Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Korupsi Tak Kenal Kasta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Okt 2013
  • print Cetak

Oleh Saharuddin Daming (Doktor Hukum, Dosen FH UIKA Bogor)

Mahkamah Konstitusi (MK) yang selama ini dipuja sebagai satu-satunya lembaga negara yang steril dari syahwat korupsi, kini hancur berkeping-keping menyusul skandal suap yang melibatkan Akil Mochtar (saat itu sebagai Ketua MK). Semua ini makin mempertebal keyakinan kita bahwa syahwat korupsi dalam segala bentuknya memang tak mengenal kasta.

Tidak heran jika makhluk yang sudah lama dideklarasikan sebagai musuh bersama ini telah memperdayai korbannya secara multikasta. Mulai dari kalangan pejabat eksekutif setingkat menteri, seperti Ahmad Suyudi, sekaligus mewakili kalangan medis, Hari Sabarno yang mewakili TNI, hingga Andi Alfian Mallarangeng, Beddu Amang, dan Rahardi Ramelan yang mewakili teknokrat. Sedangkan, pejabat setingkat gubernur dan bupati/wali kota telah mencapai 304 dari 559 pimpinan daerah.

Tak puas beraksi di kalangan eksekutif, kasus korupsi merambah ke lingkup legislatif hingga menelan korban, seperti Panda Nababan, Agus Condro, Nazaruddin, Waode Nurhayati, dan sebagainya. Target lainnya adalah kalangan entrepreneur, seperti Bob Hasan, Probosutedjo, Maria Liman, Siti Hartati Murdaya, Artalita Suryani, Robert Tantular, dan lain-lain. Kalangan selebritas yang bertabur popularitas dan keanggunan, seperti Angelina Sondakh pun kini harus termangu dalam kesendiriannya di sel tahanan.

Perilaku korup tentu tidak hanya didominasi kalangan partisan, tetapi sudah menjarah semua lini. Kasta agamawan, seperti Luthfi Hasan Ishaq dengan keimanan yang lebih tebal dari pada elemen masyarakat lainnya, takluk pada dorongan korupsi. Demikian pula kalangan akademisi yang selama ini memancarkan konsep idealisme lantaran kedalaman ilmu yang mereka tekuni, rupanya harus rontok berganti dengan pragamatisme akibat godaan korupsi yang menggerayangi benteng intelektualitasnya.

Sederet nama akademisi papan atas, seperti Rudi Rubiandini, Miranda S Goeltom, Syahril Sabirin, Burhanudin Abdullah, Nazaruddin Syamsuddin, Rohmin Dahuri, Muliana W Kusuma, dan lain-lain, semuanya menambah daftar panjang korban korupsi.

Jajaran kepolisian yang mengemban misi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, rupanya tak mau ketinggalan mencicipi lezatnya rupiah yang dikemas lewat korupsi. Anggota Bhayangkara Negara yang pernah dilibas korupsi sangat banyak jika dihitung dari praktik pungli maupun yang terendus memiliki rekening gendut. Tapi, yang diciduk langsung penegak hukum baru segelintir orang yang berpangkat bintang dua ke atas, antara lain, Komjen Suyitno Landung, Komjen Susno Duadji dan Irjen Djoko Susilo. Hebatnya, lagi karena di antara mereka, tercatat pula mantan Kapolri, yaitu Jend Rusdihardjo.

Dari kasta kejaksaan yang pernah digilas korupsi, juga cukup banyak. Pejabat kejaksaan yang paling populer dengan amukan kasus korupsi adalah Urip Tri Gunawan dan Cyrus Sinaga. Hakim yang harusnya memberi contoh ketaatan terhadap hukum, malah justru membenamkan toga kehormatanya dilumpur kehinaan akibat godaan maut korupsi, antara lain, Kartini Marpaung, Syarifuddin Umar, Ibrahim, Setyabudi, dan lain-lain. Sebagai penegak hukum dengan tingkat pengawasan yang cenderung formalistik dan terbatas, posisi mereka memang terbentang permadani kriminogen (peluang kriminal yang terkondisikan).

Anehnya, karena meski saat ini tengah dilancarkan gerakan antikorupsi di Tanah Air, aroma kenduri korupsi hingga kini masih saja tercium di mana-mana. Padahal, bukankah kita telah memiliki institusi pemberantasan korupsi yang berlapis-lapis, bahkan perangkat hukum pemberantasan korupsi telah mencantumkan ancaman yang sangat keras, tetapi output pencapaian hasil ternyata tidak signifikan.

