Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan mal praktek di RSU Panyabungan yang menewaskan seorang mahasiswi, kini mulai ditangani Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina).

Pertemuan di Komisi IV DPRD Madina berlangsung Kamis (2/1/2014) dipimpin Ketua Komisi Martua Nasution Lc dan Wakil Ketua Komisi, Hamzsah, pihak keluarga korban serta Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari.

Korban bernama Gongga Sari, warga Kelurahan Muara Sipongi, Kecamatan Muara Sipongi, Madina. Almarhumah seorang mahasiswi S2 Universitas Negeri Medan, tutup usia 23 tahun di RSU Adam Malik, Medan.

Di Komisi IV, pihak keluarga korban menyatakan dugaan mal praktek terjadi ketika korban berobat di RSU Panyabungan, dimana setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diresep dokter, korban mengalami gejala gatal-gatal serta bintik-bintik merah di sekujur tubuh.

Kondisi itu dilaporkan kepada dokter, tetap sang dokter menyatakan bahwa gejala gatal dan bintik merah itu hal yang biasa menyebabkan tidak ada penanganan serius lanjutan.

Merasa dokter di RSU Panyabungan bersikap kurang perhatian dan terkesan ceroboh, pihak keluarga akhirnya melarikan korban ke RSU Adam Malik di Medan.

Pihak RSU Adam Malik sendiri berkesimpulan bahwa korban mengalami over dosis oleh obat yang diresep doker RSU Panyabungan. Hanya saja, meski RSU Adam Malik telah memberikan obat antisipasi, korban akhirnya tak terselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit itu pada tanggal 15 Desember 2013 lalu.

“Kami sangat kecewa atas layanan yang rendah serta kecerobohan dokter di RSU Panyabungan,” kata Hj. Isniar lubis, ibu kandung korban di hadapan Komisi IV DPRD Madina.

Sementara itu, Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari menyatakan bahwa pihaknya tetap mersefon keluhan dan kekecewaan keluarga korban. Hanya saja karena sang dokter tak sempat hadir di Komisi IV itu menyebabkan manajemen RSU belum bisa mengambil sikap.

Ketua Komisi IV DPRD Madina, Martua Nasution Lc usai pertemuan kepada Mandailing Online menyatakan pihaknya juga belum bisa menetapkan kesimpulan akibat dokter yang bersangkutan tak hadir, dan pertemuan serupa akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan.

Ketidakhadiran sang dokter, lanjut Martua, disebabkan surat panggilan yang dilayangkan Komisi IV belum sampai ke tangan si dokter.

“Akibatnya keputusan belum dapat kita ambil. Selasa depan akan kita lanjutkan,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pengantar Mendung tetap bergayut di angkasa Jakarta sembari masih menggerimiskan hujan secara tersendat-sendat, seolah-oleh belum puas menumpahkan segala resah langit tadi malam. Suasana hari Minggu seperti ini biasanya dan wajar untuk mengikat diri dalam suasana liburan yang damai di rumah saja. Sementara, suasana di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki selalu saja mendung laksana nuansa […]

  • Usai Libur Tahun Baru, Separuh Anggota DPR Bolos Rapat Paripurna

    Usai Libur Tahun Baru, Separuh Anggota DPR Bolos Rapat Paripurna

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Tahun baru tidak selalu diikuti dengan kebiasan baru, setidaknya bagi anggota DPR. Buktinya dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang 2010-2011 tetap sepi peserta sehingga jadwal pembukaannya molor lebih dari satu jam hanya untuk menunggu kuorum. Rapat paripurna yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB, Senin (10/1) baru dimulai sekitar satu setengah jam kemudian. Rapat dipimpin […]

  • Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitami menyatakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) harus merevisi seluruh anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Madina, sebelum pemungutan suara ulang dilaksanakan. “Saya khawatir, apabila Bawaslu tidak merevisi anggota panwaslu dalam menghadapi pemiluka ulang nanti, kemungkinan besar hasilnya kembali tidak baik dan lagi-lagi merugikan masyarakat […]

  • Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

    Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Sekitar delapan tahun Dana Desa ( DD ) ditransfer ke daerah dengan jumlah rata rata per desa per tahun sekitar 1 milliar rupiah, anggap satu desa sudah menerima aliran dana segar ini 8 milliar rupiah kemudian coba dicek ke lapangan apa dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, ternyata dana sebesar itu tidak memberikan dampak signifikan […]

  • Ledakan Keras di Sibolga, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Ledakan Keras di Sibolga, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIBOLGA (Mandailing Online) – Sebuah ledakan terjadi di Tangkahan Baringin, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Senin (24/1). Akibatnya 3 orang dilarikan ke rumah sakit. Ledakan keras tersebut terjadi di sebuah gudang. Suara ledakan membuat warga di sana geger. Bahkan warga yang bermukim tak jauh dari […]

  • Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja. “Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan […]

expand_less