Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Polres Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan tokoh agama sepakat memberikan sosialisasi bahaya merkuri (air raksa-red) terhadap kesehatan manusia dalam jangka pendek dan panjang baik terhadap warga yang bersentuha, galundung, air raksa, kuik, aula mapolres madina, hutabargot, kota panyabungann langsung juga dengan warga yang menghirup udara.

Termasuk bahayanya terhadap mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan merkuri tersebut. Sebab, saat ini marak sejumlah pengusaha galundung (penggiling batu-red) di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan yang membuang limbahnya ke aliran sungai tanpa memiliki Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan).

“Karena mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, ginjal, paru dan janin walau dampak tersebut akan terjadi pada 5-10 tahun yang akan datang,” sebut Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK bersama sejumlah jajarannya di Aula Polres Madina dengan menghadirkan instansi terkait terhadap dampak lingkungan yang terjadi akibat galundung memakai merkuri dipaparkan kepada tokoh agama dan masyarakat, Kamis (31/3) sore.

Dikatakannya, maraknya pembuatan galundung memakai merkuri untuk memisahkan batu dengan logam mulia (emas-red) di berbagai tempat tanpa melihat aspek dan dampak yang diakibatkan kepada warga. Limbanya dibuang ke sungai, sehingga mencemari sungai Simalagi dengan Sungai Sarakan.

Kini galundung tersebut juga sudah menjamur di Kota Panyabungan dengan memberikan keuntungan kepada ratusan orang manusia berdampak penyakit kepada ribuan warga di masa sekarang dan yang akan datang.

Disebutkannya, galundung ini muncul setelah marak tambang emas liar di Kecamatan Hutabargot sehingga ratusan orang berbondong-bondong ke lokasi tersebut walau bukit tersebut kawasan hutan lindung dan TNBG demi mendapatkan logam mulia bernilai tinggi di tengah-tengah sulitnya ekonomi saat ini.

“Kita belum melakukan penegakan hukum terhadap sejumlah warga yang membuat galundung di pinggiran sungai atau di tengah-tengah perkampungan, sebab keduanya sama-sama punya dampak negatif terhadap kesehatan warga, karena bahaya merkuri tersebut bukan hanya menyerang manusia lewat penggunaan air. Melainkan dengan uap yang mencemari udara sehingga terhirup oleh manusia juga bias mengakibatkan penyakit belum lagi tanaman serta hewan yang mengkonsumsi merkuri tersebut jika di konsumsi warga juga akan terserang penyakit gatal-gatal dan cacat bagi bayi yang baru lahir,” katanya.

Sementara Kabid Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan, Rusdi Nasution dalam kesempatan tersebut memaparkan, bahaya pemakaian merkuri sejumlah pengusaha galundung di kecamatan Hutabargot dan Kota Panyabungan yang bisa mengakibatkan kematian terbukti hingga saat ini sudah 13 pasien terdata di sejumlah puskesmas dan RSU Panyabungan yang mengalami gangguan kulit akibat dari merkuri tersebut.

“Kita harus segera mengantisipasi bahaya peyakit diakibatkan merkuri tersebut, sebab tergantung daya ketahanan tubuh yang menunjukkan penyakit di kenai merkuri ini sehingga dari diri pribadi, keluarga, tetangga serta masyarakat lainnya.

Kepala Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Ir Miswar Ependi juga mengatakan, setiap orang berhak berlingkungan sehat dan besih dan itu tertuang di dalam UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga kita bisa melarang dan mengadukan siapa saja yang memberikan pencemaran terhadap lingkungan.

“Namun di daerah beradat dan beragama ini kita masih mengedepankan rasa kekeluargaan karena satu samal lain masih bertauatan hubungan keluarga sehingga dengan memberikan sosialisasi terhadap dampak lingkungan diakibatkan sejumlah galundung sudah bertaburan dimana-mana tidak hanya di kecamatan Hutabargot melainkan di Panyabungan sendiri membuang limbahnya kemana saja arahnya,” sebutkan Miswar. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Larang TKA Cina Kembali Dari Liburan

    Pemkab Madina Larang TKA Cina Kembali Dari Liburan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pemkab Madina hari ini menyurati PT SMGP agar menyetop arus balik pekerja asal negara Cina yang berlibur Imlek. Upaya itu dilakukan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengantisipasi sebaran virus corona yang saat ini mewabah di Cina. Berdasar data Dinas Kesehatan Madina, terdapat 17 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di […]

  • Fraksi Partai Golkar Madina: PT Rendy Harus Tunaikan Hak Plasma Masyarakat

    Fraksi Partai Golkar Madina: PT Rendy Harus Tunaikan Hak Plasma Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seharusnya kehadiran investor di suatu daerah bertujuan untuk memberikan dampak baik pada sektor sosial dan ekonomi. Namun, Keberadaan PT Rendy Permata Raya masih terus menimbulkan persoalan. Alih-alih meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Singkuang I, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) justru kewajiban memberikan hak plasma masyarakat tidak terpenuhi. Menanggapi hal tersebut, […]

  • Australia warning RI soal eksekusi mati

    Australia warning RI soal eksekusi mati

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SYDNEY – Menteri Luar Negeri ( Menlu)  Australia, Julie Bishop, memberikan peringatan ( warning) kepada pemerintah Indonesia jika tetap melakukan eksekusi mati atas dua warga negara Australia. Menurutnya, eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan memiliki dampak negatif terhadap pariwisata Bali. “Warga Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka (atas hukuman mati), termasuk dalam hal keputusan […]

  • Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siantar- Dikira turut serta berkemah di organisasi Pramuka Sekolah, Dewi Hartati (10) justru raib selama 5 hari. Setelah melakukan pencaharian, ternyata bocah ini ditemukan sudah jadi mayat busuk tidak jauh dari lokasi sekolahnya di SD Muhammadiyah, Kecamatan Sialu Laut, Asahan, Selasa (7/2). Tragisnya, mayat sudah membusuk serta kepala terpisah dengan tubuhnya. Kuat dugaan, korban sengaja […]

  • Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengimbau PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) bekerjasama dengan Pemkab Madina membangun daerah. Terutama mendukung perekonomian desa-desa sekitar wilayah kerja SMGP. SMGP adalah perusahaan panas bumi yang memiliki Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di Desa Sibanggor Tonga dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Madailing Natal (Madina), […]

  • Harapan Parbetor untuk Paslon SAHATA

    Harapan Parbetor untuk Paslon SAHATA

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (Paslon) Saipullah-Atika (SAHATA) tidak hanya didukung kaum elite. Rakyat akar rumput (grassroots) pun bergerak untuk mendukung dan memilih SAHATA agar menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) periode 2025-2030. Kali ini dukungan akar rumput itu disuarakan oleh para pejuang nafkah keluarga dari kalangan pengemudi becak motor (Parbetor). Mereka […]

expand_less