Minggu, 16 Agu 2026
light_mode

RAPBD Madina 2011 Diajukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian Batubara menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Madina Tahun Anggaran 2011 dalam Rapat Paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay di Gedung Dewan Komplek Perkantoran Payaloting, Jumat (17/12/2010).

Rancangan Peraturan Daerah Tentang RAPBD TA 2011 yang disampaikan sebesar Rp 574 152 038.000. RAPBD Madina TA 2011 turun sebesar Rp 52.878.722.047,86 (8,43%) dari Tahun Anggaran 2010 setelah perubahan yaitu sebesar Rp 627.030.760.047,86.

Dalam nota pengantar Pj Bupati, APBD 2011 direncanakan sebesar Rp 574.152.038.000, yang berasal dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 25 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 529.152.038.000 dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 20 miliar.

Disamping adanya pertambahan pendapatan juga terjadi pengurangan penerimaan pendapatan anatara lain, pendapatan asli daerah yang mengalami pertambahan sebesar Rp 12.538.245.761 atau sebesar 100,61% dibanding dari PAD tahun 2010 sebesar Rp 12.461.754.239. Untuk dana alokasi umum sebesar Rp 455.686.638.000 yang mengalami pertambahan sebesar Rp 57.204.342.000, jika dibanding dengan APBD TA 2010 yang berjumlah Rp 398.482.296.000.

Dana alokasi umum diprioritaskan untuk pembayaran gaji pokok PNS satu tahun, pembayaran kenaikan gaji pokok Tahun 2011, pembayaran gaji ke 13, pembayaran tunjangan guru serta pembayaran kekurangan gaji (rapel), pertambahan gaji Tahun 2010 yang akan dibayarkan tahun 2011, pelaksanan pemilukada ulang dan pembangunan.

Sedangkan untuk dana alokasi khusus sebesar Rp 48.465.400.000 mengalami penurunan sebesar Rp 9.666.000.000, jika dibandingkan dengan APBD 2010 sebesar Rp 58.131.400.000.

Dengan rencana penerimaan RAPBD yang telah disampaikan, maka alokasi untuk belanja tidak langsung adalah sebesar Rp 407.792.290.789 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 24.418.619.375, 86 atau sebesar 5,98% dibanding APBD 2010 setelah perubahan yaitu sebesar Rp 383.373.671.423, 86.

Adapun untuk pengalokasian belanja tidak langsung TA 2011 antara lain untuk belanja pegawai sebesar Rp 373.032.290.798. Sedangkan untuk belanja langsung adalah sebesar Rp 163.059. 747.202, atau mengalami penurunan sebesar Rp 180.597.341.422 atau 33,07%.

Berdasarkan penjabaran di atas, rencana pendapatan dan rencana belanja terjadi surplus sebesar Rp 3.300.000. Surplus akan dialokasikan untuk pembiayaan pengeluaran daerah sebesar Rp 3.300.000.000. Rencana anggaran belanja dalam RAPBD 2011 akan dialokasikan untuk melaksanakan program dan kegiatan menurut urusan pemerintah seperti urusan wajib sebesar Rp 534 205 518 026 dan Rp 36. 646 519 974 untuk urusan pilihan. (BS-026)
Sumber :Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukhairi: Surat Peringatan Sudah Dua Kali Dilayangkan ke PT Rendi

    Sukhairi: Surat Peringatan Sudah Dua Kali Dilayangkan ke PT Rendi

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Sumut Jafar Sukhairi Nasutiona dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menerima ratusan warga Desa Singkuang 1, Kecamatan Muara Batang Gadis, yang berunjuk rasa di halaman kantor bupati, Rabu (7/6/2023) menuntut hak kebun plasma dari PT Rendi Permata Raya yang hingga kini belum terealisasi. Sukhairi memaparkan upaya dan […]

  • Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di […]

  • Pemudik di Madina Turun 50%

    Pemudik di Madina Turun 50%

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Hari Raya Idul Fitri tahun ini jumlah pemudik turun 50% bila dibandingkan dengan tahun – tahun kemarin demikian dikatakann Wakil Ketua Organda Madina, Palit Nasution kepada wartawan (MB).

  • 3.519 PNS Palas Terima THR

    3.519 PNS Palas Terima THR

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PALAS, – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi jajaran PNS Kabupaten Palas jelang seminggu Lebaran ini telah dicairkan. Pencairan dilakukan sejak Selasa 30 Juli lalu. PNS Palas berjumlah 3.519 orang dengan masing-masing besaran THR Rp1,5 juta. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Palas Hasanuddin SSos kepada METRO, Rabu (31/7) di ruang kerjanya. Dikatakannya, bukan untuk pegawai […]

  • Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (11/7). Rakor SPBE diikuti langsung Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Sekda Madina Gozali Pulungan, Asisten I Alamulhaq, Asisten II Erman Gafar, Asisten III […]

  • Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan H. Daulay Pecinta Masjid sebagai basis membangun peradaban Islam Apa saja aktivitas boleh dilakukan di lingkungan masjid, kecuali melakukan kemaksiatan kepada Allah, bahkan di seputaran masjid harus dijadikan tempat membangun peradaban islami, baik itu kegiatan ibadah maupun muamalah. Rasulullah semasa hidupnya selalu menjadikan masjid sebagai basis atau markas perjuangan, baik perjuangan politik, ekonomi, sosial, […]

expand_less