Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Mandailing Online di Era Online

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
  • print Cetak

Catatan : Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Perubahan itu teramat cepat, sangat cepat seperti revolusi. Hingga lima tahun lalu, orang mengikuti berita itu dengan membaca media cetak atau koran atau majalah. Tetapi sejak 3 tahun lalu, jumlah pembaca media cetak menurun drastis, sebaliknya pembaca online meningkat tajam, bahkan teramat tajam.

Mereka beralih ke online karena lebih mudah, lebih cepat, lebih simpel. Membaca berita via online bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dalam situasi apapun, yang penting ada jaringan sinyal.

Mereka membaca berita dan informasi lainnya dari heand phone (HP) atau laptop atau komputer. Dan HP menjadi alat mayoritas di perubahan pola baca itu. Tidak saja di kota besar, di kota kecil seperti Sidempuan, Gunung Tua, Sibuhuan, Panyabungan atau Kotanopan saja, mayoritas jenis ponsel yang terjual di toko-toko heand phone adalah jenis yang beraplikasi internet.

Penduduk yang tinggal di desa terpencil hingga desa yang dekat dengan ibukota kecamatan sudah memakai HP yang memiliki fitur internet. HP tak lagi hanya sebatas nelefon atau SMS-an lagi, telah berkembang pada kebutuhan informasi dan hiburan.

“Revolusi” itu ternyata tak hanya pada pola baca, tetapi juga terjadi di dunia industri digital. Nokia yang agak “lambat” telah digilas oleh Samsung, Oppo maupun Vivo. Black Berry tenang-tenang saja. Lalu ada produk-produk murah dari China membanjiri pasar yang memanjakan konsumen HP dengan fitur-fitur lengkap.

Lalu bagaiaman televisi? Televisi hanya mayoritas mengangkat berita yang  berskala nasional, forsi daerah kurang. Makanya mengikuti perkembangan daerah atau Sumatera Utara  memalui HP menjadi trend masa kini.

Media online telah menjelma sebagai media  terbanyak pembaca atau pemirsanya di seluruh penjuru dunia. Dampaknya, olplah susut, iklan susut. Tahun 2009 lalu grup surat kabar terkemuka di dunia Chicago Tribune sudah menyatakan bangkrut. The New York Times yang begitu hebat, sedang di ambang jurang yang sama. Utangnya yang hampir jatuh tempo mendekati Rp 40 triliun, sedangkan dana yang siap baru Rp 4 triliun. The New York Times kini  masih hidup karena menyewakan ruangan di gedungnya sehingga masih bisa terbit walau tertatih-tatih.

Di Indonesia, Serikat Penerbit Suratkabar Indonesia pernah mengungkapkan pandangan bahwa televisi dan internet tidak akan membunuh media cetak. Pandangan ini menjadi benang merah pada Seminar Media Industry Outlook 2010 sebagaimana diberitakan Kompas, 20 Januari 2010. Tetapi, hanya berselang lima tahun sejak pernyataan itu diungkapkan, sudah beberapa media cetak yang akhirnya gulung tikar.

Per 31 Oktober 2015, satu lagi media cetak yang harus tutup, diusia yang masih belia. Ialah Harian Bola yang khusus mengusung konsep olahraga utamanya sepakbola. Harian Bola menyusul rekan-rekannya yang lain, yang tutup lebih awal, misalnya Soccer yang tutup di 2014.

Beberapa anak usaha Kompas Gramedia juga tercatat ada yang ditutup, seperti Majalah Fortune. Lalu, Harian Jurnal Nasional juga mengalami masalah tragis. Per 1 November 2014 lalu, media ini juga harus tutup usia dan berubah seutuhnya menjadi media online.

Di Sulawesi Selatan, juga tercatat ada dua media cetak yang harus tutup di 2015. Keduanya masih berusia sangat muda, yakni Koran Celebes dan Koran Inilah Sulsel.

Perubahan cara baca dari cetak ke online itu tak dapat dibendung. Media online menyediakan platform berita dan informasi yang lebih murah, mudah, lebih cepat.

Lalu, selain menerbitkan edisi cetak, perusahaan surat kabar di Sumatera Utara yang berbasis di Medan pun mau tak mau harus juga meluncurkan media online mengiringi edisi cetaknya.

Meski media online telah “diserbu”, bukan berarti perusahaan media online berbahagia. Tetapi, justru menghadapi persoalan pula. Pembaca tidak membayar kepada perusahaan media online, tetapi kepada provider internet. Persoalan lainnya : bermunculan media online yang kurang keredibel, kurang dipercaya. Kondisi itu memunculkan penurunan kepercayaan publik kepada media online; seperti nila yang mengotori media online yang berjuang untuk kredibel.

