Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah ibu-ibu di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sepakat memilih perempuan pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten ini. Bagi mereka, perempuan lebih peka dan mengerti keadaan kaum hawa.

Hotmaida Hasibuan, salah satu warga Desa Hutapuli, yang diwawancarai seputar pilihan pada Pilkada ini mengaku akan memilih Atika Azmi Utammi Nasution. “Saya pasti pilih perempuan,” katanya, Rabu (9/10/2024).

Dia mengatakan lebih mudah mengadu dan bercerita kepada sesama perempuan dibandingkan laki-laki. “Saroha ilala dabo pala tu adaboru mangadu,” sebutnya.

Kalimat itu bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia bermakna, lebih leluasa mengadu kepada perempuan. Tidak ada sekat dan rasa sungkan.

Pendapat Hotmaida itu diamini ibu-ibu lain yang turut hadir di lokasi. Mereka sependapat bahwa perempuan lebih mengerti kebutuhan masyarakat, terutama kaum ibu.

Siti Robiah Hasibuan, warga lain, mengaku juga akan memilih Atika Azmi Utammi pada Pilkada ini. Baginya, mendukung dan memilih perempuan adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar. “Anggo adong do adaboru i do ipili. Inda na lain,” tegasnya.

Penegasan tetsebut bermakna kalau ada calon perempuan pasti saya pilih. Bukan yang lain.

Siti Robiah yang membuka warung sebagai upaya mencari nafkah ini mengatakan tidak masalah apabila tim pemenangan paslon Saipullah-Atika (SAHATA) menempel atau memajang alat peraga kampanye di warung miliknya. “Jop roangku i (aku pasti senang),” tuturnya.

Ketika disampaikan bahwa Atika bukan calon bupati, para ibu ini tidak terpengaruh. Bagi mereka, memilih perempuan seperti sebuah keharusan. “Pak Saipullah i, naro mangaji tu Hutaraja natuarii dei, kan? Anggo ido pasanganna sahata mei,” kata salah satu di antara mereka memastikan.

Pak Saipullah itu yang kemarin datang ke pangajian di Desa Hutaraja, kan? Kalau itu pasangannya, kami pun sepakat. Demikian terjemahan kalimat tersebut.

Hotmaida langsung membuktikan ucapannya. Setelah Atika menyerahkan santunan kepada anak yatim di desa itu, Hotmaida mendekat dan menyampaikan keluhan kesulitan air bersih di desanya kepada wakil bupati Madina yang sedang cuti kampanye itu. Terlihat tidak ada rasa ragu dan sungkan.

Untuk diketahui, Atika Azmi Utammi satu-satunya calon perempuan. Dia berpasangan dengan mantan birokrat yang malang melintang di Bea Cukai Saipullah Nasution. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Hari Terlantar di Jakarta, 15 Mahasiswa Sumut Tiba

    Dua Hari Terlantar di Jakarta, 15 Mahasiswa Sumut Tiba

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah beberapa hari tidak bisa berkomunikasi akibat krisis politik di Mesir, akhirnya Hafizah Siregar berhasil dievakuasi pemerintah dan dikembalikan ke Medan, Jumat (4/2). Setelah diwawancarai wartawan, mahasiswi fakultas Agama Islam itu langsung pulang keluarganya pulang ke rumah di Jalan Genteng Ujung Gang Keluarga No 9 Delitua, Deli Serdang. Diapari Siregar (46) orangtua dari Hafizah Siregar […]

  • Kadispora Apresiasi Pendapat Masyarakat Tentang Turnamen Mobile Legends

    Kadispora Apresiasi Pendapat Masyarakat Tentang Turnamen Mobile Legends

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemuda dan Olahrga Kabupaten Mandailing Natal, Rahmat Hidayat mengapresiasi dan menghormati pro kontra rakyat seputar rencana turnamen eSport Mobile Legends. Itu dikatakan Rahmad dalam rilis pers yang diterima Mandailing Online, Sabtu (23/4/2022). Setidaknya terdapat tiga poin yang disampaikan Rahmat tentang eSport itu. Pertama, kata Rahmat, bahwa terhadap seluruh masyarakat […]

  • PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bendahara: Itu Bentuk Uang Terimakasih PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PC PMII Madina meminta dan mendesak Kejaksaan dan juga Polres Madina memeriksa secepatnya Bendahara Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina). Desakan itu terkait adanya dugaan pemotongan sebesar 20 % per Puskesmas terhadap dana BOK Tahun 2014 sebesar sekitar 2,1 milyar rupiah. “Berdasarkan data […]

  • Timur Pradopo Janji Berantas Preman dan Judi

    Timur Pradopo Janji Berantas Preman dan Judi

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon Kapolri, Komisaris Jenderal Timur Pradopo, memaparkan prioritas program kerjanya jika kelak terpilih sebagai Kapolri. Salah satu prioritas Timur adalah pemberantasan para preman. “Meningkatkan pemberantasan preman, kejahatan jalanan, perjudian, narkoba, illegal logging (pembalakan liar), illegal fishing (pencurian ikan), illegal mining (tambang liar), human trafficking (perdagangan manusia), dan korupsi,” kata Timur saat uji kepatutan dan kelayakan […]

  • Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kini MSL yang diduga pemilik akun “Tuanku Syarif” di Facebook, sudah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) alias dicari polisi, karena dia dituduh menghina Dahlan Hasan Nasution, bupati Madina, di facebook. Status DPO itu tertuang dalam surat Polres Madina Nomor B/94/X/2015/Reskrim tanggal 22 Oktober 2015 tentang Perkembangan Hasil Penyidikan yang ditantandangani […]

  • Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: KH M. Shiddiq Al-Jawi Neoliberalisme adalah perkembangan mutakhir ideologi kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam perekonomian dan menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar. Adapun neoimperialisme adalah penjajahan gaya baru, yakni penjajahan yang tidak lagi menggunakan militer sebagai instrumen dominasinya, melainkan instrumen dominasi lainnya seperti politik, ekonomi dan budaya. Neoliberalisme mulai diterapkan bagi publik secara […]

expand_less