Kamis, 5 Nov 2026
light_mode

Pemekaran Sumtra dan Pantai Barat Mandailing Solusi Sejahterakan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
  • print Cetak
Saparuddin Haji Lubis (Akong)

Saparuddin Haji Lubis (Akong)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana pembahasan kembali RUU pemekaran Daerah Otonomi Baru di Sumatera Utara sangat didukung oleh tokoh masyarakat di Tabagsel.

Karena salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masuk pada Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut adalah Kabupaten Pantai Barat Mandailing dan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra).

Pemekaran DOB ini akan membawa manfaat besar terhadap percepatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Namun, perlu dicermati, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembentukan DOB itu harus melalui ‘Daerah Persiapan’.

Tokoh masyarakat di Madina, Saparuddin Haji Lubis kepada wartawan, Senin (29/2) mengatakan, terlepas dari berbagai persoalan yang jadi kendala hingga sekarang, sesungguhnya DOB bertujuan mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga meminta supaya pembentukan atau pemekaran DOB ini agar segera terwujud dan tidak hanya ‘lip service’ saja, apalagi wacana pembentukan DOB ini sudah bergulir sejak beberapa tahun namun sampai sekarang belum juga terealisasi.

“Pada prinsipnya, pembentukan Daerah Otonomi Baru bertujuan guna mempermudah akses pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalau tujuannya untuk menyejahterakan rakyat, kenapa tidak. Saya yakin, kita semua menginginkan kemajuan itu, karena itu kita sangat mendambakan pembentukan DOB di Sumatera Utara khusus di Tabagsel yaitu provinsi Sumtra dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing segera terwujud. Dan kita sangat mengapresiasi kebijakan Dirjen Otda Kemendagri yang ingin merealisasikan keinginan kita selaku masyarakat di daerah, tentu kita mengingatkan supaya ini tidak hanya ‘lip service’, yang kita inginkan adalah tekad dan keinginan bersama supaya dapat segera terwujud,” kata pria yang familiar disapa ‘Akong’ itu.

Akong menjelaskan, pemekaran suatu DOB bermanfaat mendekatkan layanan pemerintah kepada rakyat serta mempermudah jangkauan pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam kondisi geografis yang sulit dijangkau pemerintah daerah.

Selain itu, pemekaran DOB bermanfaat secara langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan, misalnya program pembangunan infrastruktur yang objektif dan tepat sasaran, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta sosial dan budaya.

“Dengan kondisi sekarang kita lihat, lima kabupaten/kota se Tabagsel, ketika berurusan dengan pemerintah provinsi harus menempuh perjalanan satu malam menuju Medan, tentu membutuhkan biaya yang besar dan banyak waktu yang terbuang. Begitu juga dengan masyarakat Pantai Barat Mandailing yang berurusan administratif ke Pemkab Madina, butuh waktu tempuh dan akses yang sulit untuk tiba di Panyabungan. Belum lagi aspirasi masyarakat yang sulit ditampung pemerintah daerah apabila jangkauan daerahnya sangat luas seperti di Madina. Kondisi inilah yang mendasari pemikiran kita bersama mendukung pembentukan DOB Pantai Barat Mandailing dan Sumtra,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Madina itu, DOB dalam rangka percepatan pembangunan di daerah melalui penyediaan pelayanan publik yang lebih intens dan lebih baik dalam wilayah kewenangan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi penduduk lokal, yaitu melalui perbaikan kerangka pembangunan ekonomi daerah berbasi potensi lokal, penyerapan tenaga kerja lebih luas, baik di instansi pemerintahan maupun instansi swasta.

“Sehingga pemekaran DOB mampu menjawab tingkat kemiskinan, pengangguran, serta memajukan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi kesenjangan sosial. Sangat mudah melihat fakta ini, apabila kita ambil sampel bisa melalui angket kepada masyarakat, saya yakin hampir setengah dari jumlah penduduk di daerah kita ini penghasilannya di bawah rata-rata UMP atau UMK yang diterapkan pemerintah. Dengan adanya pemekaran DOB, akan membuat jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat semakin efektif dan efisien karena masyarakat dapat langsung memperoleh pelayanan aparatur pemerintah. Kemudian faktor kualitas pelayanan juga otomatis akan meningkat, karena pemerintahan otonomi itu secara langsung mengurus daerahnya dengan ketersediaan anggaran dari pusat. Dengan adanya pemekaran DOB itu, ketersediaan pelayanan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, transportasi dan komunikasi, kependudukan dan lainnya akan mengalami peningkatan secara kualitatif maupun kuantitatif,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai substansi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana dijelaskan, bahwa pembentukan DOB harus melalui ‘Daerah Persiapan’ atau DOB persiapan, dan itu telah disetujui oleh Komisi II DPR RI melalui rapat dengar pendapat dengan Dirjen Otda Kemendagri pada hari Sabtu kemarin.

