Kamis, 10 Sep 2026
light_mode

Milad Madina Yang Menyatukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
  • print Cetak

Sidang paripurna DPRD Madina memperingati ulang tahun (milad) Kabupaten Mandailing Natal ke-15 kali ini merupakan perhelatan yang penuh makna. Milad ini ini dapat dikatakan sebagai salah satu momen menyatunya semua pihak dalam satu titik yang sangat berarti bagi dinamika Madina ke depan.

Betapa tidak, kehadiran salah satu tokoh penting penggagas pembentukan Kabupaten Mandailing Natal hadir di milad Madina ini, yakni H. Pandapotan Nasution, SH. Sejak dulu semua telah mengetahui bahwa Pandapotan merupakan figur utama yang melang melintang penuh perjuangan berliku serta pengorbananan bagi lahirnya kabupaten ini pada era tahun 1990-an.

Dan semua juga menyaksikan bahwa sejak HUT ke-1 hingga HUT ke-14 Madina, tak pernah ada satu lembar undangan pun kepada Pandapotan Nasution. Seolah jasanya yang besar dilupakan begitu saja, tak ada penghargaan. Tentu itu merupakan kepiluan bagi kita, bagi sejarah Madina.

Tetapi akhirnya kepiluan itu terobati manakala Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution secara khusus mengundang Pandapotan Nasution menghadiri HUT Madina ke-15 ini. Bukan saja untuk hadir, bahkan Pandapotan Nasution didaulat menyampaikan pidato penting tentang liku-liku pendirian Kabupaten Mandailing Natal pada sidang paripurna HUT Madina di DPRD Madina, Senin lalu. Tak cukup, piagam penghargaan juga diberikan kepadanya.

Lalu, milad Madina kali ini pun menjadi penuh makna, karena hadirnya tokoh-tokoh penting Madina. Dan ini merupakan satu langkah yang teramat bagus bagi menyatunya kembali semua pihak dalam satu bingkai kebersamaan. Dimana juga hadir mantan bupati Amru Daulay, para mandat Sekda serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Gambaran menyatunya pihak-pihak ini, menurut hemat kami merupakan satu situasi yang sangat penting bagi kesinergisan dan kekondusifan Madina ke depan, dimana situasi kondusif merupakan salah satu modal utama bagi kekuatan pembangunan suatu daerah.

Tak hanya itu, buah fikiran dan aura semangat dari para tokoh-tokoh penting tersebut juga diyakini menjadi salah satu modal besar bagi perjalanan pembangunan Madina ke depan.

Selama ini Madina begitu banyak menghadapi dilema akibat konflik yang tak habis-habisnya menyebabkan konsentrasi pemerintah daerah berkurang pada dinamika pembangunan itu sendiri.

Akhir kalam, semoga milad Madina tahun ini membawa perubahan yang besar dan terbaik bagi perjalanan Mandailing Natal serta rakyat Madina ke depan. Imada.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp10 triliun tambahan dana BOS SMA

    Rp10 triliun tambahan dana BOS SMA

    • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menganggarkan dana Rp10 triliun untuk menambah anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA). “Itu kita perkirakan sekitar Rp10 triliun, untuk BOS Sekolah Dasar (SD)-Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu Rp23 triliun,” ujar Menteri Pendidikan M Nuh, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, hari ini. […]

  • Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011. “Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. […]

  • Perceraian, Rapuhnya Ikatan Rumah Tangga di Negara Sekuler

    Perceraian, Rapuhnya Ikatan Rumah Tangga di Negara Sekuler

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Pengadilan Agama Kelas II Tanah Grogot menangani perkara perceraian di Kabupaten Paser selama 2024 sebanyak 507 perkara, terdiri dari cerai gugat dan cerai talak. Jumlah perkara ini meningkat dibanding 2023 yang hanya 497 kasus. “Penyebab perceraian bermula dari pertengkaran antara suami-istri. Selain itu permasalahan ekonomi, perselingkuhan, dan masih lainnya,” kata […]

  • Tindak Lanjut LHP Ombudsman. Bupati Madina Cabut SK Hukuman Rahmad Daulay Tapi Langsung Nonaktifkan Lagi

    Tindak Lanjut LHP Ombudsman. Bupati Madina Cabut SK Hukuman Rahmad Daulay Tapi Langsung Nonaktifkan Lagi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal resmi mencabut hukuman disiplin terhadap Rahmad Daulay, ST dan mengaktifkan kembali jabatannya sebagai Inspektur Daerah. Namun di hari yang sama, Bupati Madina juga menerbitkan SK pemberhentian sementara dan memindahkannya jadi Penelaah Teknis Kebijakan di Disnaker. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Perwakilan […]

  • Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Muslimat NU Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sahata (sepakat) pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan itu dilanjutkan. Hal itu mereka sampaikan ketika mendengarkan orasi politik calon wakil bupati Madina nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution di Desa Widodaren, Senin (21/10/2024). “Pembangunan di pantai barat cukup masif […]

  • TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Saya takut, tidak punya pilihan kecuali melayani ketiga polisi itu.” Seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKI perempuan berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. New Strait Times, Sabtu 10 November 2012, memberitakan, TKI itu mengaku sebelum diperkosa tengah berjalan-jalan di wilayah […]

expand_less