Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
  • print Cetak

Oleh: Ahmad Husein

Dana desa yang dialokasikan dari pemerintahan pusat untuk daerah menjadi gerbong menuju desa yang maju, itulah tujuan dari alokasi dana desa. Tetapi dalam praktek di lapangan dana desa tidak dioptimalkan dalam melakukan pembangunan, akan tetapi sering dipergunakan dalam hal yang tidak produktif sehingga dana desa tidak berdampak begitu banyak terhadap kemajuan desa disebabkan kepala desa dalam melakukan  pengelolaan dana desa belum mampu untuk melakukan pengelolaan uang dana desa.

Antusias pemerintah pusat untuk membangun desa sangatlah serius untuk kemajuan desa. Kendalanya selalu pengelolaan dana desa ini tidak sesuai dengan kemajuan desa. Penggunanan dana desa yang tidak tepat sasaran tidak akan menghasilkan perubahan apa-apa sehingga tidak ada efek yang positif untuk masyarakat kita. Inilah problem yang sesungguhnya di desa kita. Kemampuan kita untuk mengelola dana desa sesuai dengan sasaran sehingga berdampak positif untuk masyarakat belum tercapai.

Seharusnya, masyarakat kita bercermin kepada Desa Umbul Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pada tahun 2001 desa ini termasuk desa yang tertinggal, tetapi dengan adanya pemanfaatan dana desa, Desa Ponggok berhasil meraup penghasil pertahun 14 milliar Rupiah sehingg Ponggok menjadi desa wisata terbaik di Indonesia pada tahun 2017. Bisakah kita (Mandailing Natal) seperti desa Ponggok yang mampu mendapatkan hasil yang memadai?

Memang  kemampuan masyarakat kita masih lemah untuk melakukan pengelolaan yang memadai, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan bahwa masyarakat kita bisa atau lari dari keadaan dari ketidakmampuan itu, misalnya dalam sebuah desa mempunyai pemuda (mahasiswa) sarjana pertanian atau peternakan akan menjadi aset yang besar untuk masyarakat. Semua mahasiswa yang mempunyai konsentrasi dengan perkebunan dan peternakan mereka disuruh untuk menuntaskan potensi yang ada di kampung tersebut dibekali dengan ilmu pengetahuan  dan praktik yang memadai sehinnga ada tolak ukur dari sebuah kampus mahasiswa ini akan mampu untuk mengembangkan desanya, itu akan lebih bermanfaat untuk desa daripada dana desa dikucurkan pertahun namun tidak menghasilkan apa-apa.

Pemuda merupakan sumber daya potensial sebagai ungkapan wakil ketua DPRD Gorontalo, pemuda memiliki jiwa kreatif dan inovatif, tanpa adanya generasi penerus pertanian dan peternakan maka bangsa ini akan bisa punah dengan sendirinya karena sedikit sekali nanti orang akan mau bertani dan beternak maka jika tidak dibekali dengan beternak yang kreatif dan produktif apalagi Mandailing Natal sangat potensial dalam mengembangkan desa pertanian dan peternakan.

Optimalisasi Dana Desa dengan pemuda, mereka akan menjadi akan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dan pemikiran-pemikiran modern karena pemuda dekat dengan informasi dan teknologi hal ini akan menjadi modal yang besar untuk sebuah desa. Kekayaan dan kehidupan bermula semuanya dari desa yaitu beras, ikan sayur dll yang menjadi pokok kehidupan manusia sehari-hari baik yang tinggal didesa dan kota.

Desa menjadi dasar keberlangsungsan kehidupan tanpa desa perekonomian kita akan lambat bahkan mati, selain tumbuhan dan peternakan bahwa desa juga menyimpan kekayaan yang banyak termasuk tambang emas dan tembaganya yang menjadi simbolis kekayaan bagi masyarakat kota.

