Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
  • print Cetak

Pendeklarasian penolakan label Batak oleh suku Mandailing di Medan, Senin 13 November 2017

MEDAN (Mandailing Online) – Penolakan terhadap label “Batak” terus bergulir dari kaum Mandailing di Indonesia.

Komponen Mandailing di Kota Medan, Senin (13/11/2017) mendeklarasikan pernyataan sikap menolak label Batak terhadap etnis Mandailing. Deklarasi itu bertempat di Amaliun Food Court, Medan.

Komponen-komponen kaum mandailing Kota Medan itu meliputi tokoh perantau asal Mandailing, Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Provinsi Sumatera Utara, Naposo Nauli Bulung, Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal, dan Ikatan Mahasiswa Mandailing Julu.

Dinyatakan, bahwa persepsi bahwa Mandailing adalah sub etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing.

Prof Zulkarnain Lubis, akademisi, dalam pertemuan ini menyatakan, bahwa tidak ada orang atau siapapun yang berhak mengklaim sesuatu komunitas selain komunitas itu tersendiri. Orang Jawa lah yang berhak mengklaim orang Jawa, dan Orang Mandailing lah yang berhak mengklaim bahwa mereka orang Mandailing. Orang Mandailing lah yang berhak mengklaim sebagai Mandailing, bahkan negara pun tidak berhak. Semakin banyak yang mengaku Mandailing bukan Batak maka semakin sah dan sadar bahwa Mandailing bukan Batak.

Prof Yamin Lubis sebagai akademisi berdarah Mandailing dan tokoh Mandailing menyatakan  bahwa “Saya tahu sejarah, dan sekarang saya bersama kalian, dan ini adalah hak kita sebagai orang Mandailing. Kalau ada orang yang merasa gerah, silahkan, kalau ada yang beda pendapat silahkan. Sejarah orang Mandailing adalah Mandailing”.

Sementara itu, H Syahrir Nasution dari perwakilan tokoh masyarakat Mandailing di Binjai menjelaskan deklarasi ini adalah meluruskan sejarah, sebab tidak ada orang yang bisa lari dari sejarah. Dengan mengutip pesan Pendi Keling , “Pedati jalan terus, penumpang yang tidak mau ikut, kalau mau turun, ya turun”.

M Taufik Nasution mewakili panitia (generasi Muda Mandailing) menyebutkan bahwa ada semacam stigma yang salah tentang Mandailing yakni adanya stigma bahwa Mandailing adalah Batak. Yang kedua, dalam beberapa media masih disebutkan bahwa Mandailing adalah Batak.

Taufik melanjutkan bahwa kegiatan ini bertujuan hanya 2 hal pesan pokok penting: Pertama, mengungkap kebenaran, jangan sampai ada pemaksaan kehendak oleh suatu suku bangsa terhadap Mandailing.

Kedua, mendorong pemerintah untuk mendudukkan suku bangsa Mandailing dalam posisi yang jelas, bukan dikait-kaitkan dengan etnis lain.

Pernyataan Sikap Mandailing bukan Batak itu yakni :

  1. Mencermati perkembangan dan perubahan sosial budaya Mandailing dalam era kekinian yang telah mengalami pergeseran ke arah yang salah, terutama soal persepsi tentang Mandailing yang dibangun oleh kolonial Belanda dan sudah dibantah orang Mandailing sejak tahun 1922.
  2. Persepsi bahwa Mandailing adalah sub etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing.
  3. Dengan ini kami tegaskan kembali, bahwa Mandailing bukan Batak dan bukan merupakan sub etnis Batak. Mandailing berdiri sendiri diantara etnis/suku lainnya dalam menopang janji setia terhadap NKRI, Pancasila dan UUD 1945.
  4. Pernyataan ini dibuat untuk dipahami setiap generasi Mandailing di kemudian hari dan pihak-pihak yang berkepentingan agar dapat memaklumi usaha-usaha perlindungan terhadap hak asasi gambar masyarakat hukum adat Mandailing sesuai Konstitusi Republik Indonesia.
  5. Himbauan kepada masyarakat Mandailing dimanapun berada untuk mendukung dan ikut menyatakan/mendeklarasikan Mandailing Bukan Batak.

Deklarasi ini merupakan kali kedua di akhir 2017 tentang penolakan etnis Mandailing dilabeli Batak. Sebelumnya Raja-Raja Mandailing di Panyabungan, Mandailing Natal para 21 Okober lalu telah juga mendeklarasikan penolakan label Batak. Lalu disusul kegitan diskusi di Medan pada Senin (23/10/2017) yang diselenggarakan Yayasan Madina Centre menghadirkan sejarahwan dan antropolog mengkaji Mandailing bukan batak dari sisi akademis.

 

Sumber : Panitia

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Target Vaksinasi Anak, Bupati: Jangan Ada Statemen Pemaksaan

    Kejar Target Vaksinasi Anak, Bupati: Jangan Ada Statemen Pemaksaan

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka mengejar target vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Mandailing Natal (Madina) tidak perlu ada statemen pemaksaan. Sebab hal tersebut disinyalir akan menimbulkan keributan. Demikian disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution saat memimpin rapat evaluasi vaksinasi anak di aula kantor Bupati Madina, Selasa (18/1). “Tidak perlu melakukan atau mengeluarkan […]

  • Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tidak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun syaratnya, harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan. “Kita […]

  • Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sapma Pemuda Pancasila melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada para keluarga senior PP yang sudah meninggal tetapi kurang mampu di Desa Sigalapang Julu. Kegiatan itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda sekaligus HUT Pemuda Pancasila ke-60 dan Sapma Pemuda Pancasila ke-31. Salah satu keluarga yang disantuni adalah keluarga […]

  • Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi
    Tak Berkategori

    Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan. Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan […]

  • 45 Hari Lepas, Pria Beruban Kembali Masuk Penjara

    45 Hari Lepas, Pria Beruban Kembali Masuk Penjara

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Masih 45 hari keluar dari penjara tidak membuat Kamaludin Munthe bertobat dan berhenti mengonsumsi narkoba. Pada Rabu (1/7) pukul 00.00 WIB kemarin, Ia tertangkap sedang asik memakai narkoba di Jalan Sabang Merauke tepatnya di sekitar gedung Rusunawa. Warga Jalan Mesjid, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat saat ditangkap tidak sendiri. Ketika itu, ia bersama […]

  • Nasdem Usul Syarat Baru Pengajuan Capres

    Nasdem Usul Syarat Baru Pengajuan Capres

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Partai Nasdem menyumbang perspektif baru dalam perkembangan pembahasan revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang kini sedang berproses di parlemen. Terkait dengan syarat pengusulan pasangan capres-cawapres, partai yang akan mengikuti pemilu kali pertama pada 2014 itu mengusulkan agar penentuan tidak lagi didasarkan pada persentase perolehan suara atau kursi. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai […]

expand_less