Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Kepala Daerah Tetap Berwenang Promosi dan Mutasi PNS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Rencana Pelimpahan ke Sekda Dibatalkan

JAKARTA, – Pemerintah akhirnya merevisi draf rancangan undang-undang aparatur sipil negara (RUU ASN). Pada draf awal, wewenang kepala daerah untuk mengangkat dan memutasi dipangkas. Tetapi setelah dikoreksi, wewenang itu tetap dipertahankan dengan sedikit pembaruan sistem.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo menuturkan, memang benar awalnya muncul wacana bahwa wewenang pengangkatan dan mutasi PNS oleh kepala daerah dihapus. Sebagai gantinya wewenang itu dilimpahkan kepada sekretaris daerah (sekda) provinsi, kabupaten, atau kota.

Namun pada akhirnya keputusan ekstrim itu tidak dilanjutkan oleh pemerintah. Eko menuturkan pemerintah memilih jalan kompromi dengan tetap memberi kuasa kepada kepala daerah untuk merotasi jajarannya. “Jika diserahkan full ke sekda, kami khawatir akan ada matahari kembar,” ujarnya kemarin.

Meskipun wewenang mengangkat dan memutasi PNS tetap diberikan kepada kepala daerah, Eko mengatakan tidak berjalan mutlak seperti saat ini. “Sekarang tampak seenaknya kepala daerah untuk mengangkat atau memberhentikan PNS dari jabatannya. Sehingga ada kesan tidak baik,” ujar guru besar Universitas Indonesia (UI) itu.

Untuk itu Eko mengatakan pengangkatan pejabat baru oleh kepala daerah wajib diawali dengan seleksi terbuka. Dia mengatakan kepala daerah sama sekali tidak boleh ikut campur dalam seleksi terbuka pengisian jabatan itu. Seleksi ini menjadi tanggung jawab sekda dan tim seleksi independen.

Setelah melaksanakan rangkaian seleksi, Eko mengatakan tim menyodorkan minimal tiga kandidat pejabat ke kepala daerah. “Penyerahan hasil itu komplit dengan nilai ujiannya. Selanjutnya penetapan PNS yang menjadi pejabat tetap oleh kepala daerah,” tandasnya.

Eko berharap dengan mekanisme baru ini tidak memantik gejolak di daerah. Sebelumnya ketika berhembus wacana pelimpahan wewenang pembina kepegawaian dari kepala daerah ke sekda, muncul gelombang penolakan dari kepala daerah. Padahal niat untuk pelimpahan wewenang itu positif. Yakni untuk menghindari politisasi pengisian jabawan atau mutasi pegawai di jajaran pemda.

Selain itu Eko menuturkan bahwa pengisian jabawan dengan sistem seleksi terbuka masih diperebutkan internal PNS. Dia mengatakan bahwa saat ini belum waktunya dibuka pertarungan antara PNS dengan profesional untuk pengisian jabatan tertentu. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Waspadai Panglima Talam, Pasca Penangkapan Bupati

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – pasca penangkapan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara oleh KPK, dimungkinkan akan muncul penglima talam di Pemkab Madina. Panglima talam ini dikhwatirkan akan bermain mengendalikan pemerintahan wakil bupati yang akan berdampak pada munculnya perpecahan dan pengkotak-kotakan di kekuatan serta politik adu domba di Madina. Ketua Peradi Tabagsel, Ridwan Rangkuti, SH,MH, Kamis […]

  • Pendukung Sofwat-Zubeir Kian Bertambah

    Pendukung Sofwat-Zubeir Kian Bertambah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGABAYU (Mandailing Online) — Peta dukungan kepada pasangan Sofwat-Zubaeir terus mengalir di berbagai wilayah Mandailing Natal (Madina). Termasuk di kawasan Pantai Barat Madina, sejumlah komponen menyatakan mendukung H.M. Sofwat Nasution-Ir. H. Zubeir Lubis sebagai kandidat bupati/wakil bupati untuk Pilkada Madina. Tim Trabas Sinunukan melakukan silaturrahmi dengan Ir. H. Zubeir Lubis, Minggu malam (17/5-2020). Pada […]

  • Kado HUT Madina, Besok Sejumlah Elemen Unjukrasa ke SMGP dan Polres

    Kado HUT Madina, Besok Sejumlah Elemen Unjukrasa ke SMGP dan Polres

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah elemen masyarakat akan unjuk rasa ke base camp PT. SMGP, Rabu (10/3/2021). Mapolres Mandailing Natal juga dikabarkan menjadi sasaran unjuk rasa. “Kita merasa gerah melihat kondisi ini. Ada apa dengan pengoperasian kembali PT SMGP ini. Kita menilai izin Kementerian ESDM sarat masalah, dan produk premateur yang tidak populis serta telah […]

  • BBMKG: Sumut Berpotensi Hujan Lokal Satu Minggu Ini

    BBMKG: Sumut Berpotensi Hujan Lokal Satu Minggu Ini

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan memperkirakan cuaca Sumatera Utara akan berawan dengan potensi hujan bersifat lokal dalam satu minggu ke depan. Staf Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Nora Valencia di Medan, Senin, mengatakan, potensi hujan lokal itu terjadi di hampir […]

  • PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) Mandailing Natal (Madina) menyurati Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait pengisian calon wakil Bupati Madina yang saat ini masih kosong. Surat PKB ini menekankan kepada bupati bahwa proses pengisian kursi wakil bupati adalah berdasarkan Undang – undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Selama ini di […]

  • Penerima BLT Tak Transparan, Warga Sinonoan Akan Polisikan Kepdes

    Penerima BLT Tak Transparan, Warga Sinonoan Akan Polisikan Kepdes

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan warga Desa Sinonoan Kecamatan Siabu mendatangi Polres Madina Kamis (21/5) siang. Warga hendak mengadukan semrawutnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2020 di desa mereka. Diantara poin yang dikeluhkan : pemerintah desa kurang transparan menentukan warga penerima manfaat. Banyak yang kategori berhak tak masuk daftar. Edy Saputra Nasution gelar […]

expand_less