Pemuda juga berfungsi sebagai agent controlling dalam mengawasi pembangunan dan mengontrol pembangunan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah desa, dengan demikian pemuda harus paham ilmu hukum jika terjadi penyelewanan pemerintah desa, namun apa yang terjadi di daerah kita sendiri tanpa ilmu pengetahuan masyarakat akan dibodohi yang mempunyai kepentingan dengan demikian masyarakat yang mempunyai anak harus menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya.

Demikianlah ungkapan Bung Karno berkata beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai sumpah pemuda, selamat hari ultah yang ke-92 bagi pemuda se Indonesia. Pertanyaan selanjutnya apa yang di harapkan dari pemuda itu, yang diharapkan dari pemuda adalah semangat inovasi dan dan kreasi sehingga mampu mengubah keadaan.

Sebagai pepatah India “hormatilah orang dan sayangilah pemuda” kenapa karena di dalam diri orang tua ada pengalaman sementara dalam diri pemuda ada kekuatan. Dari konteks Madina, apa ada kekuatan pemuda itu sendiri kemudian membanggakan sebagai pemuda. Selayaknyalah pemuda ikut andil dalam pembangunan masyarakat dengan mengkontrol dana-dana itu sesuai dengan fungsinya. Apakah sudah seperti itu atau bertolak belakang dengan itu. Semoga pemuda madina menjadi lebih jauh kedepannya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengolahan limbah Martabe kurang sosialisasi

    Pengolahan limbah Martabe kurang sosialisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – PT Agincourt Resources yang melakukan pertambangan emas di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dinilai kurang mampu menyosialisasikan program pengolahan limbah, sehingga mendapatkan protes dan perlawanan masyarakat. “Sosialisasinya kurang. Parahnya lagi, pihak perusahaan kurang arif menyikapi aspirasi masyarakat,” kata anggota DPRD Sumut Pasiruddin Daulay yang melakukan reses di Tapanuli Selatan ketika […]

  • LBH: Judi sulit diberantas

    LBH: Judi sulit diberantas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Salah satu program yang belum tuntas dilakukan pihak kepolisian ialah pemberantasan judi di Indonesia. Baru-baru ini Wakil Wakapolri, Nanan Soekarna meginstruksikan masing-masing Polda harus mengambil tindakan tegas memberantas praktik perjudian. Perjudian yang sedang merebak di Indonesia ialah judi toto gelap (togel). Penjual togel bertebaran di mana-mana. Penggemarnya tidak terlepas orang tua dan anak […]

  • Kisruh DPRD Madina Kian Panas

    Kisruh DPRD Madina Kian Panas

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Ketua Dewan Kena Mosi Tidak Percaya PANYABUNGAN, Kisruh di DPRD Madina kian memanas, sebanyak 26dari total 40 jumlah angota DPRD Madina melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Dauay, SH. Mosi itu disampaikan disela rapat paripurna DPRD Madina,Jum’at (27/1) tentang pembahasan program DPRD Madina Tahun 2012 yang dipimpinWakil Ketua DPRD […]

  • Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): sudah seperti tradisi, setiap jelang hari hari besar agama, harga sejumlah kebutuhan pokok pun mulai naik di pasar pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ). Jelang Idul Adha 1444 H Saat ini harga kebutuhan pokok yang naik yakni jenis bawang. Di pusat pasar baru panyabungan terpantau, harga bawang merah saat ini […]

  • Terkait Sipir Tahaman Aniaya Pelajar di Natal, Imam Suyudi Serahkan Proses Hukum Anggotanya Pada Polisi

    Terkait Sipir Tahaman Aniaya Pelajar di Natal, Imam Suyudi Serahkan Proses Hukum Anggotanya Pada Polisi

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Menanggapi adanya oknum Sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Natal, Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ), Sumut yang melakukan tindakan kekerasan terhasap seorang pelajar Sekolah Dasar di Natal dan kasus nya sudah di tangani Polisi, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Sumatera Utara Imam Suyudi mengaku menyerahkan proses hukum […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

expand_less