Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pelayanan publik masih jadi keluhan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Masih banyak warga di Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Amplas mengeluh terhadap buruknya pelayanan publik untuk mengurus akta lahir dan perekaman e-KTP. Hal ini disampaikan warga sewaktu Ketua DPRD Medan, Amiruddin melakukan reses di Medan Amplas, kemarin.

Amiruddin mengakui selain mengeluh terkait pelayanan publik yang diberikan Pemerintah Kota (Medan) Medan, masyarakat juga kecewa terkait sulitnya mendapatkan akses kesehatan gratis yang sudah diprogramkan oleh pemerintah.

Saat melakukan reses itu, lanjut Amiruddin seorang warga langsung mengadu terkait pelayanan kesehatan kepada bapak (Amiruddin-red) karena mereka kecewa dengan kesehatan gratis yang belum bisa mereka nikmati.

“Katanya ada biaya berobat gratis, tapi masyarakat seperti kami masih susah sekali untuk memperolehnya. Kami mengharapkan bapak (Amiruddin-red) menyampaikan hal ini kepada pemerintah,” kata Amiruddin yang mengulang perkataan masyarakat Suhartini kepada wartawan, hari ini.

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan persoalanyang perbaikan drainase yang selama ini tidak luput jadi perhatian masyarakat. Namun persoalan itu langsung sampaikan warga karena ada perwakilan Dinas Pekerjaan Umum yang hadir dalam reses tersebut.

Tidak hanya itu, masyarakat Medan Amplas juga sudah sejak lama mengeluhkan penyaluran listrik. Hal ini sangat penting untuk dipertanyakan terkait suplai arus listrik di Medan Timur.

Untuk itu, kata Amiruddin yang juga politisi Partai Demokrat akan mendesak Pemko Medan untuk segera memperbaiki keluhan yang dialami warga karena selama ini DPRD Medan banyak menyetujui anggaran yang besar untuk dialokasikan perbaikan drainase dan kesehatan.

“Ini harus segera menjadi catatan penting bagi Pemko Medan. Aspirasi warga harus segera disahuti,” tegasnya.

Dia juga mengharapkan kedepannya peran aktif masyarakat untuk melaporkan pegawai pemerintahan atau kepala lingkukngan yang dianggap menyimpang dari tugasnya. Dia juga menyarankan masyarakat untuk melaporkanlaporkan ke pihaknya jika ada oknum yang melakukan penyimpangan ata melakukan pungutan liar.

Amiruddin mengakui senang terkait reses yang dilakukan di Medan Amplas mengingat daerah tersebut adalah daerah pemilihan dan masyarakat Medan Amplas juga aktif melakukan dialog serta memberikan informasi. “Mudah-mudahan keluhan masyarakat ini bisa kami tindak lanjuti sebagai evaluasi kinerja kita semua,” ujarnya.

Seperti diketahui, Amiruddin melakukan reses di halaman Kantor Yayasan Madya Insani Jalan Bajak V Gang Bahagia, Medan Amplas, Sabtu (31/12) yang dihadiri para kaum masyarakat khususnya ibu rumah tangga dan mahasiswa. Namun, tidak terlihat unsur kelurahan dan kecamatan Medan Amplas.(wasr)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembukaan Jalur Madina-Palas Harus Dilanjutkan

    Pembukaan Jalur Madina-Palas Harus Dilanjutkan

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Desa-desa di Kecamatan Panyabungan Tumur meminta kelanjutan pembukaan ruas jalan Panyabungan Timur-Palas. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai akan mendongkrak gerak lalaulintas ekonomi Madina jika kelak jalur itu berlanjut menuju pelabuhan Dumai di pantai timur. Pembukaan jalur Madina-Palas melalui Panyabungan Timur telah dibuka […]

  • Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam Sudah hampir dua bulan penuh pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar), tetapi kondisi lapangan menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dinilai lambat. Negara memang hadir dalam menyahuti keinginan dan harapan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor yang telah menelan […]

  • Dukung Program Hatinya PKK, Pemkab Madina Dorong P2L

    Dukung Program Hatinya PKK, Pemkab Madina Dorong P2L

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TAMBANGAN JAE (Mandailing Online) – Dalam rangka mendukung program Hatinya PKK, Pemkab Madina (Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal) melalui Dinas Ketahanan Pangan akan mendorong kegiatan P2L (Pekarangan Pangan Lestari). Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Madina Hj. Eli Maharani Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution saat meninjau lokasi P2L di Tambangan Jae, Tambangan pada Jumat (1/10). Eli Maharani […]

  • Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini masih banyak masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang belum memahami lingkup tugas Tim Investigasi Daerah yang melakukan investigasi pasca peristiwa dugaan paparan zat beracun di lokasi PT SMGP 6 Maret 2022. Akibanya muncul simpang siur penilaian masyarakat terhadap kinerja Tim Investigasi Daerah yang dibentuk Pemkab Madina dan […]

  • Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sudah lebih dari sepekan para nelayan di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) tidak melaut akibat cuaca buruk dan musim badai. “Sehingga banyak nelayan yang menggangur,” ungkap Hasmar, seorang nelayan di Kecamatan Muara Batang Gadis kepada waratawan, Minggu lalu (13/10/2013). Hasmar mengatakan, akibat situasi cuaca badai atau angin barat, […]

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Petinju ternama Indonesia Chris John akhirnya memutuskan gantung sarung usai mengalami kekalahan dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, “Setelah 10 tahun mempertahankan gelar juara dunia, sekarang sudah waktunya bagi saya untuk menggantungkan sarung tinju” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini. Pria berusia 34 tahun ini juga menyatakan tidak kecewa kehilangan gelar […]

expand_less