Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan
Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang.

Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang
warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan.
Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau
membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan,
meminta agar kembali membuat laporan ke Polsek tersebut.

Padahal, ketika unjuk rasa ratusan warga Desa itu di depan kantor DPRD
Labusel, Rabu 8 Desember 2010 barusan, disebut-sebut salahseorang
warga diduga telah diculik oknum yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan dari Kecamatan Baganbatu, Rokan Hilir-Riau. Dan, pihak
Polsek Bagan Sinembah dituding telah menolak laporan warga. Itu sesuai
ungkapan Arbaniah br Hasibuan (31), seorang warga Desa Sei Meranti
yang mengakui suaminya Wisman Situmorang (35) diculik oleh sekelompok
orang mengaku sebagai oknum Polhut. Dan diperkuat keterangan Kepala
Desa setempat yang mengatakan pihak aparat hukum disana, tidak
menerima laporan dan pengaduan yang dilakukannya ke
pihak Polsek. “Coba temukan korban ke Polsek. Kapan Melapornya,” ujar
Kompol Rudi Samosir Kapolsek Bagansinembah, Kamis 9 Desember 2010 ketika
dikonfirmasi via selular.

Hal itu disebutkan Rudi dalam pesan singkatnya, agar didapat kebenaran
yang ada. Sebab, tambahnya, pihaknya tidak ada sama sekali menerima
warga yang ingin membuat laporan terkait hal itu. “Mana yang benar
dulu. Karena setahu saya tidak ada,” ujarnya diakhir pesan singkat
selularnya.

Sedangkan versi Arbaniah dalam aksi di gedung DPRD Labusel sebelumnya
mengungkapkan, suaminya Wisman Situmorang telah dijemput paksa oleh
segerombolan pria yang menyandang senjata dan menggunakan mobil patrol
Polhut di Baganbatu-Riau, dirinya membuat laporan ke pihak Polisi.
Namun, ditolak. Kejadian itu, lanjutnya, ketika 28 November yang lalu.
“Hingga saat ini, saya tidak tau bagaimana nasib suami saya yang
diculik oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan,” katanya di depan kantor DPRD Labusel dengan pengeras
suara.

Hal itu diperkuat oleh keterangan Kepala Desa Sei Meranti, Surbakti
yang turut dalam aksi ratusan warga tersebut mengharapkan kepada DPRD
agar dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dialami warga.
“Ibu Arbainah sempat membuat laporan. Tapi, tak ditanggapi,” kata
Surbakti.

Sementara itu, pihak Legislatif Labusel mengakui hal penculikan akan
menjadi prioritas bahasan kalangan wakil rakyat setempat. Hasil
audensi yang dilakukan warga dengan DPRD Labusel menyimpulkan bahwa
permasalahan yang dialami oleh Arbainah merupakan permasalahan yang
prioritas yang selanjutnya permasalahan penembakan warga dan legalitas
tanah agar sesegera mungkin diselesaikan dan tidak menimbulkan
permasalahan kembali. “Ibu kami minta untuk membuat laporan ke pihak
kepolisian dan kami akan mendampingi,” kata Zainal Harahap Wakil Ketua
DPRD Labusel.

Penculikan itu sendiri, menurut Arbaniah membuat dirinya mengalami
kedukaan. Karena, aksi SPORC itu, dirinyapun sempat mendapat pukulan
di dada yang dilakukan seorang oknum Polhut. Itu, katanya, karena
mempertanyakan dan mencoba untuk membela suaminya dari tindakan arogan
orang-orang yang menculik suaminya. Bahkan, dia juga mendapat
tendangan sekelompok Polhut dari atas mobil dinas yang digunakan
ketika akan membawa suaminya ketika itu.(fh)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, (MO) – Pemkab Madina menghentikan program tanggap darurat penanganan banjir bandang yang melanda Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Nagajuang belum lama ini.  “Sesuai surat Bupati Madina tertanggal 14 Februari lalu, waktu tanggap darurat berakhir 27 Februari. Semua aktivitas di posko akan kita tarik mulai hari ini,” kata Risfan Juliardy Hutasuhut ST Kepala Badan Penanggulangan […]

  • Kios Pasar Baru Panyabungan

    Kios Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kosong : Kios Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal banyak yang kosong/tutup. Hal in i dikarenakan minimnya pembeli di Pasar ini. (MOL)

  • Musrenbang Madina Sinkronkan Program Usulan Pembangunan

    Musrenbang Madina Sinkronkan Program Usulan Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Untuk melahirkan sebuah percepatan dan perluasan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal melalui Badan Perencanaan Daerah selenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten. Musrenbang Kabupaten Mandailing Natal tahun 2016 ini mengangkat tema Percepatan Pengentasan Desa Tertinggal dan Terpencil Dengan Didukung Pembangunan Infrastruktur Ekonomi dan Sosial Budaya […]

  • Polri: Pilkada Langsung Lebih Rawan

    Polri: Pilkada Langsung Lebih Rawan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usulan penghapusan kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) menangani sengketa pemilukada serta penolakan MA kembali menangani sengketa Pemilukada membuat wacana penghapusan pemilukada langsung mencuat. Sejumlah pihak menilai pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD juga berimbas pada potensi kerusuhan horizontal akibat bentrokan massa pendukung calon-calon yang berlaga. Mabes Polri mengakui pemilihan kepala daerah melalui pilkada langsung […]

  • Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Mabes Polri melansir angka kecelakaan melonjak pada H-5 Lebaran yang jatuh pada Sabtu (3/8) lalu. Pada hari tersebut, tercatat sedikitnya 125 kasus kecelakaan fatal. Hal itu tampak dari jumlah korban meninggal yang mencapai 48 orang. Sabtu lalu memang merupakan salah satu puncak masa mudik Lebaran. Sebab, sebagian besar pekerja memulai libur pada hari […]

  • Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah?

    Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah?

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ustaz Nashih Nashrullah Ucapan selamat bukan ritual agama. Pada Selasa (5/11), tibalah masa peralihan tahun baru Hijriyah, dari 1434 menuju 1435 H. Sistem kalender Islam memang bukan sekadar penanggalan biasa. Melainkan, ada banyak hal momentum berharga di baliknya, termasuk soal identitas. Maka, dalam tradisi sebagian kalangan belakangan ini muncul fenomena ritual keagamaan atau sebatas […]

expand_less