Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Presiden: Jangan Biarkan Setiap Upaya Ingin Robek Perdamaian Aceh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Banda Aceh, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, duduk di kursi perdamaian yang diserahkan oleh rakyat Aceh kepada Presiden, Senin (29/11).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengajak seluruh rakyat Indonesia dan Aceh khususnya untuk terus mempertahankan dan menjaga perdamaian yang dicapai setelah melalui jalan panjang dan perjuangan yang melelahkan.

Karenanya, Kepala Negara mengingatkan semua pihak untuk tidak membiarkan setiap upaya yang ingin merobek kembali perdamaian yang telah dicapai sejak 15 Agustus 2005 dengan penandatanganan MoU perdamaian antara Pemerintah RI dengan GAM.

“Jangan pernah biarkan ada pikiran dari siapa pun, dari mana pun untuk merobek kembali perdamaian di Aceh ini, karena begitu panjang jalan yang telah kita tempuh dan lalui, dengan berbagai pengorbanan dan tantangannya,” ujar Presiden SBY dalam sambutannya saat pencanangan Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), penyerahan Kursi Perdamaian, dan penyerahan 125 ribu pohon trembesi kepada Pemerintah Aceh, di Desa Tibang, Banda Aceh, Senin (29/11) sore.

Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yuhoyono, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yakni Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Mennegpora Andi Malarangeng, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Mensesneg Sudi Silalahi, Juru Bicara Presiden Julian Pasha dan Teuku Faizasyah, dan Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradoppo.

Sementara dari Aceh, tampak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wagub Muhammad Nazar, Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono, Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, dan Kajati Aceh Muhammafd Yusni SH, Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin.

Modal Membangun

Menurut Presiden, jalan panjang yang ditempuh menuju perdamaian itu tidak boleh sia-sia. SBY menginginkan perdamaian yang telah dicapai menjadi modal untuk membangun kesejahteraan rakyat. Disebutkan, bagi sebagian bangsa suasana aman dan damai itu bukan tujuan, itu hanya prasyarat atau prakondisi untuk membangun masyarakat yang maju dan sejahtera.

“Tetapi bagi bangsa Indonesia dan rakyat Aceh, keamanan, perdamaian dan stabilitas itu di samping menjadi prasyarat, menjadi prakondisi agar kita membangun dengan lebih baik, baik ekonomi maupun kesejahteraan rakyat, tapi sekaligus juga menjadi tujuan. Kalau namanya tujuan mari kita pegang teguh,” harapnya.

Presiden mengaku telah beberapa kali mengunjungi Aceh, bahkan sudah mengunjungi Aceh ketika melakukan kampanye Pilpres bersama Jusuf Kalla beberapa tahun silam. Presiden juga mengunjungi Aceh ketika terjadi tsunami pada 2004.

“Sambil memimpin, mengatasi, langkah-langkah tanggap darurat waktu itu, saya kembali menyerukan, mengajak semua pihak yang berselisih sebagai anak bangsa untuk duduk bersama,” katanya.

Presiden menambahkan, perdamaian itu dicapai dengan kondisi pasang surut. “Saya dan semua yang datang ke Bumi Aceh ketika itu ingin mencari solusi damai, solusi bermartabat, dan solusi yang baik atas konflik yang terjadi di Aceh lebih dari 30 tahun,” jelasnya.

Harus Disyukuri

Oleh karenanya, ujar Presiden, perdamaian Aceh hingga 2010 ini harus disyukuri karena perdamaian didasari dengan niat tulus dan ikhlas. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menerima anugerah kursi perdamaian dari rakyat Aceh atas perannya dalam mewujudkan perdamaian di “tanah rencong” tersebut. “Kami berterima kasih yang setinggi-tingginya atas kursi ini.

Saya anugerahkan kursi ini untuk mereka yang bekerja siang malam yang berhati mulia untuk perjuangan di Aceh,” kata Presiden. Kursi perdamaian tersebut diserahkan kepada Presiden SBY oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang mewakili rakyat Aceh. Saat menerima kursi yang terbuat dari kayu setinggi satu meter lebih itu, Presiden mengatakan banyak tokoh yang memiliki jasa besar dalam upaya membumikan damai di Aceh.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, kursi tersebut hanya diserahkan kepada pihak yang berjasa pada perdamaian Aceh. ”Kami pandang Bapak Presiden sangat pantas menerimanya. Presiden SBY merupakan inisiator perdamaian Aceh,” katanya.

Irwandi menjelaskan, kursi polos tersebut terbuat dari kayu mati yang tertimbun di dalam tanah bukan hasil menebang kayu di hutan. Kursi tersebut merupakan karya Malio Adnan, dari Aceh Tengah. Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono juga sempat duduk di kursi perdamaian tersebut untuk diabadikan para fotografer. (mhd/irn)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

    Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Penolakan terhadap label “Batak” terus bergulir dari kaum Mandailing di Indonesia. Komponen Mandailing di Kota Medan, Senin (13/11/2017) mendeklarasikan pernyataan sikap menolak label Batak terhadap etnis Mandailing. Deklarasi itu bertempat di Amaliun Food Court, Medan. Komponen-komponen kaum mandailing Kota Medan itu meliputi tokoh perantau asal Mandailing, Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Provinsi […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Antisipasi Pelaku Teroris dan Perampokan, Polres Madina Razia Rumah-Rumah Kontrakan di Panyabungan

    Antisipasi Pelaku Teroris dan Perampokan, Polres Madina Razia Rumah-Rumah Kontrakan di Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Meminimalisir maraknya aksi terorisme dan perampokan di wilayah Sumut akhir akhir ini, Polres Madina razia ke sejumlah rumah kontrakan di sekitar Kota Panyabungan, Kamis (30/9), melibatkan aparat kepolisian bersenjata lengkap. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk kepada wartawan, Jumat (1/10) mengatakan razia polisi ke rumah-rumah kontrakan bertujuan mengantisipasi masuknya pelaku-pelaku teroris dan perampok […]

  • Marbue-Bue Disopo Saba

    Marbue-Bue Disopo Saba

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Maso-maso nadung salpu pala langkama damang dohot dainang tuparusahon ima tusaba balik sanga tu saba bariba, atope tu saba jambu, ipaturema anggunan ni danak di sopo pantar gogat, marbue-buema simatobangna dadaboru papodom-podom danak anso bisa harejo marbabo eme sangape mangarabi duru. Indaba songon saro sannari papodom-podom danak logu-logu na mardorung-dorung naso tangiononkondo baen roncamna, manombo […]

  • Bidan PTT Setor Rp30 Juta ke Dinkes

    Bidan PTT Setor Rp30 Juta ke Dinkes

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAU – Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tahun 2011 di Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu mengaku menyetor uang Rp30 juta kepada Dinas Kesehatan Labuhanbatu. Terungkapnya uang setoran itu, berawal dari adanya laporan beberapa bidan PTT kepada Wakil Ketua PAC Partai PPP Labuhanbatu Muhammad Darwin. Kepada wartawan, Kamis (19/5), Darwin menjelaskan, ada beberapa pengaduan yang disampaikan korban […]

  • Muspida Madina Tinjau Lokasi Banjir

    Muspida Madina Tinjau Lokasi Banjir

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian Batubara didampingi Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay dan sejumlah Anggota DPRD, meninjau lokasi banjir di dua desa Kecamatan Ranto Baek, Selasa (30/11/2010) malam. Selain meninjau, Bupati dan DPRD juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena bencana banjir. Bupati Madina melalui Kabag Humas Taufik Lubis, mengatakan rumah yang rusak […]

expand_less