Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

 Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta

 

Ketika dialog tentang Pilkada Madina 2016 di media sosial, mengemuka pra-wacana tentang kriteria Calon Bupati Madina. Salah satu dan yang pertama saya tawarkan adalah kriteria Marga Mandailing. Banyak juga komentar yang masuk.

Salah satu tanggapan bernada proters terhadap gagasan kriteria itu datang dari teman fb bernama @Zul Mardongan Fikar. Sayang, saya tidak sempat memberikan argumentasi yang cukup. Dalam kesempatan itu saya sampaikan, sekilas kriteria yang saya tawarkan hanya menguntungkan tokoh-tokoh ber-marga Mandailing.

Maka saya tuliskan di situ: "Tapi, sama sekali ini bukan primordialisme. Sebenarnya kita meminta pertanggungjawaban sosio-kultural dari setiap mereka yang mewarisi marga. Jadi, jangan cuma enaknya memakai marga."

Lebih dari itu, saya juga tegaskan dalam media sosial itu, bahwa menjadi bupati/wakil bupati itu bukanlah pekerjaan yang enak, apalagi berlaku seenaknya. Maka, di sini juga saya tanyakan: apakah argumentasi saya logis, masuk akal dan bisa diterima?

Bukan Primordialisme

Sekali lagi, saya tandaskan, kriteria marga ini bukan primordialisme, etnosentrisme atau agoisme kultural. Jadi, mohon maaf, yang kebetulan tak bermarga Mandailing sebaiknya tahan diri dulu atau ambil sikap 'tau diri' dulu. Biarkan mereka yang hari ini mewarisi marga secara genetik (darah) tampil dengan sikap bertanggungjawab untuk memperbaiki (pature) Madina ini.

Santabi sapulu maradopkon mora, kahanggi, anak boru umumna koum sasudena di group fb #Merbas Batang Gadis pembaca Malintang Pos dan umumnya masyarakat Mandailing Natal, baik yang berdomisi di dalam maupun di luar Madina.

Manjelang detik-detik menegangkan dan mendebarkan Pilkada Madina 2015 ini, kami meminta sedikit perhatian. Get memangkal argumentasi, yang nantinya mungkin saja bisa diterima atau ditolak, tentang relevansi marga dalam kriteria figur ideal Calon Bupati Madina periode 2016-2021.

Dalam kalkulasi antropologis, mengedepankan persyaratan Marga Mandailing sebagai satu dari sekian kriteria figur yang dimiliki Calon Bupati atau Wakil Bupati merupakan patokan yang sangat signifikan. Malah, anggo adong halakna, dungi antong anggo bisa, itu termasuk tokoh na marasal sian kalangan harajaon, keturunan ni raja-raja Mandailing Godang do.

Mengapa? Mengapa harus yang berkualifikasi marga/harajaon? Ini pertanyaan mutlak. Mamang harus ada dasar dan alur logika yang sehat di balik tesis yang terkesan sangat-sangat konservatif dan ortodok ini.

Apa pun definisinya, konsep marga merujuk pada pengertian marga dalam bahasa ibu masyarakat Mandailing.

Dalih Konservatif

Tentu saja, ada alur cerita dan logika dari tesis ini. Beberapa dalih berikut dapat menguraikannya, yaitu:

1. Wujud Madina saat ini, setelah berusia 16 tahun, sangat absurd. Selain karena banyak pihak yang bersikap seolah tak mampu lagi memperbaiki keadaan, sebahagian kalangan justeru seperti sepakat untuk memancing di air keruh, menggunting dalam lipatan, karena menganggap Madina kini seperti benang kusut, sudah tak dapat diperbaiki lagi, sudah seperti menegakkan benang basah dan merasa lebih baik paoto-otohon ketimbang dipaoto-oto.

2. Banyak pihak yang terlibat langsung dalam pergumulan ide, obsesi dan emosi hingga Madina saat ini memiliki karakteristik yang mengerikan, rancak di labu tapi di dalamnya seperti benang kusut. Sebut saja beberap pihak di antaranya: kepala daerah, partai politik (parpol), birokrasi, pengusaha, ormas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), wartawan dan lain-lain yang secara signifikan dan formal punya peran dalam geliat glamor perjalanan 16 tahun Madina ini. (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKD Madina Belum Terima Salinan Pengumuman CPNS

    BKD Madina Belum Terima Salinan Pengumuman CPNS

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum memperoleh daftar nama-nama yang lolos hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS 2013. “Hingga kini kita belum memperolehnya dari Jakarta,” kata Sekretaris BKD Madina, Kaspan Usman Nasution di ruang kerjanya kepada Mandailing Online, Selasa petang (24/12/2013). Menurunya, jika salinannya sudah mereka dapatkan, akan […]

  • Tepati Janji, Sukhairi Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    Tepati Janji, Sukhairi Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution serahkan bantuan pembangunan Masjid Al-Abshor di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Selasa (5/7). Atas bantuan ini, warga pun menyampaikan terima kasih. “Ini merupakan janji yang pernah Pak Sukhairi utarakan pada kami beberapa waktu yang lalu, untuk itu, saya beserta warga […]

  • Berakhirnya Masa Jabata Kada Madina dan Peluangnya

    Berakhirnya Masa Jabata Kada Madina dan Peluangnya

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Oleh : Irwan Daulay Merujuk Putusan MK No 18/PUU-XX/2022 terhadap pengujian pasal 201 ayat (7) UU no 10 tahun 2016 yang dimohonkan oleh Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara. Putusan tersebut menolak Permohonan Pemohon membatalkan pasal 201 ayat (7) UU No 10 tahun 2016 yang membatasi masa jabatan pasangan Kada yang mengikuti Pilkada tahun 2020 hanya […]

  • Tak Berkategori

    KPK: Bupati Madina Janjikan Satu Paket Proyek BDB ke Kontraktor

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Medan, – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyebut dari tiga proyek yang bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut yang didapatkan pemerintah kabupaten Mandailing Natal(Madina). Bupati Hidayat Batubara menjanjikan satu proyek untuk digiring pengerjaannya oleh kontraktor Surung Panjaitan. “Ada tiga paket proyek di APBD Madina yang bersumber dari BDB Pemprov Sumut. […]

  • Fenomena Resesi Seks, Mengancam Siapa?

    Fenomena Resesi Seks, Mengancam Siapa?

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Santer! Jagad dunia Barat kini sedang dihembuskan suatu fenomena yang dikabarkan menimpa beberapa negara maju kapitalis. Resesi Seks! Beberapa berpendapat bahwa fenomena resesi seks ini akan memberikan dampak yang begitu berbahaya. Seperi berita yang dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (08/12/2021) bahwa menurut sebuah penelitian terbaru dari […]

  • Mantan Kadis KPAD Sibolga Diperiksa Poldasu

    Mantan Kadis KPAD Sibolga Diperiksa Poldasu

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Mantan Kadis Keuangan Pendapatan Anggaran Daerah (KPAD) Pemko Sibolga, Hasibuan, diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu terkait dugaan korupsi pengadaan lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan terminal truk di Huta Toruan, Sibolga Utara, Kota Sibolga, dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Sebelum diperiksa pada Rabu (18/3/2015), Hasibuan selaku pengguna anggaran dalam proyek yang dananya […]

expand_less