Jumat, 31 Jul 2026
light_mode

Pemekaran Sumtra dan Pantai Barat Mandailing Solusi Sejahterakan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
  • print Cetak
Saparuddin Haji Lubis (Akong)

Saparuddin Haji Lubis (Akong)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana pembahasan kembali RUU pemekaran Daerah Otonomi Baru di Sumatera Utara sangat didukung oleh tokoh masyarakat di Tabagsel.

Karena salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masuk pada Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut adalah Kabupaten Pantai Barat Mandailing dan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra).

Pemekaran DOB ini akan membawa manfaat besar terhadap percepatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Namun, perlu dicermati, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembentukan DOB itu harus melalui ‘Daerah Persiapan’.

Tokoh masyarakat di Madina, Saparuddin Haji Lubis kepada wartawan, Senin (29/2) mengatakan, terlepas dari berbagai persoalan yang jadi kendala hingga sekarang, sesungguhnya DOB bertujuan mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia juga meminta supaya pembentukan atau pemekaran DOB ini agar segera terwujud dan tidak hanya ‘lip service’ saja, apalagi wacana pembentukan DOB ini sudah bergulir sejak beberapa tahun namun sampai sekarang belum juga terealisasi.

“Pada prinsipnya, pembentukan Daerah Otonomi Baru bertujuan guna mempermudah akses pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalau tujuannya untuk menyejahterakan rakyat, kenapa tidak. Saya yakin, kita semua menginginkan kemajuan itu, karena itu kita sangat mendambakan pembentukan DOB di Sumatera Utara khusus di Tabagsel yaitu provinsi Sumtra dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing segera terwujud. Dan kita sangat mengapresiasi kebijakan Dirjen Otda Kemendagri yang ingin merealisasikan keinginan kita selaku masyarakat di daerah, tentu kita mengingatkan supaya ini tidak hanya ‘lip service’, yang kita inginkan adalah tekad dan keinginan bersama supaya dapat segera terwujud,” kata pria yang familiar disapa ‘Akong’ itu.

Akong menjelaskan, pemekaran suatu DOB bermanfaat mendekatkan layanan pemerintah kepada rakyat serta mempermudah jangkauan pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam kondisi geografis yang sulit dijangkau pemerintah daerah.

Selain itu, pemekaran DOB bermanfaat secara langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan, misalnya program pembangunan infrastruktur yang objektif dan tepat sasaran, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta sosial dan budaya.

“Dengan kondisi sekarang kita lihat, lima kabupaten/kota se Tabagsel, ketika berurusan dengan pemerintah provinsi harus menempuh perjalanan satu malam menuju Medan, tentu membutuhkan biaya yang besar dan banyak waktu yang terbuang. Begitu juga dengan masyarakat Pantai Barat Mandailing yang berurusan administratif ke Pemkab Madina, butuh waktu tempuh dan akses yang sulit untuk tiba di Panyabungan. Belum lagi aspirasi masyarakat yang sulit ditampung pemerintah daerah apabila jangkauan daerahnya sangat luas seperti di Madina. Kondisi inilah yang mendasari pemikiran kita bersama mendukung pembentukan DOB Pantai Barat Mandailing dan Sumtra,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Madina itu, DOB dalam rangka percepatan pembangunan di daerah melalui penyediaan pelayanan publik yang lebih intens dan lebih baik dalam wilayah kewenangan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi penduduk lokal, yaitu melalui perbaikan kerangka pembangunan ekonomi daerah berbasi potensi lokal, penyerapan tenaga kerja lebih luas, baik di instansi pemerintahan maupun instansi swasta.

“Sehingga pemekaran DOB mampu menjawab tingkat kemiskinan, pengangguran, serta memajukan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi kesenjangan sosial. Sangat mudah melihat fakta ini, apabila kita ambil sampel bisa melalui angket kepada masyarakat, saya yakin hampir setengah dari jumlah penduduk di daerah kita ini penghasilannya di bawah rata-rata UMP atau UMK yang diterapkan pemerintah. Dengan adanya pemekaran DOB, akan membuat jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat semakin efektif dan efisien karena masyarakat dapat langsung memperoleh pelayanan aparatur pemerintah. Kemudian faktor kualitas pelayanan juga otomatis akan meningkat, karena pemerintahan otonomi itu secara langsung mengurus daerahnya dengan ketersediaan anggaran dari pusat. Dengan adanya pemekaran DOB itu, ketersediaan pelayanan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, transportasi dan komunikasi, kependudukan dan lainnya akan mengalami peningkatan secara kualitatif maupun kuantitatif,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai substansi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana dijelaskan, bahwa pembentukan DOB harus melalui ‘Daerah Persiapan’ atau DOB persiapan, dan itu telah disetujui oleh Komisi II DPR RI melalui rapat dengar pendapat dengan Dirjen Otda Kemendagri pada hari Sabtu kemarin.

