Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 7)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

Kampung kami itu diapit oleh dua buah gunung merapi aktif, sebelah utara oleh Gunung Sorik Marapi dan Gunung Kulabu di bagian Selatan, Gunung Kulabu itulah yang menjadi hulunya Sungai Batang Gadis yang indah itu.

Dalam seminggu kampung kami  ada satu hari yang disebut hari pasar yaitu hati Sabtu. Kami menyebutnya ari poken. Pada hari pekan itu para pedagang dari berbagai desa sekitar bahkan dari tempat yang sangat jauh, ikut mengais rejeki. Para saudagar datang dengan kenderaan sendiri,  sementara barang dagangan diangkut oleh kuda dan pedati.

Sehari menjelang hari pasar sudah mulai terasa. Satu dua pedati mulai berdatangan. Menjelang subuh makin meriah dengan bunyi tilnong tilnong suara kalung kerbau membangunkan warga yang berdiam sepanjang kiri kanan jalan menuju pasar.

Mereka memarkirkan pedati tidak jauh dari pasar. Aroma  kerbau dan sapi mulai terasa. Beberapa sais pedati duduk duduk berkelompok di kolong pedati, mereka menunggu nasi yang sedang ditanak. Sebentar lagi mereka akan makan bersama.  Sebuah keakraban dan persaudaraan telah mereka perlihatkan.

Selesai makan, kerbau mereka giring ke sungai untuk dimandikan dan sekaligus menyabit rumput.  Tak perlu menambah solar dan ganti oli kawan, cukup memenuhi keranjang rumput saja untuk bekal pulang atau melanjutkan perjalanan menuju pekan berikutnya.

Menjelang siang pasar makin ramai, pengunjung mulai menggumpal. Angkutan Sinar Kota, Rosliana,  Usaha Keluarga, Sanggarudang,  Lubuk Raya dan Adianbania tak pernah kosong membawa penumpang.

Hari pekan di bulan Ramadhan memang berbeda dengan bulan bulan biasa. Toko toko kain dan pakaian meraup untung besar.  Maklum untuk persipaan menjelang hari raya. Lebih menyemut lagi nanti pas hari pekan terakhir, sepertinya tak ada ruang untuk bergerak. Disini perlu kewaspadaan, para gerombolan maling pun ambil kesempatan. Sekali waktu ada ibu ibu menangis meraung menjerit jerit, kehilangan dompet. Katanya uangnya yang hilang hasil penjualan kopi yang ia kumpul kumpulkan selama setahun. Eehhh, padahal dompetnya terselip indah di ketiaknya.

Buat kami hari pekan itu adalah hari yang menyenangkan, hari dimana kami mendapatkan uang jajan. Sore nanti kami bisa beli kue bongko untuk bukaan. Hari-hari biasa kami tidak mendapatkannya. Sekedar  untuk ngemil. Cukup kami pergi ke hutan kecil di Bukit Siojo mencari ringkanang atau nangka hasil peraman. Itu pun kalau tidak diambil orang lain lebih dahulu. 

Untuk menghabiskan hari di hari pekan ini, cukup kami bersila di bawah pohon mahoni di depan Pasanggerahan mendengar ocehan tukang obat cacing.  Kami menjadi pendengar terbaik.

Menurutnya tanda tanda anak yang cacingan itu, bila di pagi hari sebelum bangun, kepala si anak ke bawah menempel di kasur,  knalpotnya menghadap ke atas, itu menjadi bukti bahwa si anak sedang cacingan. Jangan lama lamain lagi, segera minum obat. “Cukup makan satu tablet pagi, satu siang dan satu malam, besok pagi cacing akan keluar, kalau tidak keluar berarti bukan cacing, tapi tali timba”, ia menambahkan.

Kaki bisa semutan hanya sekedar ingin mendengar ia mendendangkan lagu “Bujing bujing Panyabungan”.  Bibirna merah rambutna kariting, ise namangida rohana pe mar.…Kalangan sesepuh pasti ingat lagu itu.

Huuuhhh, belum selesai ia berdendang, sudah lanjut lagi jualan obat. Usai jualan, lagupun tidak pernah tuntas.  Dasar tukang obat…

Ada secuil cerita tentang hari pekan di kampung kami di bulan puasa dengan munculnya pasar tandingan yang berlokasi di belakang rumah pemotongan hewan. Orang orang menyebutnya pasar bawah. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampil di Ina Craft, Tenun dan Batik Tapsel Jadi Rebutan

    Tampil di Ina Craft, Tenun dan Batik Tapsel Jadi Rebutan

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dua produk asal Tapanuli Selatan (Tapsel), tenun dan batik yang turut ditampilkan pada Pameran Ina Craft di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu (23/3), menjadi rebutan pengunjung. Kadis Perdagangan dan Koperasi UKM, Achmad Raja Nasution menyampaikan sejak hari pertama tenun dan batik Tapsel sudah banyak terjual. “Bahkan ada yang mau pesan Batik […]

  • Ayah Gauli Putri Kandung

    Ayah Gauli Putri Kandung

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Tersangka cabul terhadap putri kandung, A Laia (36), mengaku menyesal dan mengakui semua perbuatan bejatnya. Pria yang baru setahun merantau dan memboyong keluarganya dari Pulau Nias ke perkebunan PT Torganda di Paluta ini pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun,” jelas Aiptu Kasianna […]

  • Madina Tuan Rumah Popdasu ke-X

    Madina Tuan Rumah Popdasu ke-X

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Kabupaten Madina diamanahkan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) ke-X, pada Juni mendatang. Sebagai tuan rumah, Pemkab Madina melalui Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dispora Budpar) menyatakan telah siap menjadi tuan rumah. Kadispora Budpar, Ansor SPd MM melalui Kabid Keolahragaan, Rahmad Hidayat SPd mengatakan, saat ini pemkab sudah menyiapkan […]

  • Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALUTA (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menegaskan komitnya untuk mereduksi intoleransi dan pragmatisme dengan memperkuat nilai-nilai budaya lokal. “Kita akan meningkatkan pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, termasuk mengedukasi anak-anak usia sekolah dengan falsafah dalihan natolu,” kata Saipullah saat debat publik Pilkada Madina di Hotel Sapadia, […]

  • 80 Atlit Madina ke Popdasu

    80 Atlit Madina ke Popdasu

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina mengirim 80 atlit untuk berlaga di Popdasu. Seluruh atlit itu terbagi dalam 6 cabang, yakni Atletik, Tennis Meja, Pencak Silat, Bola Volly dan Renang. Pekan Olah Raga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) ke XIII Tahun 2018 itu akan berlangsung di Padangsidimpuan dari 21 hingga 28 Juli 2018. Kepala Dinas […]

  • Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemungkinan batalnya perusahaan Afrika, Sasol, disebabkan tidak adanya pasokan batu bara. Perusahaan asal Afrika Selatan, South Africa Coal, Oil, and Gas Corporation (Sasol) diperkirakan batal berinvestasi sekitar US$10 miliar atau setara Rp90 triliun di Indonesia. Kemungkinan batalnya Sasol itu disebabkan oleh tidak adanya pasokan batu bara yang mencukupi dari PT Bukit Asam Tbk. “Sasol sepertinya […]

expand_less