Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pemkab Beri 45 Juta kepada 3 Koperasi, Apakah Efektif?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
  • print Cetak

Sejumlah kaum ibu anggota Koperasi Produsen Wanita Mandiri, Desa Huta Padang Kecamatan Ulupungkut, memeras kedelai dalam proses pembuatan tahu, pekan lalu.

Koperasi ini dibentuk bulan lalu oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Penanaman Modal Koperasi UKM Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dua koperasi lain juga dibentuk bersamaan, yakni Koperasi Aek Mais Nauli Desa Pastab Kecamatan Tambangan dan Koperasi Produsen Sibanggor desa Sibanggor Jae Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Ketiga desa itu merupakan desa binaan tahun 2013.

Masing-masing koperasi mendapatkan mesin dan peralatan pembuatan tahu tempe serta pemberian bantuan perkuatan modal sebesar 15 juta rupiah per koperasi.

Akankah ketiga koperasi ini bisa maju atau akan bubar setelah modal uang bantuan pemkab habis? Seperti koperasi-koperasi dadakan lain di Madina yang tak bertahan lama? Hanya waktu yang akan menjawab.

Sejumlah kalangan menilai bantuan-bantuan modal yang diguyurkan pemkab selama ini selalu salah orang alias tidak tepat sasaran sehingga begitu kandas modal bantuan maka bubarlah kelompok itu.

Di sisi lain, birokrasi pemerintah juga dinilai belum keluar dari pola lama yang hanya bertangungjawab secara administrasi, bukan pertanggungjawaban secara output. Artinya, hanya memfokuskan tanggungjawab bahwa dana negara itu sudah disalurkan kepada koperasi atau kelompok Anu. Soal, usaha koperasi/kelopok si Anu itu lanjut atau tidak bukan urusan.

Bagaimana sikap pemkab Madina soal ini? Kadis Perindag Kop UKM Madina, Lismulyadi bersama Kabid Koperasi UKM, Erman Gappar Nasution dan Kabid Perindustrian Hermansyah Lubis kepada wartawan, Jum’at (13/9/2013) lalu akan membina ketiga koperasi itu di masa-masa mendatang agar tidak bubar.

“Usai kita serahkan peralatan, mesin dan modal juga diberikan pelatihan tata cara berkoperasi, usaha koperasi, dimana jenis kegiatan sementara yaitu pembuatan tahu tempe pada masing-masing koperasi, yang kita latih untuk menjadi tenaga ahlinya 10 orang dari anggota koperasi tersebut,” ucap Lismulyadi.

“Semua kebutuhan untuk koperasi, baik badan hukum, alat, pelatihan dan permodalan telah diberikan sehingga 3 koperasi ini sudah siap beroperasi dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

“Kedepannya dalam rangka efektifitas dan jalannya koperasi akan dilakukan pendataan, pembianaan, maupun memberikan arahan bagi koperasi yang kita lihat kurang eksis, sehingga program koperasi di Mandailing Natal berjalan dengan baik bermuara pada meningkatnya eknomi anggotanya,” katanya lagi.

Editor : Dahlan Batubara
Bahan : Maradotang Pulungan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis akan menanggung biaya pengobatan Linda Sari (50 tahun) warga Kelurahan Kayujati yang dibacok oleh Agustinus, anak kandung korban. Hal itu disampaikan Erwin ketika menjenguk korban di RSUD Panyabungan, Senin (21/3). “Saya yang akan menanggungnya (biaya perobatan-red). Saya dengar tidak memiliki BPJS, jadi kasihan […]

  • Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengantar redaksi: Berikut ini catatan ringkas yang disusun oleh Askolani Nasution tentang sejumlah tokoh dari Mandailing yang mewarnai dinamika kebangsaan sejak era pertengahan 1800-an hingga awal kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki peran penting di dalam gerak dinamika kebangsaan, baik peran dalam ilmu pengetahuan maupun gerakan kemerdekaan. Mengejutkan, karena semua tokoh-tokoh dalam catatan ini berasal dari satu […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 18)

    MARSIDAO-DAO (episode 18)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung kotu Isya dohot Si Poso mangiutkon amang nia tu bagas ni Si Maramis ima nangkan manaktak sibodak dohot mambongkai arambir nangkan gule markorja ancogot. Dung do mijur tingon bagas, les na tu sibodak namalamun do na adong i bagasan ni roa nia, harana dompak orja i bagas ni […]

  • DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Peredaran narkoba di Sumut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatikan bahkan Wakil Gubernur HT.Ery Nuradi dalam satu kesempatan pernah menyebutkan sudah berada di lampu merah. Pernyataan orang nomor dua ini bukan tanpa alasan mengingat peredaran narkoba sudah menyentuh seluruh sektor kehidupan masyarakat tanpa terkecuali. Mulai dari pejabat yang tertangkap mengkonsumsi narkoba […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

  • Pungli di Jalinsum Sidimpuan-Sipirok Marak

    Pungli di Jalinsum Sidimpuan-Sipirok Marak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    Tapsel –  Pungutan liar (pungli) di Jalinsum Padangsidimpuan-Pargarutan-Sipirok belakangan ini semakin marak. Pihak terkait diminta segera menertibkan pungli tersebut. “Pungli ini sangat meresahkan dan harus segera ditertibkan,” kata Iman (37) salah seorang pengendara kepada Medan Bisnis saat melintas di Jalinsum Sipirok-Padangsidimpuan, Rabu (26/11). Dia menyebutkan, para pengendara roda empat atau lebih, resah akibat maraknya pungli […]

expand_less