Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Sarlinkson Produksi Pupuk Organik GUANO

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
  • print Cetak

 

BATANG NATAL  (Mandailing Online)  –  Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk pertama kalinya memproduksi pupuk organik berstandar nasional. Pupuk bermerek dagang GUANO  yang CV. SARLINKSON itu berbasis di Desa Bangkelang Kecamatan Batang Natal.

Dalam seminggu, CV. Sarlinkson yang berdiri sejak 2013 itu memproduksi antara 15 hingga 20 ton. Ada tiga jenis pupuk organik yang diproduksi, yani Super Fosfat Plus, Guano dan Kisstreet.

Pasaran pupu GUANO ini telah merambah pasar Riau, Pasaman, Ranto Prapat, Kabanjahe dan Mandailing Natal sendiri.

“Bahan bakunya berasal dari kotoran kelelawar di goa yang terletak di kawasan Guo Batu, Desa Bangkelang,” kata pemilik perusahaan, H. Syaripul Lubis, SE alias Sarling kepada Mandailing Online, Rabu (22/4).

 “Pupuk organik GUANO merupakan kotoran kelelawar yang mengandung senyawa-senyawa organik seperti nitrogen, fosfor, potassium yang merupakan bahan utama penyusun pupuk,” imbuhnya.

Unsur nitrogen berfungsi sebagai pertumbuhan tanaman yang cepat, unsur fospor berfungsi merangsang pertumbuhan akar yang cepat serta pembungaan. