Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Puluhan Siswa Kemala Bayangkari Kesurupan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
  • print Cetak


Medan. Puluhan siswa-siswi kelas delapan dan sebelas SMA dan SMP Kemala Bhayangkari Jalan Wahid Hasyim Medan kesurupan. Pelajar yang kebanyakan perempuan itu berteriak dan menjambak rambutnya sendiri.
Kejadian ini berlangsung sejak Rabu (3/11) sekira pukul 10.00 WIB. Berdasar pantauan MedanBisnis, hingga pukul 14.00 WIB, masih terdengar teriakan siswa-siswi yang kesurupan. Padahal, pihak sekolah sudah mendatangkan ustadz untuk menyadarkan para pelajar dari kesurupan.

Namun, ketika wartawan ingin mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah, tiba-tiba seorang security sekolah, EM Sormin mengusir wartawan. Dia tidak mengizinkan wartawan masuk ke areal sekolah.
Sormin pun menutup pintu gerbang sekolah dan mengatakan kepala sekolah tidak bisa dijumpai. “Kepala sekolah tidak ada. Sudah pergi,” ucapnya kepada wartawan.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, diduga makhluk halus masuk kepada siswa-siswi kelas sebelas. Kemudian berlanjut kepada siswa-siswi kelas delapan yang saat itu berada dekat ruangan Kelas Keterampilan Siswa (KKS).

Puluhan siswa yang dinyatakan sudah lepas dari makhluk halus dijemput keluarganya, yang rata-rata membawa mobil pribadi. Tetapi ada juga siswa yang disuruh pulang sendiri menumpang angkot. Alhasil, di tengah jalan menuju keluar gerbang, siswi tersebut kembali berteriak dan kesurupan.

Menurut keterangan seorang siswa, yang tidak mau disebutkan namanya, kejadian ini sudah terjadi pekan lalu. Ini bermula dari “ulah” seorang mantan siswi dengan inisial D, di sekolah tersebut, tepatnya di lantai dua. Setelah itu, pihak sekolah mengeluarkan D dan terjadilah kerasukan secara berkesinmabungan.

Kapolsek Medan Baru bersama tim yang turut mengamankan peristiwa kesurupan tersebut. “Kesurupan terjadi pukul 10.00 WIB. Dan, para korban yang kesurupan sebagaian besar merupakan perempuan dan telah dipulangkan ke rumah keluarga,” ujarnya.

Dikatakanya, kesurupan ini merupakan kesurupan terbesar yang terjadi di SMP dan SMU Bhayangkari Medan. Sebab, kesurupan sebelumnya telah terjadi, namun belum separah kejadian Rabu kemarin.
( ramita/franszul)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Perkim Madina : Proyek Jalan yang Dirusak di Desa Jambur Baru Batang Natal Statusnya Belum Pelepasan Asset

    Kadis Perkim Madina : Proyek Jalan yang Dirusak di Desa Jambur Baru Batang Natal Statusnya Belum Pelepasan Asset

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online –Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Pemkab Madina, Ruly Andriady ST, memastikan bahwa proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, yang dibangun dari APBD tahun 2022, statusnya belum ada pelepasan aset. “Sudah dicek dan benar ada pembangunan jalan lingkungan di desa Jambur Baru Batang Natal tahun […]

  • Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina menyelenggarakan rapat membahas jadwal pembahasan Perhitungan APBD 2011, tidak melulu berlatar penekanan politik kepada pemerintahan Hidayat-Dahlan. Motif kebanyakan anggota dewan adalah uang. Banyak anggota dewan ditengarai mematok konpensasi 10 juta rupiah agar bersedia hadir di rapat Bamus. “ ini dikarenakan banyak anggota DPRD saat ini sudah […]

  • Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan […]

  • Aneh! Direktur RSUD Panyabungan Mengaku Tak Tau Jumlah Pegawainyan yang Lolos PPPK Formasi 2023

    Aneh! Direktur RSUD Panyabungan Mengaku Tak Tau Jumlah Pegawainyan yang Lolos PPPK Formasi 2023

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Aneh, Direktur RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dr. Rusly Pulungan tidak tau berapa jumlah tenaga honor di RSUD yang lulus seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) formasi Tahun 2023 lalu. ” sampai saat ini belum ada yang melapor siapa yang lulus dan tidak perihal […]

  • Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      MADINA||Mandailing Online – Praktik pungutan liar Dana BOS di Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Sekolah mengaku wajib setor “biaya administrasi” minimal Rp1 juta kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina setiap kali dana cair. Praktisi hukum senior menyebut ini “manajemen jahiliah”. “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kepala sekolah sebagai pihak yang […]

  • Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati umat Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com […]

expand_less