Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kegagalan Program Cetak Sawah Harus Diselidiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program cetak sawah merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk menyelamatkan negara ini dari kekurangan beras. Namun sangat disayangkan dana program cetak sawah diduga deselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Di Kabupaten Mandaling Natal (Madina) dana puluhan milyar yang diperuntukkan untuk cetak sawah diduga sia-sia penyebab program pemerintah tersebut dinilai gagal, hal ini terindikasi dari semua lokasi cetak sawah tersebut sekarang ini banyak yang menjadi semak belukar.

“Kita meminta agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas penyebab gagalnya cetak sawah di Kabupaten Mandailing Natal ini, karena kuat dugaan dana tersebut masuk ke kantong oknum pejabat di Dinas Pertanian,” ungkap Wakil Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Madina, Waris Ray kepada wartawan, Rabu (2/7/2014).

Berdasar investigasi LIRa, cetak sawah di Kabupaten Madina tidak ada yang berhasil bahkan sekarang ini ada lokasi cetak swah tersebut sekarang ini sudah berubah fungsi manjadi plasma sawit.

“Berarti ada yang tidak beres dalam pelaksanaan cetak saeah di Kabupaten Madina ini, karena kalau memang benar-benar dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknisnya mana mungkin sekarang ini lokasi cetak sawah tersebut menjadi semak belukar,” tegas Waris.

Lebih lanjut disampaikan Waris bahwa berdasarkan informasi yang diterima di lapangan bahwa kelompok tani sebagai pelaksana cetak sawah tidak menerima dana program tersebut sepenuhnya bahkan diduga ada yang difiktifkan.

“Berdasarkan informasi yang kita terima program cetak sawah ini sudah pernah di selidiki oleh aparat penegak hukum, namun tidak jelas sampai di mana proses hukumnya,” ucap Waris.

Menurutnya, kucuran dana dari APBN mencapai lebih Rp.14,5 milyar sejak tahun 2010- 2012 dan dicurigai bahwa laporan pertanggungjawaban kegiatan cetak sawah tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, malah lahan sekarang ini telah banyak beralih fungsi.

“Kita sudah mendengar sejak tahun 2010 yang lalu proses dana cetak sawah di Kabupaten Mandailing Natal ini sudah ditangani pihak aparat penegak hukum, untuk itu kita sangat mengharapkan agar pihak penegak hukum untuk dapat menuntaskan kasus cetak sawah di Madina ini,” harap waris.

Waris membeber, pada tahun anggaran 2011 yang lalu cetak sawah berada di Desa Banjar Aur Desa Utara Kecamatan Sinunukan seluas 300 hektar, Desa Tunas Karya Kecamatan Natal seluas 300 hektar, jumlah anggaran per hektarnya sebesar Rp. 7,5 juta/hektar.

“Dan tahun 2012, daerah yang dapat program cetak sawah di kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dengan luas 300 hektar dengan nilai Rp.10 juta/hektar. Dan Desa Huta Puli, Huta Raja dan Desa Huraba Kecamatan Siabu dengan luas 600 hektar dengan nilai anggaran dalam satu hektar Rp. 10 juta,” katanya.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari Dinas Pertanian Madina seputar data yang dilansir LIRa ini. Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra tak berhasil ditemui di kantornya, Rabu karena tak berada di tempat, sementar via HP juga tak berhasil dihubungi kerena non aktif.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut Utama PT Bank Sumut Gus Irawan: KPUM SS Harus Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

    Dirut Utama PT Bank Sumut Gus Irawan: KPUM SS Harus Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu mengatakan Kredit Peduli Usaha Makro Sumut Sejahtera (KPUM-SS) yang sudah berjalan ditengah masyarakat harus dapat meningkatkan taraf ekonomi rakayat sehingga kesejahtraan hidup dapat meningkat sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama rakyat Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu Rabu (17/11). Di Sopo […]

  • Pekan Budaya Memalukan

    Pekan Budaya Memalukan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Dahlan Batubara   Nama kegiatannya : Pekan Kebudayaan Mandailing Natal 2019. Lazimnya pekan budaya itu lamanya sepekan atau hampir sepekan atau lebih dari sepekan. Tapi hanya 1 hari. Sewajibnya pekan budaya itu diisi ragam kegiatan : festival, pagelaran, pameran, forum kajian hingga ragam perlombaan. Ternyata kegiatan-kegiatan itu tak ada. Alhasil acara […]

  • Pemkab Madina Harusnya Biayai Operasi Rizky Wasiah

    Pemkab Madina Harusnya Biayai Operasi Rizky Wasiah

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pemkab Mandailing Natal seharusnya membiayai operasi Rizky Wasiah, bocah perempuan 10 bulan penderita usus keluar akibat tak ada anus. Kini bocah dari keluarga miskin itu telah dibawa orang tuanya ke RSU Pringadi Medan dengan biaya hasil kumpulan berbagai komponen masyarakat Mandailing Natal (Madina) mapun sumbangan dari para perantau. “Seharusnya Bupati Madina […]

  • Bupati Ambil Sumpah ASN Formasi Tahun 2018

    Bupati Ambil Sumpah ASN Formasi Tahun 2018

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) mengambil sumpah 170 ASN yang lulus seleksi tahun 2018 di gedung serbaguna Desa Parbangunan, Panyabungan. Pengambilan sumpah tersebut berdasarkan keputusan Bupati Madina nomor: 821.12/0250/K/2022 dan nomor: 821.14/0251/K/2022 tanggal 25 Febuari 2022. Dari 170 ASN yang lulus tersebut, 136 orang merupakan golongan III dan 34 orang golongan II. […]

  • Banjir dan Longsor Hantam Tapsel

    Banjir dan Longsor Hantam Tapsel

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Setidajknya 2 desa di Kabupaten Tapanli Selatan banjir akibat sungai Batangtoru meluap. Kedua desa itu adalah Desa Bandar Tarutung dan Desa Sibara-bara Kecamatan Angkola Sangkunur. Pihak Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan (Tapsel) menyatakan terpaksa menunda pelaksanaan ujian akhir sekolah di dua SD Sibara-bara dan Bandar Tarutung, Senin (16/5), karena gedung sekolah juga […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing.  Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi […]

expand_less