Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
  • print Cetak

Pendeklarasian penolakan label Batak oleh suku Mandailing di Medan, Senin 13 November 2017

MEDAN (Mandailing Online) – Penolakan terhadap label “Batak” terus bergulir dari kaum Mandailing di Indonesia.

Komponen Mandailing di Kota Medan, Senin (13/11/2017) mendeklarasikan pernyataan sikap menolak label Batak terhadap etnis Mandailing. Deklarasi itu bertempat di Amaliun Food Court, Medan.

Komponen-komponen kaum mandailing Kota Medan itu meliputi tokoh perantau asal Mandailing, Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Provinsi Sumatera Utara, Naposo Nauli Bulung, Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal, dan Ikatan Mahasiswa Mandailing Julu.

Dinyatakan, bahwa persepsi bahwa Mandailing adalah sub etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing.

Prof Zulkarnain Lubis, akademisi, dalam pertemuan ini menyatakan, bahwa tidak ada orang atau siapapun yang berhak mengklaim sesuatu komunitas selain komunitas itu tersendiri. Orang Jawa lah yang berhak mengklaim orang Jawa, dan Orang Mandailing lah yang berhak mengklaim bahwa mereka orang Mandailing. Orang Mandailing lah yang berhak mengklaim sebagai Mandailing, bahkan negara pun tidak berhak. Semakin banyak yang mengaku Mandailing bukan Batak maka semakin sah dan sadar bahwa Mandailing bukan Batak.

Prof Yamin Lubis sebagai akademisi berdarah Mandailing dan tokoh Mandailing menyatakan  bahwa “Saya tahu sejarah, dan sekarang saya bersama kalian, dan ini adalah hak kita sebagai orang Mandailing. Kalau ada orang yang merasa gerah, silahkan, kalau ada yang beda pendapat silahkan. Sejarah orang Mandailing adalah Mandailing”.

Sementara itu, H Syahrir Nasution dari perwakilan tokoh masyarakat Mandailing di Binjai menjelaskan deklarasi ini adalah meluruskan sejarah, sebab tidak ada orang yang bisa lari dari sejarah. Dengan mengutip pesan Pendi Keling , “Pedati jalan terus, penumpang yang tidak mau ikut, kalau mau turun, ya turun”.

M Taufik Nasution mewakili panitia (generasi Muda Mandailing) menyebutkan bahwa ada semacam stigma yang salah tentang Mandailing yakni adanya stigma bahwa Mandailing adalah Batak. Yang kedua, dalam beberapa media masih disebutkan bahwa Mandailing adalah Batak.

Taufik melanjutkan bahwa kegiatan ini bertujuan hanya 2 hal pesan pokok penting: Pertama, mengungkap kebenaran, jangan sampai ada pemaksaan kehendak oleh suatu suku bangsa terhadap Mandailing.

Kedua, mendorong pemerintah untuk mendudukkan suku bangsa Mandailing dalam posisi yang jelas, bukan dikait-kaitkan dengan etnis lain.

Pernyataan Sikap Mandailing bukan Batak itu yakni :

  1. Mencermati perkembangan dan perubahan sosial budaya Mandailing dalam era kekinian yang telah mengalami pergeseran ke arah yang salah, terutama soal persepsi tentang Mandailing yang dibangun oleh kolonial Belanda dan sudah dibantah orang Mandailing sejak tahun 1922.
  2. Persepsi bahwa Mandailing adalah sub etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing.
  3. Dengan ini kami tegaskan kembali, bahwa Mandailing bukan Batak dan bukan merupakan sub etnis Batak. Mandailing berdiri sendiri diantara etnis/suku lainnya dalam menopang janji setia terhadap NKRI, Pancasila dan UUD 1945.
  4. Pernyataan ini dibuat untuk dipahami setiap generasi Mandailing di kemudian hari dan pihak-pihak yang berkepentingan agar dapat memaklumi usaha-usaha perlindungan terhadap hak asasi gambar masyarakat hukum adat Mandailing sesuai Konstitusi Republik Indonesia.
  5. Himbauan kepada masyarakat Mandailing dimanapun berada untuk mendukung dan ikut menyatakan/mendeklarasikan Mandailing Bukan Batak.

Deklarasi ini merupakan kali kedua di akhir 2017 tentang penolakan etnis Mandailing dilabeli Batak. Sebelumnya Raja-Raja Mandailing di Panyabungan, Mandailing Natal para 21 Okober lalu telah juga mendeklarasikan penolakan label Batak. Lalu disusul kegitan diskusi di Medan pada Senin (23/10/2017) yang diselenggarakan Yayasan Madina Centre menghadirkan sejarahwan dan antropolog mengkaji Mandailing bukan batak dari sisi akademis.

 

Sumber : Panitia

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag akan Kunjungi Desa Tabuyung Madina

    Menag akan Kunjungi Desa Tabuyung Madina

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Surya Dharma Ali dijadwalkan mengunjungi Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (29/9). Menteri hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Raya Tabuyung. “Kehadiran Menteri Agama di Desa Tabuyung atas undangan Haji Anif untuk peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Raya Tabuyung dan klinik […]

  • Polri: Tak ada penjemputan paksa

    Polri: Tak ada penjemputan paksa

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Aliyus membantah telah mengirimkan personel Provos ke KPK untuk menjemput paksa lima anggotanya yang bertahan menjadi penyidik di KPK. Berdasar pesan singkat yang diterima Republika, Jumat (5/10), Suhardi menyatakan telah menelpon langsung Karo Provos. “Tidak Benar. Baru saja saya menelpon Karo Provos yang sudah […]

  • Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menertibkan penambangan emas liar di Kecamatan Huta Bargot melalui surat peringatan maupun sosialisasi, tak membuat penambang emas liar menghentikan aktifitasnya. Penambang tidak menghiraukan larangan pemerintah. Jumlah penambang malah semakin bertambah dan marak melakukan penggalian tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar dan rusaknya lingkungan akibat bahan kimia yang […]

  • Selalu Longsor, Trase Jalinsum Titik Purba Lamo Dialihkan

    Selalu Longsor, Trase Jalinsum Titik Purba Lamo Dialihkan

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Pemerintah terpaksa mengalihkan trase jalan lintas Sumatera di titik Desa Purba Lamo Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Alih trase ini satu-satunya solusi karena badan jalan telah beberapa kali amblas dan longsor. Longsor itu selalu menimbulkan masalah transportasi karena ruas jalan ini merupakan jalan utama […]

  • Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemacetan di depan Pasar Baru Panyabungan, diduga akiat lemahnya Pemkab Madina melakukan penertiban angkutan umum yang parkir di badan jalan. “Tiap hari itu bang, angkutan umum parkir di badan jalan. Ya, macetlah. Kayaknya Pemkab tak berani sama pengusaha angkutan,” kata Leman Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (12/6/2018). Jalan raya […]

  • Madina Terima Sertifikat DBH 16,4 Miliar

    Madina Terima Sertifikat DBH 16,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerima sertifikat Pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) dari Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Penyerahan dilakukan pada acara Launching UHC Prioritas Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/9/2025). Sertifikat tersebut diterima oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi […]

expand_less