Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kecurangan CPNS di Medan Diadukan ke KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN : Lembaga Bantuan Hukum Medan mengadukan dugaan kecurangan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Surat bernomor 014/LBH/S/I/2011 itu ditujukan langsung kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Busyro Muqoddas, kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono di Medan, Senin.

Menurut dia, surat pengaduan dugaan kecurangan itu juga disampaikan ke Gubernur, Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumut. Bahkan, ditembuskan juga ke-33 Pemkab/Pemko di Sumut,” kata Nuriyono didampingi Wakil Direktur LBH Medan Muslim Muis.

Ia mengatakan, pengaduan itu berawal dari adanya laporan dari sejumlah peserta penerimaan CPNS formasi 2010, baik di lingkungan Pemprov maupun Pemkab/Pemko di Sumut.

Dalam laporan yang kini diadvokasi LBH Medan, peserta penerimaan menduga adanya praktik kecurangan dalam proses itu seperti dilihat dari tanggapan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat yang disampaikan melalui sejumlah media massa.

Praktik kecurangan itu diduga dilakukan dengan cara menukar nama CPNS yang lulus tetapi digantikan dengan yang lainnya dengan pertimbangan tertentu.

Salah satu yang dapat dijadikan bukti atas dugaan itu dapat dilihat dari pengumuman penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Medan melalui website www.pcpns.pemkomedan.go.id.

Ketika dipublikasikan melalui website itu pada 22 Desember 2010 pukul 01.20 WIB, tercantum peserta penerimaan CPNS yang dinyatakan lulus sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Namun ketika diumumkan melalui surat kabar, terjadi perubahan nama CPNS yang dinyatakan lulus, karena ada 17 nama yang tidak diikutkan meski telah tercantum dalam pengumuman melalui website.

Indikasi adanya peluang kecurangan itu juga dapat dilihat dari sejumlah Pemkab/Pemko yang menggunakan jasa perguruan tinggi negeri (PTN) di luar Sumut

Padahal, kata Nuriyono, di Sumut terdapat PTN yang memiliki kualitas dan kapabelitas untuk dijadikan mitra dalam penerimaan CPNS tersebut.

Karena itu, LBH Medan mengharapkan KPK dapat mengusut dugaan kecurangan di Sumut tersebut dengan memeriksa seluruh panitia penerimaan CPNS formasi tahun 2010.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sumut Segera jadi Penghuni Rutan?

    Gubernur Sumut Segera jadi Penghuni Rutan?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho kemungkinan besar akan segera menjadi penghuni rumah tahanan KPK. Pasalnya, dia kini sudah menyandang status tersangka dalam kasus suap hakim PTUN Medan. Sebelumnya KPK sudah lebih dulu menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka semua langsung ditahan tidak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka. Plt […]

  • Dema STAIN Madina Gelar Pelatihan dan Seminar bagi Mahasiswa

    Dema STAIN Madina Gelar Pelatihan dan Seminar bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wujudkan Kepemimpinan dan Administrasi yang berkualitas Dewan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selenggarakan seminar serta pelatihan administrasi bagi Mahasiswa. Kegiatan tersebut bertema ” membangun  kekuatan leadership yang berintegrasi ormawa kampus di era Gen Z” Abdul Bais selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA STAIN […]

  • SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sebanyak 300 pengacara disiapkan untuk menggugat Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam sekolah yang terbit setelah kasus jilbab nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat. Mantan wali kota Padang Fauzi Bahar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), tokoh adat, tokoh agama dan organisasi […]

  • Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMA Madina) hari ini menyurati Menteri Dalam Negeri ( Mendari) Gamawan Fauzi meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara yang saat ini dipenjarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur Jakarta terkait kasus suap segera di nonaktifkan. Menurut Ketua DPP IMA Madina Ahmad […]

  • Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kader harus bersama bekerja dalam mensinergiskan program partai. Itu ditekankan Ketua DPTD PKS Kabupaten Mandailing Natal, H. Wahiddin Arjun, Lc, Senin (22/2/2021) dalam sambutannya pada reses TS II 2020-2021 anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar,ST.MT di Panyabungan. Bekerja bersama atau bersama bekerja merupakan kekuatan […]

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

expand_less