desa Daerah Pemilihan Madina (Dapem) IV mengadukan BEH ke Badan Kehormatan DPRD Madina dan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Masyarakat menuntut pemberhantian BEH dari anggota DPRD Madina. Selain masyarakat, pengaduan juga dilayangkan tiga […]

  • Peduli Gerakan Hemat Energi Melalui Earth Hour

    Peduli Gerakan Hemat Energi Melalui Earth Hour

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Medan (Mandailing Online) – Seluruh karyawan AGN dan AGP di unit-unit usaha di seluruh pelosok Indonesia kembali membuktikan komitmennya mengubah gaya hidup hemat energi pada peringatan Earth Hour 2017. Kegiatan ini dimulai dengan pemadaman listrik serentak di seluruh unit usaha Artha Graha selama satu jam, dari pukul 20:30 – 21:30 WIB (25/3/2017) dan diiringi paduan […]

  • Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    JAKARTA, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wijaya Corruption Watch (WCW) Provinsi Sumatera Utara, akan kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (5/8). Langkah tersebut ditempuh untuk menyampaikan sejumlah bukti tambahan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Sibolga. “Untuk yang keenam kalinya mungkin Senin (5/8) kita akan kembali mendatangi KPK. Kita […]

  • Direktur MATA Optimis Kejaksaan dan Polisi Pelajari Dugaan Kecurangan Rekrutmen PPPK Madina

    Direktur MATA Optimis Kejaksaan dan Polisi Pelajari Dugaan Kecurangan Rekrutmen PPPK Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online )- Direktur MATA Pelayanan Publik Abyadi Siregar, optimis pihak kepolisian atau kejaksaan Mandailing Natal (Madina) sedang mempelajari kasus dugaan kecurangan rekrutmen calon PPPK di daerah tersebut. Apalagi persoalan hukum ini sudah viral beberapa hari terakhir. “Sebagai penegak hukum yang profesional, kepolisian atau kejaksaan pastilah merespon dan mengatensi setiap isu-isu kasus hukum […]

  • Akhirnya Harimau Peneror Manusia Ditangkap

    Akhirnya Harimau Peneror Manusia Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 4 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga Desa Hatupangan dan Desa Bangkelang Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal akhirya berhasil menangkap seekor harimau Sumatera, Minggu (4/3/2018). Penangkapan ini mengakhiri teror harimau yang menghantui warga kawasan Batang Natal sebulan terakhir. Harimau itu sempat menerkam seorang warga Hutapangan bernama Arkat pada pertengahan Pebruari lalu di kawasan hutan dan […]

  • Acara Penyerahan SK 196 CPNS Pemkab Tapsel

    Acara Penyerahan SK 196 CPNS Pemkab Tapsel

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jadilah Aparatur Berbakti SIDIMPUAN- Sebanyak 196 CPNS Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) formasi 2010 menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Jumat (6/5). Bupati menyampaikan, sebagai aparatur penyelenggara negara, CPNS penerima SK jangan menjadi PNS untuk mencari status ataupun gagah-gagahan, tapi jadilah aparatur yang berbakti untuk memberhasilkan pembangunan nasional. Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu menyampaikan harapan masyarakat […]

expand_less