Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian I)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Falah Nasution
Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED

Sungai dalam perjalanan sejarah telah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dari manusia awal dibumi sampai kehidupan manusia modern sekarang ini. Sebagian sejarah peradaban dunia berawal dari sungai-sungai. Manusia telah banyak mengukir peradaban di atas sungai dan berawal dari sungai, seperti sungai Kuning di Cina dan sungai Indus di India.

Manusia purba pada masa praaksara sudah memanfaatkan sungai-sungai untuk bertahan hidup dan sumber kehidupan, sehingga hidup di sepanjang aliran sungai menjadi pola hidup manusia purba selain pola hidup di pedalaman pulau. Dalam kehidupan sekarang, sungai tidak hanya sebagai sumber kehidupan lagi, namun telah berubah fungsi menjadi lebih luas, seperti objek wisata dan bahkan hiasan suatu kota di beberapa negara seperti kanal-kanal Kota Amsterdam di Belanda. Di Indonesia pun telah mulai melakukan kebijakan-kebijakan terhadap penataan sungai, salah satunya revitalisai wajah baru kali Krukut di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta. Semua itu membuktikan bahwa sungai-sungai benar menjadi daerah peradaban manusia, baik manusia awal maupun manusia sekarang, walaupun berbeda konteks.

Berdasarkan penjelasan di atas, jika dilihat ke belakang, sungai-sungai telah dimanfaatkan manusianya pada saat itu. Misalnya dua sungai di pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara, yaitu sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal. Di mana kedua sungai ini bertemu dalam satu muara. Sungai ini sudah memberikan manfaat besar bagi manusianya, seperti penjelasan sebelumnya, bahwa kedua sungai ini pun telah menjadi peradaban manusia pada masa lalu dan sekarang ini.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Letak Geografis

Sungai Batang Gadis merupakan salah satu sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan sebutannya. Sungai dengan panjang dan lebar paling besar dari semua sungai yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Sungai ini memiliki panjang 180,00 km dengan lebar 65 m. Sedangkan sungai Batang Angkola berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan hulunya terdapat di daerah Pegunungan Bukit Barisan di daerah Sipirok. Sungai Batang Angkola bermuara ke sungai Batang Gadis di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Perdagangan dan Sumber Emas

Dalam buku Menuju Sejarah Sumatra: Antara Indonesia dan Dunia karya Anthony Reid (2011), Sumatera adalah sebuah pulau yang memiliki kekhasan tersendiri dari pada pulau-pulau lain di Indonesia bahkan di dunia, karena kekayaan alam, memiliki rahasia harta, dimana Sumatera disebut tanah emas pengawal gerbang menuju semua harta di Asia Tenggara, serta Sumatera yang memiliki keindahan alam yang luar biasa tidak kalah dengan pulau-pulau di Indonesia dan masyaraktnya mandiri. Sumatera dalam aspek geografis, daerahnya didominasi pegunungan, bukit barisan, yang semua itu terbentuk karena adanya pergeseran lempeng India yang bergerak ke utara dengan daratan Asia sejak 60 juta tahun lalu.

Berdasarkan penjelasan di atas, daerah Tapanuli Bagian Selatan memiliki kekhasan yang luar biasa sebagai bagian pulau Sumatera. Daerah ini sudah tentu mengambil bagian itu, yaitu terutama pada Sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal dan Sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan, dimana kedua sungai ini memiliki satu muara dan berakhir menuju laut barat Sumatera. Kedua sungai dalam sejarah peradaban manusia telah disinggung bahwa kedua sungai ini telah dijadikan sebagai sumber emas dan jalur perdagangan pada masa kejayaan perdagangan di Barus, sebuah kota tua di Kabupaten Tapanuli Tengah pada awal ke-2 M namanya sudah disebut dalam sebuah berita. Penyebutan itu berdasrakan berita Claudius Ptolemaeus dalam bukunya menyebut tempat tersebut pada abad ke-2 M dengan sebutan Barousai (Azhari, 2017: 10). Mengingat Barus pada masa itu telah menjadi sebuah bandar perdagangan internasional antara orang-orang Tamil, China, Arab. Jenis komoditi yang diperjualkan kapur barus (kamper) dan kemenyan.

Barus merupakan kota kuno diyakini penamaannya berasal dari komoditi utama yang diperdagangkan, yaitu kapur barus. Keberadaan kapur barus (kamper) kawasan ini kemungkinan besar yang belakangan menjadi latar belakang penamaan salah satu bandar dagang penting di Pantai Barat Sumatera yaitu Barus (Azhari, 2017:10). Hasil bumi tersebut merupakan berasal dari dataran tinggi Tapanuli, termasuk Tapanuli Bagian Selatan, dikarenakan jenis tanaman itu banyak tumbuh di dataran tinggi dan curam. (bersambung ke bagian II)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis akan menanggung biaya pengobatan Linda Sari (50 tahun) warga Kelurahan Kayujati yang dibacok oleh Agustinus, anak kandung korban. Hal itu disampaikan Erwin ketika menjenguk korban di RSUD Panyabungan, Senin (21/3). “Saya yang akan menanggungnya (biaya perobatan-red). Saya dengar tidak memiliki BPJS, jadi kasihan […]

  • Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Mandailing Natal (Kadin Madina) menggelar acara silaturahmi pengurus dan buka bersama dengan anak yatim di resto Lopo Itik, Desa Gunungtua, Panyabungan. Acara silaturahmi ini dihadiri mantan ketua Kadin Sobir Lubis, Ketua Kadin Bahran Daulay, Ketua HIPMI Zainal Arifin, Ketua Karang Taruna Zul Kifli dan Presiden Ikatan […]

  • 264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    264 Jaringan Irigasi Akan Diperbaiki di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailingonline) – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Dinas Pertanian terus melakukan gebrakan bekerja sama dengan TNI AD, Senin (9/2/2015). Peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan di Desa Sitinjak, Kecamatan Batang Natal untuk memudahkan petani memperoleh air. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Madina M Taufik Zulhendra Ritonga. Dikatakannya, sebanyak 264 jaringan […]

  • Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    Sekda Madina Hadiri Penamatan 608 Santri Musthafawiyah Purba Baru

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)-  Pondok‎ Pesantren Musthafawiyah Purba Baru  di Mandailing Natal menamatkan 608 santri tahun pelajaran 2015/2016. Acara pelepasan berlangsung Rabu (18/5/2016) di halaman pesantren. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis hadir di acara itu mewakili pemerintah daerah. Mudir Ponpes Musthafawiyah, H.Musthafa Bakri Nasution dalam pidatonya menyebutkan jumlah santri kelas VII secara keseluruhan berjumlah […]

  • Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (mandailing Online) – Sebanyak 14.802 pelamar CPNS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (21/10) mulai mengambil kartu ujian di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paluta. Pengambilan nomor akan berlangsung mulai 21 hingga 25 Oktober. Di hari pertama ini ribuan pelamar memadati kantor BKD sehingga panitia terpaksa meminta bantuan Dishub, Satpol PP dan juga […]

  • Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas  – Sedikitnya 20 personel atau satu pleton satuan Brimob Padang Sidimpuan dipimpin Danton Brimob Ipda Maratoga, memantau situasi dan perkembangan yang terjadi di lahan konflik seluas 300 antara masyarakat Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa dengan PT Victorindo Alam Lestari (VAL) Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Minggu (14/12) lalu. Pantauan MedanBisnis di lokasi konflik, kehadiran […]

expand_less