Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian I)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Falah Nasution
Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED

Sungai dalam perjalanan sejarah telah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dari manusia awal dibumi sampai kehidupan manusia modern sekarang ini. Sebagian sejarah peradaban dunia berawal dari sungai-sungai. Manusia telah banyak mengukir peradaban di atas sungai dan berawal dari sungai, seperti sungai Kuning di Cina dan sungai Indus di India.

Manusia purba pada masa praaksara sudah memanfaatkan sungai-sungai untuk bertahan hidup dan sumber kehidupan, sehingga hidup di sepanjang aliran sungai menjadi pola hidup manusia purba selain pola hidup di pedalaman pulau. Dalam kehidupan sekarang, sungai tidak hanya sebagai sumber kehidupan lagi, namun telah berubah fungsi menjadi lebih luas, seperti objek wisata dan bahkan hiasan suatu kota di beberapa negara seperti kanal-kanal Kota Amsterdam di Belanda. Di Indonesia pun telah mulai melakukan kebijakan-kebijakan terhadap penataan sungai, salah satunya revitalisai wajah baru kali Krukut di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta. Semua itu membuktikan bahwa sungai-sungai benar menjadi daerah peradaban manusia, baik manusia awal maupun manusia sekarang, walaupun berbeda konteks.

Berdasarkan penjelasan di atas, jika dilihat ke belakang, sungai-sungai telah dimanfaatkan manusianya pada saat itu. Misalnya dua sungai di pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara, yaitu sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal. Di mana kedua sungai ini bertemu dalam satu muara. Sungai ini sudah memberikan manfaat besar bagi manusianya, seperti penjelasan sebelumnya, bahwa kedua sungai ini pun telah menjadi peradaban manusia pada masa lalu dan sekarang ini.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Letak Geografis

Sungai Batang Gadis merupakan salah satu sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan sebutannya. Sungai dengan panjang dan lebar paling besar dari semua sungai yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Sungai ini memiliki panjang 180,00 km dengan lebar 65 m. Sedangkan sungai Batang Angkola berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan hulunya terdapat di daerah Pegunungan Bukit Barisan di daerah Sipirok. Sungai Batang Angkola bermuara ke sungai Batang Gadis di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Perdagangan dan Sumber Emas

Dalam buku Menuju Sejarah Sumatra: Antara Indonesia dan Dunia karya Anthony Reid (2011), Sumatera adalah sebuah pulau yang memiliki kekhasan tersendiri dari pada pulau-pulau lain di Indonesia bahkan di dunia, karena kekayaan alam, memiliki rahasia harta, dimana Sumatera disebut tanah emas pengawal gerbang menuju semua harta di Asia Tenggara, serta Sumatera yang memiliki keindahan alam yang luar biasa tidak kalah dengan pulau-pulau di Indonesia dan masyaraktnya mandiri. Sumatera dalam aspek geografis, daerahnya didominasi pegunungan, bukit barisan, yang semua itu terbentuk karena adanya pergeseran lempeng India yang bergerak ke utara dengan daratan Asia sejak 60 juta tahun lalu.

Berdasarkan penjelasan di atas, daerah Tapanuli Bagian Selatan memiliki kekhasan yang luar biasa sebagai bagian pulau Sumatera. Daerah ini sudah tentu mengambil bagian itu, yaitu terutama pada Sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal dan Sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan, dimana kedua sungai ini memiliki satu muara dan berakhir menuju laut barat Sumatera. Kedua sungai dalam sejarah peradaban manusia telah disinggung bahwa kedua sungai ini telah dijadikan sebagai sumber emas dan jalur perdagangan pada masa kejayaan perdagangan di Barus, sebuah kota tua di Kabupaten Tapanuli Tengah pada awal ke-2 M namanya sudah disebut dalam sebuah berita. Penyebutan itu berdasrakan berita Claudius Ptolemaeus dalam bukunya menyebut tempat tersebut pada abad ke-2 M dengan sebutan Barousai (Azhari, 2017: 10). Mengingat Barus pada masa itu telah menjadi sebuah bandar perdagangan internasional antara orang-orang Tamil, China, Arab. Jenis komoditi yang diperjualkan kapur barus (kamper) dan kemenyan.

Barus merupakan kota kuno diyakini penamaannya berasal dari komoditi utama yang diperdagangkan, yaitu kapur barus. Keberadaan kapur barus (kamper) kawasan ini kemungkinan besar yang belakangan menjadi latar belakang penamaan salah satu bandar dagang penting di Pantai Barat Sumatera yaitu Barus (Azhari, 2017:10). Hasil bumi tersebut merupakan berasal dari dataran tinggi Tapanuli, termasuk Tapanuli Bagian Selatan, dikarenakan jenis tanaman itu banyak tumbuh di dataran tinggi dan curam. (bersambung ke bagian II)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang lebaran dua film Mandailing akan dirilis ke pasar. Yakni film “Senandung Willem” dan film “Madina & Mustafa”. Kedua film tersebut diproduksi dua pihak yang berbeda. Film “Madina & Mustafa” diproduksi oleh Willis Tinating Com & Kudel Baiya Ent & Film yang berbasis di Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sedangkan film […]

  • IMPATI Salur Bantuan di Panyabungan Timur

    IMPATI Salur Bantuan di Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Panyabungan Timur (IMPATI) Ahmad Husein menyalur bantuan bahan pokok ke beberapa warga yang membutuhkan, Rabu (30/12/2020). Dalam penyaluran bantuan itu turut serta beberapa pengurus IMPATI  lainnya. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil sumbangan masyarakat di acara Tablig Akbar dan Do’a Bersama yang diselenggarakan hari Minggu lalu. “Bantuan […]

  • Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak. Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang. Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, […]

  • Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan kecerobohan yang disengaja untuk melukai hati umat Islam dan membuktikan dia sangat dangkal dalam memaknai toleransi, kebebasan dan keberagaman. “Sangat lumrah apabila umat Islam marah, karna Macron telah menghina agama dan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan […]

  • Disebut ‘Pak Pos’ Razman Arif akan Laporkan Mantan Calon Wabup Madina

    Disebut ‘Pak Pos’ Razman Arif akan Laporkan Mantan Calon Wabup Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Razman Arif Nasution, Mantan Kuasa Hukum Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho-Evy Susanti, merasa gerah karena disebut sebagai ‘Pak Pos’ oleh mantan calon Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina), Shafron. Sebutan ‘Pak Pos’ itu tertulis di laman facebook pribadi milik Shafron, yang diposting Selasa (8/9) dini hari. Dengan memajang foto Razman Arif saat diwawancarai […]

  • Analisis BMKG : Gempa Sidimpuan Murni Tektonik

    Analisis BMKG : Gempa Sidimpuan Murni Tektonik

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Berdasar analisisis pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika, gempa Sidimpuan, Sumatera Utara, Jum’at (14/7/2017) disebabkan oleh aktivitas tektonik dan bukan akibat aktivitas vulkanik. Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Tsunami BMKG, Dr Daryono dalam penjelasannya yang dilansir Kumparan.Com dan Tribun Medan, Jum’at, jika ditinjau dari lokasi serta kedalamannya yang dangkal, merupakan […]

expand_less