Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Kapoldasu: Penyidik tangani korupsi harus seperti KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


MEDAN – Penanganan kasus-kasus korupsi idealnya seperti dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimulai dengan penelitian, penyelidikan, penyidikan, kemudian penuntutan.

Kapolda Sumut Irjen Oegroseno mengatakan itu tadi malam, terkait penanganan kasus-kasus korupsi oleh penyidik Satuan III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut selama 2010 yang terkesan jalan di tempat.

Karena itu, Kapolda meminta penyidik Tipikor dalam menanggani kasus korupsi meniru konsep KPK. “Kalau saya maunya seperti dilakukan KPK,” ujar Oegroseno.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan penyidikan harus dilakukan penyelidikan dan penelitian. Kemudian, diperdalam oleh penyidik. “Jiika penyidikan sudah cukup kuat, jangan mundur lagi,” tandasnya.

Kapolda mengakui penanganan kasus korupsi selama 2010 menurun dibanding tahun sebelumnya. Tetapi, lanjutnya, itu disebabkan penyidik kepolisian tidak bisa mengambilalih kasus yang sudah ditangani kejaksaan.

Soal banyaknya berkas acara pemeriksaan tersangka korupsi yang “bolak-balik” kejaksaan-polisi, Kapolda mengatakan hanya masalah koordinasi. “Saya rasa persoalan itu karena kurang koordinasi saja,” ujarnya.

Mengenai kepastian hukum terhadap tersangka yang telah memakan waktu hingga bertahun-tahun, Kapolda mengakui adanya keraguan penyidik. “Saya tekankan, kalau tidak cukup bukti, tidak usah takut, tidak usah ragu-ragu hentikan saja. Tapi kalau terbukti teruskan,” tegasnya.

Terjadinya keraguan itu karena penyidik menilai penanganan kasus korupsi harus dimajukan hingga pengadilan. Namun hal itu tidak didukung dengan bukti cukup.
(dat03/wol/waspada)
Sumber : waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 2 dari 2 tulisan)

    Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 2 dari 2 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari, kepala Stasiun Padalarang, yang berada di wilayah Divisi Siliwangi, ditembak PMC. “Maka terpaksa PMC ditindak. Semua badan penyelidik yang beroperasi dibawah markas besar atau kementerian pertahanan di Yogya, berangsur-angsur kena penertiban oleh Divisi saya,” aku Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda (1989: 217). Seperti Lubis, Nasution juga tak ketinggalan ikut Republik. […]

  • Gubsu Didesak Tuntaskan Batas Madina-Tapsel

    Gubsu Didesak Tuntaskan Batas Madina-Tapsel

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Belasan tahun sudah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berdiri hasil pemekaran dari kabupaten induk Tapanuli Selatan (Tapsel) tepatnya tahun 1998 lalu, toh hingga kini tapal batas antar dua kabupaten ini belum selesai. Dan konflik antar penduduk desa dari masing-masing kabupaten ini pun sudah nyaris berdarah-darah akibat saling klaim soal lahan pertanian. Pun […]

  • Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat. “Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah […]

  • Buku Sejarah dan Kebudayaan Mandailing Segera Terbit

    Buku Sejarah dan Kebudayaan Mandailing Segera Terbit

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu buku penting telah terbit. Berjudul “Sejarah dan Kebudayaan Mandailing”. Tebalnya 250 halaman. Buku ini tergolong lengkap dalam menyuguhkan Mandailing dari masa ke masa. Mengupas secara mendalam sejarah Mandailing mulai priode sebelum masehi hingga otonomi. Tentu dengan referensi yang mendukung. Mandailing diperinci setiap periode sebagai kawasan pemerintahan dalam lingkup sejarah nasional. Ada priode kerajaan tradisional […]

  • Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurasiah Lubis, S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Tapsel Cahaya menerangi kegelapan, penunjuk jalan di kala gelap. Kita sangat membutuhkan cahaya untuk melihat segala sesuatu, begitulah perumpamaan seorang guru bak pelita penerang di dalam gulita. Menurut Imam al~Ghazali Guru merupakan Siraj (pelita) segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya. […]

  • Seputar Bocah SD Ngaku Nyaris Diculik

    Seputar Bocah SD Ngaku Nyaris Diculik

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres: Tak Ada Penculikan TAPSEL- Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Subandriya SH MH mengatakan, tidak ada kasus penculikan di wilayah hukumnya. Ini dutarakan Subandriya terkait adanya pengakuan Wilda Rizkia Sinambela (10), warga Desa Roncitan Natambang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan. “Tidak ada penculikan, dan bantu menginformasikan kepada masyarakat tidak ada […]

expand_less