Akong menanggapi, jika memang DPR dan Pemerintah dalam hal ini Mendagri sudah mempunyai kesepakatan harus melalui DOB persiapan, pada dasarnya itu suatu kemajuan.

“Kalau berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 pemekaran harus melalui DOB persiapan, kita sangat mendukung, karena kita juga tidak ingin akibat banyaknya daerah yang menginginkan pemekaran bisa berdampak pada fiskal keuangan negara kita. Namun, pemerintah dan DPR kita harap benar-benar melakukan pertimbangan dan pengawasan yang matang selama DOB persiapan itu berjalan selama tiga tahun, sehingga dalam kurun waktu tiga tahun itu,  DOB persiapan bisa menjadi DOB depenitif bagi yang sudah memenuhi syarat administratif. Dan kita sama-sama mengetahui, calon Kabupaten Pantai Barat Mandailing pada prinsifnya sudah memenuhi persyaratan administratif,” tuturnya.

Peliput : Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

 ,

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Tuntas Aktor Konflik Warga dengan PT ALM

    Usut Tuntas Aktor Konflik Warga dengan PT ALM

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta penegak hukum agar berupaya maksimal menangkap otak pelaku terjadinya konflik di Kecamatan Muara Batang Gadis antara warga Desa Sukamakmur dengan PT Anugerah Langkat Makmur (ALM). Kasus ini terjadi sebenarnya suatu kekurangan komunikasi antara warga dengan perusahaan dan dinilai sangat mudah untuk […]

  • Nelayan di Pantai Barat Tidak Melaut

    Nelayan di Pantai Barat Tidak Melaut

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir nelayan di wilayah Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina) jarang melaut akibat cuaca yang tidak menentu serta ancaman badai. M. Zailani, nelayan di Kecamatan Batahan kepada wartawan, Senin (24/6/2013) mengatakan, kondisi cuaca tak menentu dan badai membuat para nelayan di wilayah ini tidak bisa melaut mencari ikan. Situasi […]

  • Di Puskesmas Gunung Baringin ISPA 47 orang

    Di Puskesmas Gunung Baringin ISPA 47 orang

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam sepekan terakhir, data pasein kasus ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) mencapai 47 orang yang ditangani Puskemas Gunung Baringin. Rinciannya, jumlah anak-anak sebanyak 21 orang, dewasa 16 orang  dan lanjut usia sebanyak 10 orang. Faktornya ditengarai akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan ini dan juga non asap. Tidak diperoleh data sebulan […]

  • Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

    Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat seekor harimau yang terperangkap dalam jerat babi di Kecamatan Batang Natal? Kini kaki harimau itu sudah diamputasi. Harimau itu diamputasi di Balai Taman Nasional Batang Gadis, Panyabungan, Mandailing Natal oleh tim dokter dari Medan. “Tim dokter yang merawat harimau memutuskankan untuk mengamputasi kaki depan sebelah kanan, guna memutus penyebaran […]

  • H. Awaluddin, Galakkan Santunan Jompo dan Yatim

    H. Awaluddin, Galakkan Santunan Jompo dan Yatim

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal dari PKS, H. Awaluddin terus menggalakkan silaturrahmi sekaligus penyantunan jompo dan anak yatim. Hari ini, Jum’at (12/3/2021) santunan berlangsung di Desa Huta Bargot Dolok, Kecamatan Hutabargot. Penyerahan santunan dipusatkan di rumah Solahuddin Pulungan. Dalam kesempatan tersebut H. Awaluddin menyampaikan bahwa penyantunan anak yatim dan jompo tersebut untuk […]

  • Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebanyak 48 orang ambil bagian dalam perlombaan makan durian yang dilaksananan oleh Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kab, Mandailing Natal dalam rangka  memeriahkan Hari ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal yang ke 16, Senin, (09/3) di arena utama Lokasi pameran pembangunan. (hol)    

expand_less