Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Lira Medan Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan CBD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


Medan,

Central Business District (CBD) dibangun di lahan eks Lapangan Golf Polonia, Medan. Saat ini pengerjaannya sedang berlangsung. Namun pembangunan CBD menuai protes dari masyarakat setempat dan yang lainnya karena dinilai merusak lingkungan.

Pembangunan CBD juga dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan aktivitas Bandara Polonia. Pasalnya, jarak proyek CBD hanya 150 meter dari landasan pacu dari yang seharusnya 300 meter.

Selain itu, bangunan dengan fasilitas hotel yang akan melebihi ketinggian 14 meter. Hal itu melanggar ketentuan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP).

Apalagi CBD Polonia belum membayar BPHTB sebesar Rp40 miliar atas peralihan lahan sehingga kuat dugaan pembangunan CBD sarat “permainan”.

Untuk itu diminta kepada aparat penegak hukum mengusut pembangunan CBD Polonia, karena dinilai hanya menguntungkan berbagai pihak dan merugikan orang banyak termasuk penerbangan.

Desakan tersebut disampaikan Walikota Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Medan Ferdinand Ghodang di Medan, Kamis (10/03/2011).

Menurutnya, sesuai hasil investigas Intelijen Lira Medan, banyak keganjilan dalam pembangunan tersebut, seperti merusak lingkungan, karena resapan air sudah berkurang sehingga dikhawatirkan nantinya Bandara Polonia bisa kebanjiran.

“Apalagi kita ketahui BPHTB belum dibayar kepada Pemko Medan, sehingga sudah jelas melanggar kewajiban sebagai wajib pajak. Untuk itu, kita juga meminta kepada Walikota Medan Rahudman Harahap agar berani menindak bawahannya yang bermain terkait izin bangunan dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, syarat pendirian CBD Polonia sudah lengkap, terutama Amdalnya, sehingga tidak ada yang harus dipermasalahkan karena sudah dikaji tim pengkaji Amdal Kota Medan.

“Pembangunan CBD Polonia Medan dalam pelaksanaannya mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang benar dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” ujarnya.

Masalah ketinggian gedung pertokoan, sudah mengikuti teknis ketinggian bangunan yang telah ditetapkan. Begitu juga masalah peruntukan lahan sudah sesuai dengan Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Medan Polonia untuk perdagangan dan direncanakan 7,56 persen dari luas total lahan proyek itu untuk pertokoan dan pasar swalayan.

Pembangunan rumah toko (Ruko) ini diharapkan dapat memicu awal pengembangan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat perdagangan dan komersial baru di Kota Medan, katanya. (BS-024)
sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Indonesia (FHI) mengimbau agar seluruh tenaga honorer kategori dua (K2) bersikap tenang dalam menunggu pengumuman kelulusan, yang hingga Rabu (5/2) petang ini belum juga dipublikasikan.  Seluruh honorer diminta menciptakan suasana yang baik, nyaman, dan aman. “FHI mengimbau dan mengajak kepada seluruh tenaga honorer untuk dapat menahan diri dan bijak menerima hasil […]

  • Jalinsum Panyabungan-Muara rawan longsor

    Jalinsum Panyabungan-Muara rawan longsor

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Para pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Panyabungan-Muara Sipongi di Kabupaten Mandailing Natal diminta untuk berhati-hati, sebab daerah ini terkenal rawan longsor dan pohon tumbang ke badan jalan. Selain itu, di kiri kanan jalan terdapat daerah perbukitan dan jurang yang dalam serta tikungan yang tajam. Dari hasil pantauan, ada beberapa […]

  • Bupati Madina Himbau Warga Arif Hadapi Issu Sara Aek Badak

    Bupati Madina Himbau Warga Arif Hadapi Issu Sara Aek Badak

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menghimbau warga, khususnya warga Desa Sihepeng agar lebih arif menyikapi issu sara di Pardomuan atau Aek Badak Siture, Tapsel. Itu dikatakan bupati di sela pembvacaan nota jawaban aats pandangan fraksi terhadap LKPJ bupari Madina TA 2015 di rapat paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Selasa (20/9). Bupati […]

  • Mangaraja Kumala Oloan Nasution : FPPAB Masih Terbentur Dana

    Mangaraja Kumala Oloan Nasution : FPPAB Masih Terbentur Dana

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal, Emil Nasution gelar Mangaraja Kumala Oloan Nasution mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi organisasi ini dalam upaya meningkatkan kinerja dan program FPPAB. Itu dikatakannya pada acara Konsolidasi dan Sosialisai Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, […]

  • Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Malintang Pos) :  Supir perlu waspada, sejumlah titik jalan Lintas Sumatera titik Tambangan-Muarasipongi saat ini dalam pelebaran. Pantauan, Selasa (28/9), ruas Jalinsum di sekitar Muara Mais Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) sedang pembangunan parit dan pelebaran badan jalan. Sejumlah alat berat terlihat sedang berada di badan jalan. Begitu juga tumpukan material memasuki sebagian […]

  • Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siantar- Dikira turut serta berkemah di organisasi Pramuka Sekolah, Dewi Hartati (10) justru raib selama 5 hari. Setelah melakukan pencaharian, ternyata bocah ini ditemukan sudah jadi mayat busuk tidak jauh dari lokasi sekolahnya di SD Muhammadiyah, Kecamatan Sialu Laut, Asahan, Selasa (7/2). Tragisnya, mayat sudah membusuk serta kepala terpisah dengan tubuhnya. Kuat dugaan, korban sengaja […]

expand_less