Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Berdasarkan hasil pengukuran Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam negara termiskin nomor 100 di dunia. Sedangkan dikutip dari World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia karena pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. Dan mengutip dari gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022. (CNN.indonesia.com, 30/09/2022)

Tapi anehnya belum lama ini di negeri kita Indonesia baru meluncur mobil mewah merk Range Rover, ini merupakan kendaraan mewah generasi kelima dan dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road. Meskipun mahal dan baru meluncur, namun stok yang tersedia di Indonesia sudah nyaris habis terjual. Sebagaimana disampaikan Irvino Edwardly, Direktur Pemasaran PT JLM Auto Indonesia, bahwa kendaraan tersebut rupanya berstatus limited dan hanya tersedia 50 unit di dalam negeri hingga akhir tahun ini dan nyaris ludes terjual. (Oto.detik.com, 27/09/22)

Sudah mencengangkan sekali bukan. Di tengah banyaknya rakyat yang makin sempit hidupnya, segelintir orang membeli mobil mewah. Alangkah baiknya jika uang yang mereka miliki, mereka bagikan kepada orang-orang miskin. Tetapi ini sangat mustahil terjadi dalam sistem kapitalisme hari ini. Sebab dengan penerapan sistem kapitalisme ini membuat manusia tidak mempunyai hati nurani karena kita dituntut untuk memikirkan diri kita sendiri. Kita dituntut hanya peduli dengan keluarga inti kita tanpa peduli dengan kesengsaraan orang lain. Sistem kapitalisme mengajarkan manusia untuk bersifat individualisme, yang mana hanya menumpuk-numpuk harta kekayaan agar menjadi orang kaya raya. Sebab dengan banyaknya harta, maka mereka akan bahagia. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia menjadi angkuh dan materialistis.

Dan ketimpangan makin nyata di tengah kehidupan, bahkan sistem kapitalis telah sukses mematikan naluri kemanusiaan orang-orang kaya. Jika mereka ingin memberi maka hanya sekedar saja dan pastinya ada manfaat yang ingin mereka dapatkan. Seperti untuk mempertahankan ketenaran atau bahkan untuk mempertahankan jabatan yang dimiliki supaya orang melihat bahwa dia baik, walaupun nyatanya ada imbalan yang ingin dia miliki ketika ingin memberi. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia bersikap. Kita dituntut jika ingin memberi harus melihat asas manfaat apa yang akan kita dapatkan. Tidak semata-mata karena mengharap pahala dan keridhoan Allah semata.

Sangat berbeda pada saat sistem Islam diterapkan. Seban Islam menjaga agar naluri kemanusiaan tetap terjaga melalui berbagai kewajiban syariat yang telah ditetapkan, bahkan menjadikannya sebagai amal kebaikan. Hal ini hanya akan terwujud ketika negara menjaga umatnya terikat dengan hukum syara dan juga menerapkan syariat secara nyata dalam kehidupan.

Sistem Islam juga tidak akan ada orang super kaya yang kekayaannya tidak masuk akal hingga menyamai kekayaan suatu negara seperti yang terjadi hari ini. Dan memang dalam sistem Islam juga ada orang kaya, tetapi kekayaannya tetaplah wajar karena hasil usaha yang syar’i.

Ketika rakyat memiliki barang mewah pun itu sah-sah saja dimiliki oleh seorang muslim, asalkan harta itu bersumber dari jalan yang halal dan untuk sesuatu yang halal. Namun, umat Islam juga bersikap zuhud sehingga  tidak memuja kemewahan. Mereka juga gemar bersedekah dan peduli pada nasib orang miskin.

Bagi umat Islam, kekayaan digunakan untuk mendekat pada Allah Swt., bukan untuk dipamerkan. Itulah sebabnya, orang kaya dalam Islam akan gemar sedekah, infak fī sabīlillāh, dan berwakaf.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Pemkab Madina Belum Perpanjang Kontrak Lapangan Aek Godang Panyabungan Dipagar Pemiliknya

    Diduga Pemkab Madina Belum Perpanjang Kontrak Lapangan Aek Godang Panyabungan Dipagar Pemiliknya

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemilik lahan (tanah) Lapangan Aek Godang kini memagar lapangan (lahan) tersebut karena diduga pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) belum membayar dana perpanjangan kontrak penggunaan lahan tersebut. Sekadar mengingatkan lahan tersebut selama ini sudah dimanfaatkan Pemkab Madina sebagai tempat/lokasi berbagai kegiatan terutama untuk kegiatan peringatan hari-hari besar termasuk pelaksanaan pameran pembangunan. Belum dilakukannya […]

  • Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Media adalah sarana atau alat yang menjadi wasilah untuk menyampaikan berbagai informasi  kepada masyarakat. Media juga memiliki peran penting untuk mengedukasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat. Sebab, dari media tersebut masyarakat akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan penting yang mereka butuhkan dan semakin memperluas cakrawala berpikir tentang segala sesuatu. Berbagai macam media bisa […]

  • SDN 013 Simangambat Butuh Perhatian Pemkab Madina

    SDN 013 Simangambat Butuh Perhatian Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIMANGAMBAT (Mandailing Online) – Kondisi SDN 013 Simangambat, Kecamatan Siabu, perlu perhatian Pemkab Madina. Kondisi bangunan dan mobiler sekolah dasar ini sudah banyak yang perlu direnovasi dan diganti. Peliput: Jakfar

  • Isu Mutasi Besar Besaran Pejabat Pemkab Madina Akan Terjadi Besok

    Isu Mutasi Besar Besaran Pejabat Pemkab Madina Akan Terjadi Besok

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-Isu mutasi jabatan di lingkungan ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemda Kabupaten Mandailing Natal (Madina) makin santer. Dikabarkan, mutasi besar-besaran akan terjadi besok, dengan sekitar 50% jabatan Camat akan diganti. Jabatan eselon III tahap pertama dan eselon II tahap kedua akan diisi oleh pejabat baru. “Kabarnya ada setingkat Camat dan Kepala Bidang serta Sekretaris Dinas,” […]

  • Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

    Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPUT – Uji coba sumur bor panas bumi Sol Sarulla Operations Ltd di Sil I Desa Silangkitang, Kecamatan Pahaejae, Taput berujung ledakan, Rabu (11/12) sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan warga sekitar panik mendengar dentuman keras dan kepulan asap tebal, beberapa di antaranya sempat pingsan karena ketakutan. Informasi dihimpun dari lokasi, setelah ledakan yang mengguncang kawasan sekitar, […]

  • Calo Sulit Diberantas

    Calo Sulit Diberantas

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Upaya pemberantasan percaloan di instansi pemerintahan sulit diberantas jika mental birokrat belum dibenahi. Selain itu budaya masyarakat yang ingin dipermudah dan cepat dalam setiap urusan, menjadi salah satu celah memuluskan praktek percaloan. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Sumatera Utara Hidayat di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (26/11/2010). […]

expand_less