Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

NAA bantah Indonesia miliki Inalum 100%

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
  • print Cetak

TOKYO – Pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA) membantah klaim pemerintah Indonesia soal pengambilalihan 100 persen saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

NAA menyatakan proses nasionalisasi Inalum dianggap belum selesai dan tidak benar kalau saat ini 100 persen saham sudah milik pemerintah Indonesia. Demikian diungkapkan seorang eksekutif NAA yang tak mau disebutkan namanya seperti dilansir Tribunnews.com.

“Pemberitaan yang menyatakan 100 persen saham sudah di tangan pemerintah Indonesia sangat tidak benar. Pihak NAA masih memiliki saham di Inalum sebesar 58,9 persen sampai saat ini. Pembicaraan dan negosiasi belum selesai dan kami akan melanjutkan pembicaraan kemungkinan di Singapura minggu depan,” lanjutnya lagi.

Hal itu diungkapkan untuk membantah pernyataan pemerintah Indonesia, yang mengklaim Inalum telah diambil alih 100 persen per 1 November 2013dengan penawaran harga 558 juta dollar AS.

“Soal uang juga sama sekali kita belum setuju dan masih harus banyak dibicarakan lagi dengan berbagai ketentuan lainnya. Jadi bukan soal uang saja tapi soal lain juga masih harus kita negosiasikan dengan Indonesia,” lanjutnya.

Sumber itu juga belum mau bicara lebih lanjut mengenai hal lain terkait pengambilalihan Inalum. “Pada pokoknya, semua masih harus dibicarakan, dilanjutkan dan kita siap bicara dan negosiasi terus sampai dengan kedua pihak sepakat pada satu titik yang sama.”

Selain itu sumber juga mengungkapkan bahwa karyawan NAA sama sekali tak diperkenankan masuk bekerja lagi di Inalum per 1 November terlebih yang warga negara Jepang,

“Kami sih tidak mau bertengkar dengan pihak Indonesia. Mungkin dititipkan pesan ke bagian keamanan agar orang Jepangnya jangan diperbolehkan masuk,” lanjutnya lagi.

Jadi masih banyak yang harus kita verifikasi mengenai perkembangan terakhir Inalum saat ini dengan pihak Indonesia dan sekali lagi sama sekali tidak benar kalau 100 persen saham Inalum telah dipegang oleh pihak Indonesia dan kami pun di Jepang sama sekali belum terima uang apa pun dari Indonesia, tekannya lebih lanjut.

Sumber itu juga berharap pertemuan minggu depan dapat membuka jalan lebih lanjut mengenai kasus Inalum ini dan berharap bisa diselesaikan baik-baik, tak perlu sampai ke arbitrase internasional.(tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dikira Raib, Ternyata Mobil Dinas Wakil Bupati Madina Rusak, Sparepart Inden ke Singapura

    Dikira Raib, Ternyata Mobil Dinas Wakil Bupati Madina Rusak, Sparepart Inden ke Singapura

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – dikira mobil Wakil Bupati Mandailing Natal  Atika Azmi Utami raib karena sejak 3 bulan terakhir tak lagi di pakai untuk menujang kegiatannya dan ternyata, mobil yang tergolong baru tersebut mengalami kerusakan dibagian deksel dan sekarang sedang perbaikan di Medan. Kepala Bagian Umum Sekretatiat Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) […]

  • QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Ditengah naik turunnya roda perekonomian masyarakat saat ini, berbagai manuver dilakukan pemerintah guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Semua didesign canggih berbasis online, begitupun transaksi perbankan dan pembayaran pajak, walaupun pruduk yang dikeluarkan Bank Indonesia kali ini cukup canggih namun kenyataannya tak secanggih pemasukan rakyat. Wali Kota Medan […]

  • Permintaan Hewan Qurban di Madina Berkurang

    Permintaan Hewan Qurban di Madina Berkurang

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hinga sepekan menjelang hari Raya Idul Adha permintaan hewan qurban masih rendah dibanding masa yang sama tahun lalu di Mandailing Natal (Madina). Kondisi ini menurut pedagang hewan, akibat pereknomian masyarakat sedang turun. Abdul Hakim penjual hewan qurban kepada wartawan, Senin (21/9/2014) di lokasinya, Lintas Timur, Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan mengatakan […]

  • Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Seorang yang berniat mencuri melarikan diri setelah berhasil membongkar gudang Kantor kepegawaian Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal di Komplek Perumahan Cemara Madina, Senin (10/1) sekitar pukul 12.00 Wib. Niat pelaku untuk mencuri di gudang Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Madina tersebut diketahui oleh salah seorang wanita yang bernama Ropikoh yang tinggal di sebelah gudang tersebut. […]

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Akhirnya Harimau Peneror Manusia Ditangkap

    Akhirnya Harimau Peneror Manusia Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 4 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga Desa Hatupangan dan Desa Bangkelang Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal akhirya berhasil menangkap seekor harimau Sumatera, Minggu (4/3/2018). Penangkapan ini mengakhiri teror harimau yang menghantui warga kawasan Batang Natal sebulan terakhir. Harimau itu sempat menerkam seorang warga Hutapangan bernama Arkat pada pertengahan Pebruari lalu di kawasan hutan dan […]

expand_less