Akong menanggapi, jika memang DPR dan Pemerintah dalam hal ini Mendagri sudah mempunyai kesepakatan harus melalui DOB persiapan, pada dasarnya itu suatu kemajuan.

“Kalau berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 pemekaran harus melalui DOB persiapan, kita sangat mendukung, karena kita juga tidak ingin akibat banyaknya daerah yang menginginkan pemekaran bisa berdampak pada fiskal keuangan negara kita. Namun, pemerintah dan DPR kita harap benar-benar melakukan pertimbangan dan pengawasan yang matang selama DOB persiapan itu berjalan selama tiga tahun, sehingga dalam kurun waktu tiga tahun itu,  DOB persiapan bisa menjadi DOB depenitif bagi yang sudah memenuhi syarat administratif. Dan kita sama-sama mengetahui, calon Kabupaten Pantai Barat Mandailing pada prinsifnya sudah memenuhi persyaratan administratif,” tuturnya.

Peliput : Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

 ,

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOIN CINTA UNTUK RIZKY WASIAH

    KOIN CINTA UNTUK RIZKY WASIAH

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   Beberapa hari yang lalu, lebih kurang pukul 24.15 saya buka akun facebook untuk melihat informasi terkini. Mata saya tertuju kepada judul berita Mandailing Online “Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga”.Seakan tidak percaya, berita itu saya baca kembali. Demi menyambung hidup anaknya, sibapak berkeliling kampung meminta bantuan […]

  • DPRD Tantang Bupati Madina Soal Pembangunan Pro Rakyat

    DPRD Tantang Bupati Madina Soal Pembangunan Pro Rakyat

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) menantang Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyetop pembangunan beberapa rumah dinas camat, rehab kantor BKD, rehab kantor dinas kehutanan dan rehab mesjid agung Nur Ala Nur serta pengadaan mobil dinas. Tantangan ini terkait janji Dahlan Hasan beberapa waktu lalu yang akan tegas mencoret anggaran-anggaran pembanguan yang […]

  • Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nandoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kasus Taipan Djoko Tjandra atau Djoksan Mujur dan Jaksa Pinangki sedang ramai dibincangkan. Pasalnya, masa hukumannya mendapat korting dari hakim Pengadilan Tinggi Jakarta. Pada peradilan tingkat pertama, Djoksan yang bertatus terpidana kasus pengecekan status red notice dan penghapusan namanya dari DPO di Ditjen Imigrasi Kemenkumham, divonis penjara […]

  • Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan. Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba. […]

  • Soal Indomart, Bupati Madina: Agar Pengusaha Taat Aturan

    Soal Indomart, Bupati Madina: Agar Pengusaha Taat Aturan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan penyegelan terhadap toko Indomart di Sipolu-Polu, Panyabungan dilakukan Pemkab Mandailing Natal (Madina) dalam rangka memberikan warning kepada setiap pengusaha agar menaati setiap aturan yang ada. Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution melalui Asisten I Musaddad Daulay, Selasa (4/2/2014) mengatakan penyegelan terhadap toko Indomaret, Jum’at lalu sebagai langkah menertibkan perusahan- perusahaan […]

  • Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan,  PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan, PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pegawai di Dinas Perindustrian Perdagangan Pasar UKM Penanaman Modal Kabupaten Mandailing Natal, dikabarkan mengamuk akibat oknum Bendahara di instasi itu diduga melarikan uang operasional. Peristiwa hari Selasa (28/6/2016) ini mengindikasikan kepemimpinan  di dalam internal Pemkab Mandailing Natal mulai menunjukkan kerapuhan serta merosotnya moralitas para pejabat. Aksi ngamuk para pegawai itu […]

expand_less