Lalu, apakah sebetulnya yang menjadi primakausa mengguritanya korupsi tanpa mengenal kasta? Sebagian ahli menunjuk dekadensi moral dan tanggung jawab sebagai biang kerok. Emmanuel Levinas, seorang filsuf abad ke-20, pernah mengatakan bahwa korupsi dengan segala bentuknya yang dilakukan penyelenggara negara maupun pihak lain merupakan isyarat hilangnya rasa tanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan sesama.

Maraknya budaya korup secara multikasta menandakan betapa paradigma berpikir dan bertindak kita tidak berakar pada tanggung jawab eksistensial itu. Makna hidup didangkalkan sampai ke titik nadir di mana kekayaan material menjadi takaran kemuliaan hdup. Itulah sebabnya, reformasi birokrasi dengan paradigma secanggih apa pun tidaklah cukup jika hanya menyentuh aspek struktural.

Remunerasi bagi aparat penyelenggara negara dengan nominal setinggi apapun seperti hakim MK dan MA, tidak mampu mencegah korupsi. Karena itu, persoalan fundamental kita yang sesungguhnya, terletak pada soal perilaku dan sikap mental. Dengan demikian terapi mencegah korupsi hanya ada satu cara, yaitu membentengi diri dengan rasa malu dari sikap mental serakah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harun – Ichwan Resmi Diusung Partai Gerindra Pada Pemilukada Madina 2024

    Harun – Ichwan Resmi Diusung Partai Gerindra Pada Pemilukada Madina 2024

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan- Mandailing Online : Partai Gerindra resmi mengusung H. Harun Mustafa Nasution dan H. Muhammad Ichwan Husein sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Sumut. Keputusan itu ditandai dengan diterimanya dokumen ( B. 1- KWK) yang diserahkan oleh Wakil Ketua Gerindra Sumut Ade Jona Prasetyo didampingi Sekretaris H. Sugiat Santoso kepada […]

  • Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menegaskan pada masa awal pemerintahannya bersama Wabup Atika Azmi Utammi Nasution RSUD Panyabungan di Panatapan wajib difungsikan tahun ini. “Ini tidak ditunda-tunda lagi, wajib harus ditempati di tahun 2025 ini,” lanjut bupati usai meninjau rumah sakit tersebut didampingi Asisten II Ahmad Meinul Lubis, Direktur dr. […]

  • DCS Dapil 5 PBB Madina

    DCS Dapil 5 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PBB Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Fahrizal: Poldasu Jangan Peti-eskan Kasus Kematian Warga Sibanggor di wilayah SMGP

    Fahrizal: Poldasu Jangan Peti-eskan Kasus Kematian Warga Sibanggor di wilayah SMGP

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Polda Sumut diminta tidak mempeti-eskan penyelidikan kasus kematian 5 warga Desa Sibanggor pada insiden kebocoran gas diduga H2S di wilayah kerja PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) pada 25 Januari 2021. Pemberian tali asih oleh perusahaan kepada keluarga korban tidak akan serta merta menggugurkan potensi pidana. Permintaan itu disampaikan Anggota […]

  • Terima 2 Penghargaan, Atika Sebut Ini Bukan Ajang Gengsi Gengsian

    Terima 2 Penghargaan, Atika Sebut Ini Bukan Ajang Gengsi Gengsian

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) dilansir dari akun resmi Facebook Pemkab Mandailing Natal, Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami  menyatakan dua penghargaan kategori kabupaten/kota dengan praktik baik inspiratif pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dan terbaik VI kategori penilaian cakupan laporan YAN-KB pada sistem informasi keluarga ini bukan sekedar ajang gengsi-gengsian. Pemkab Madina juga pernah […]

  • Atika: Sektor Wisata Pengaruhi Ekonomi Masyarakat

    Atika: Sektor Wisata Pengaruhi Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sektor pariwisata memberi dampak sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Disamping dapat meningkatkan pendapatan daerah. Oleh karena itu, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang dikembangkan oleh banyak negara dalam rangka meningkatkan pendapatan nasionalnya. Itu diungkap Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution di hadapan rapat paripurna […]

expand_less