Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

Aksi unjuk rasa aliansi masyarakat desa tabuyung ke kantor bupati madina rabu 5/11/2025( farel )

MADINA-Mandailing Online : Aneh, gelombang demo terkait perkebunan diwilayah  Pantai Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara muncul drastis disaat Bupati Saipullah Nasution menjadi Bupati. Dua pekan trakhir sejumlah aliansi mendatangi Kantor DPRD Madina dan Kantor Bupati. Mulai dari Masyarakat dari Kecamatan Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang gadis serta Rantobaek bahkan kalangan mahasiswa seolah agenda ini terstruktur dan ada yang desain.

Rata rata tuntutan masyarakat menyangkut hak plasma yang belum terealisasi sebanyak 20 persen sesuai peraturan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, kepada wartawan Bupati Saipullah Nasution pun tidak mau berandai andai karena bupati sebagai pasilitator.

” saya tidak mau berandai andai, pak bupati kan pasilitator dan pembina. Setiap orang mengajukan aspirasi ya silahkan saja,” kata Saipullah

Ia mengaku bahwa setiap aksi masalah perkebunan selalu mendapat informasi siapa dibelakangnya

“bahkan tiap malam ada info lewat aplikasi Whats App ke saja siapa dibelakangnya disetiap aksi. Artinya kita positif tingking saja. Setiap masalah yang diajukan ke kita, kita akan liat data yang ada dan apabila data itu tidak sama kita akan pertemukan maayarakat/ koperasi dengan perusahaan,” jelas Bupati.

Hari ini saja 5/11/2025 Pendemo yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Tabuyung Bersatu berunjuk rasa di Kantor Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Mereka meminta Pemda Madina segera selesaikan persoalan perkebunan antara PT Dinamika Inti Sentosa ( DIS ) dengan masyarakat Tabuyung terkait kewajiban plasma perusahaan sebesar 20 persen dari Hak Guna Usaha ( HGU ) yang didapat perusahaan.

Para pengunjuk rasa yang didominasi kaum perempuan itu berorasi didepan pintu masuk kantor bupati. Kordinator Aksi Mahadir Muhammad dalam orasinya meminta Bupati Saipullah Nasution menjembatani persoalan hak plasma masyarakat yang belum di berikan peeusahaan perkebunan kelapa sawit PT.DIS yang beroperaai di wilayah mereka.

Ada 3 poin tuntutan pendemo kata Mahadir Muhammad salaku kordinator aksi yakni PT DIS (Dinamika Inti Sentosa) tidak memenuhi kewajiban nya pada Masyarakat Desa Tabuyung terkait pemenuhan hak plasma 20%. sesuai dengan undang undang perkebunan.

Selain itu, poin ke 2 (Dua) meminta Bupati Madina Saipullah Nasution meninjau ulang SK Bupati nomor 525/487/K/2010 karena tidak sesuai dengan izin lokasi perkebunan dengan peruntukan plasma kepada desa lain, dan yang ke 3 meminta Bupati Madina memfasilitasi secara langsung audensi Aliansi Masyarakat Desa Tabuyung dengan PT DIS dalam hal izin dan legalitas perusahaan.

Aksi massa itu pun berakhir di ruang Asisten II. Bupati menerima langsung pengunjuk rasa. Diakhir pertemuan bupati Saipullah Nasution meminta masyarakat bersabar karena Pemda akan bekerja. Apbila nanti data yang diberikan masyarakat dan yang dimiliki Pemda tidak sama dan keputusan tidak dirasa masyarakat berterima, maka masyarakat disarankan melaporkan persoalan ke ranah hukum baik lewat PTUN atau Perdata dan pemerintah menyiapkan penasehat hukum nya.

Setelah mendapat jawaban dari Bupati, pengunjuk rasapun membubarkan diri dan meminta peetemuan itu di notulenkan. ( napi, Fikri )

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemerdekan Diraih Dengan Nyawa dan Air Mata

    Kemerdekan Diraih Dengan Nyawa dan Air Mata

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu harus dengan pembangunan di segala bidang kehidupan serta mewujudkan adil dan makmur yang merata material dan spritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia penuh dengan gelimang darah dan air mata, ribuan jiwa wafat untuk meraih, mempertahankan dan membela kemerdekaan dan bendera merah putih. […]

  • Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun. Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik […]

  • 30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Indonesia masih kekurangan listrik. Sedikitnya 30 persen rakyat Indonesia saat ini belum menikmati listrik. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran. Meski menolak dikatakan krisis, namun dia mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan energi. “Banyak daerah yang dipotret betul oleh DEN, masih banyak kekurangan,” katanya. […]

  • UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    UMK 22 Kabupaten/Kota Sudah Diteken Gubsu, Madina Belum Ada?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2022 untuk 22 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, telah ditandatangani Gubernur Edy Rahmayadi. UMK tersebut merupakan usulan bupati dan wali kota, yang sebelumnya telah melalui pembahasan di tingkat dewan pengupahan kabupaten/kota masing-masing. “UMK 2022 untuk 22 daerah sudah ditandatangani Pak Gubernur,” ujar Kadis Tenaga Kerja Sumut, […]

  • ASN Madina Gugat Sanksi Bupati ke Ombudsman dan BKN, Nilai Prosedur Cacat Hukum

    ASN Madina Gugat Sanksi Bupati ke Ombudsman dan BKN, Nilai Prosedur Cacat Hukum

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online  – Tak terima didemosi jadi staf pelaksana, Rahmad Daulay, ST, seorang ASN Pemkab Mandailing Natal / mantan Kepala Inspektorat melawan. Ia resmi mengadukan Bupati Madina ke Ombudsman Sumut dan BKN. Alasannya sanksi dinilai cacat prosedur dan salah aturan. Rahmad Daulay pada Mandailing Online Senin 27/4/2026 mengirimkan kronologis kejadian.  Kasus sendiri bermula 29 Oktober […]

  • LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu Madina nomor 098/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 perihal pelanggaran administratif Paslon nomor urut 2, Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) , Senin (25/11/2024). Dalam menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu, KPU Madina mengeluarkan jawaban dengan nomor surat 1512/PL.03.3-SD/1213/2/2024. Poin ketiga nomor tiga […]

expand_less