Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Berdasarkan hasil pengukuran Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam negara termiskin nomor 100 di dunia. Sedangkan dikutip dari World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia karena pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. Dan mengutip dari gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022. (CNN.indonesia.com, 30/09/2022)

Tapi anehnya belum lama ini di negeri kita Indonesia baru meluncur mobil mewah merk Range Rover, ini merupakan kendaraan mewah generasi kelima dan dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road. Meskipun mahal dan baru meluncur, namun stok yang tersedia di Indonesia sudah nyaris habis terjual. Sebagaimana disampaikan Irvino Edwardly, Direktur Pemasaran PT JLM Auto Indonesia, bahwa kendaraan tersebut rupanya berstatus limited dan hanya tersedia 50 unit di dalam negeri hingga akhir tahun ini dan nyaris ludes terjual. (Oto.detik.com, 27/09/22)

Sudah mencengangkan sekali bukan. Di tengah banyaknya rakyat yang makin sempit hidupnya, segelintir orang membeli mobil mewah. Alangkah baiknya jika uang yang mereka miliki, mereka bagikan kepada orang-orang miskin. Tetapi ini sangat mustahil terjadi dalam sistem kapitalisme hari ini. Sebab dengan penerapan sistem kapitalisme ini membuat manusia tidak mempunyai hati nurani karena kita dituntut untuk memikirkan diri kita sendiri. Kita dituntut hanya peduli dengan keluarga inti kita tanpa peduli dengan kesengsaraan orang lain. Sistem kapitalisme mengajarkan manusia untuk bersifat individualisme, yang mana hanya menumpuk-numpuk harta kekayaan agar menjadi orang kaya raya. Sebab dengan banyaknya harta, maka mereka akan bahagia. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia menjadi angkuh dan materialistis.

Dan ketimpangan makin nyata di tengah kehidupan, bahkan sistem kapitalis telah sukses mematikan naluri kemanusiaan orang-orang kaya. Jika mereka ingin memberi maka hanya sekedar saja dan pastinya ada manfaat yang ingin mereka dapatkan. Seperti untuk mempertahankan ketenaran atau bahkan untuk mempertahankan jabatan yang dimiliki supaya orang melihat bahwa dia baik, walaupun nyatanya ada imbalan yang ingin dia miliki ketika ingin memberi. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia bersikap. Kita dituntut jika ingin memberi harus melihat asas manfaat apa yang akan kita dapatkan. Tidak semata-mata karena mengharap pahala dan keridhoan Allah semata.

Sangat berbeda pada saat sistem Islam diterapkan. Seban Islam menjaga agar naluri kemanusiaan tetap terjaga melalui berbagai kewajiban syariat yang telah ditetapkan, bahkan menjadikannya sebagai amal kebaikan. Hal ini hanya akan terwujud ketika negara menjaga umatnya terikat dengan hukum syara dan juga menerapkan syariat secara nyata dalam kehidupan.

Sistem Islam juga tidak akan ada orang super kaya yang kekayaannya tidak masuk akal hingga menyamai kekayaan suatu negara seperti yang terjadi hari ini. Dan memang dalam sistem Islam juga ada orang kaya, tetapi kekayaannya tetaplah wajar karena hasil usaha yang syar’i.

Ketika rakyat memiliki barang mewah pun itu sah-sah saja dimiliki oleh seorang muslim, asalkan harta itu bersumber dari jalan yang halal dan untuk sesuatu yang halal. Namun, umat Islam juga bersikap zuhud sehingga  tidak memuja kemewahan. Mereka juga gemar bersedekah dan peduli pada nasib orang miskin.

Bagi umat Islam, kekayaan digunakan untuk mendekat pada Allah Swt., bukan untuk dipamerkan. Itulah sebabnya, orang kaya dalam Islam akan gemar sedekah, infak fī sabīlillāh, dan berwakaf.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopassus Buru Teroris di Sumut

    Kopassus Buru Teroris di Sumut

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengejaran teroris yang disinyalir masih berada di Sumatera Utara, khususnya di Medan, terus dilakukan. Jika semula hanya dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teroris (AT), kini Mabes TNI akan menurunkan tim terbaiknya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Tim dari Kopassus akan ditempatkan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan saling berkoordinasi dengan Densus 88 serta […]

  • Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen  Lebih

    Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen Lebih

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggaran Dana Desa (ADD) tahun ini meningkat lebih seratus persen dari tahun 2014. Ini tentunya kabar gembira bagi seluruh desa di Mandailing Natal (Madina). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di tahun 2015 mengalokasikan dana untuk ADD sebesar 40,8  milyar rupiah. Angka itu jauh melambung naik dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar […]

  • Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) sejauh ini tak pernah merusak hutan bakau (mangrove) di Pantai Barat Mandailing Natal dalam aktvitas perkebunan sawit. Itu diungkapkan kuasa hukum PT.TBS, H Ridwan Rangkuti, SH.MH dalam konferensi pers di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (15/8/2019). Penjelasan itu disampaikan Ridwan Rangkuti menyusul munculnya tuduhan perusakan […]

  • Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas
    Tak Berkategori

    Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekan  Baru – Pengungkapan jaringan geng motor di bawah komando Mardirianto alias Anto Klewang (58) masih terus dikembangkan jajaran Polresta Pekanbaru. Berselang dua hari setelah menangkap enam siswa anggota geng motor, kini giliran dua remaja perempuan berinisial Yn (15) dan Um (16) ditangkap di rumahnya, Rabu (15/5). Saat diwawancara merdeka.com, kamis (15/5) di polresta pekanbaru, […]

  • Atika Korbankan Masa Muda Demi Madina

    Atika Korbankan Masa Muda Demi Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) tampil menyala dan menginspirasi pada debat publik Pilkada Madina 2024 yang dihelat di ballroom Hotel Sapadia Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11/2024) malam. Pada segmen penutup, […]

  • Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padang Sidimpuan Di era ini, eksistensi diri menjadi prioritas bagi kebanyakan individu. Hal ini dibuktikan dari menjamurnya konten-konten negatif yang berlagak kaya hingga konten membahayakan jiwa bahkan berujung maut. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Seorang wanita inisial W (21) di Bogor, ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya di […]

expand_less