Perusahaan media online belum menemukan cara yang memadai untuk mendapatkan penghasilan dari hasil perubahan cara baca itu. Sejumlah media mencoba cara : siapa yang mengakses koran online itu harus berlangganan. Tetapi cara ini tidak efektif karena sudah terlanjur fisikologi online itu gratis. Makanya, cara lain yang dipakai masih dari sektor iklan, walau kehadiran iklan ini relatif mengganggu karena si pembaca harus meng-“close” iklan itu terlebih dahulu.

Tetapi, perusahaan-perusahaan media online tetap berusaha selalu terbit tiap hari, meski “oplahnya” dicuri provider internet itu. Termasuk media online lokal seperti Mandailing Online.

Perusahaan media online skala nasional masih agak luamayan karena perusahaan-perusaan biro iklan di Jakarta masih banyak yang mau memasang iklan di sana. Beda dengan media online lokal yang sepi dari iklan.

Itu makanya, Mandailing Online belum mampu menyajikan banyak ragam berita karena hanya satu dua wartawan yang bersedia “tak bergaji” yang mau bekerja di Mandailing Online. Karena media ini masih terus mencari bentuk pencarian pendapatannya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Madina Bersilaturahmi dengan Atlet

    Pj Bupati Madina Bersilaturahmi dengan Atlet

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan , Pj Bupati Mandailing Natal Ir Aspan Sofyan Batubara MM di dampingi Kadispora Sahdan Lubis bersilaturahmi dengan para atlet yang telah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara 2010. “ Saya merasa bangga terhadap perestasi yang adik-adik raih dalam Pekan Olah Raga Propinsi Sumastera Utara pada beberapa waktu yang lalu, kepada yang telah meraih medali […]

  • In Memoriam H. Samad Lubis, SE

    In Memoriam H. Samad Lubis, SE

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan Kecil : Askolani Nasution “Hal yang paling membuat saya terharu dan selalu saya ingat, adalah ketika ibu saya meninggal dunia tahun 2008. Beliau menelepon saya, katanya baru mendengar kabar, lalu bertanya apa masih bisa beliau kejar untuk ikut menyolatkan almarhumah. Saya lihat beliau berlari-lari masuk mesjid untuk ikut mensholatkan.” Akhir tahun 2005, ketika saya […]

  • Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guru honorer yang merasa dirugikan pada saat pengumuman seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  kembali gelar unjuk rasa. Pembatalan nilai seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT) kembali jadi tuntutan pengunjuk rasa Rabu,(27/03/2024). Didepan gedung DPRD Madina, para pengunjuk rasa meminta Bupati H.M.Jakfar Sukhairi Nasution membatalkan nilai SKTT dan mengembalikan hasil pada […]

  • Masuk Kategori Desa Rawan Pendidikan dan Ekonomi, Ketua TP PKK Kunjungi Desa Bange Nauli

    Masuk Kategori Desa Rawan Pendidikan dan Ekonomi, Ketua TP PKK Kunjungi Desa Bange Nauli

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BANGE NAULI (Mandailing Online) – Berdasarkan penilaian tahun 2021 Desa Bange Nauli masuk kategori desa rawan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Desa ini pun menjadi desa pertama yang dikunjungi Ketua TP PKK Ny. Eli Mahrani Ja’far Sukhairi Nasution beserta rombongan. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (26/1) turut serta Kadis Kesehatan dr. Syafruddin, Kadis Pora Rahmat Hidayat, […]

  • Beberapa titik Pantura tidak ada rambu lalu lintas

    Beberapa titik Pantura tidak ada rambu lalu lintas

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jakarta, – Palang Merah Indonesia (PMI) mencatat beberapa titik menuju Pantura tidak ada rambu-rambu lalu lintas sehingga banyak menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Salah satunya adalah di daerah Cimalaya Kulon, di mana di sana terdapat tikungan tajam tapi karena tidak ada rambu-rambunya jadi banyak terjadi kecelakaan terutama sepeda motor,” kata salah satu staf divisi kesehatan PMI […]

  • Enterpreneur dari Kampoeng Kaos dan SMA Negeri 2 Plus

    Enterpreneur dari Kampoeng Kaos dan SMA Negeri 2 Plus

    • calendar_month Selasa, 21 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : DAHLAN BATUBARA Jurnalis   Masa depan yang gemilang itu ada di sektor enterprenur (wirausahawan atau pengusaha). Selain sejahtera secara finansial, pengusaha juga sangat berjasa dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas. Alhasil, seorang pengusaha berjasa menyelamatkan para pengangguran. Lebih dari itu, pengusaha adalah pihak yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian suatu […]

expand_less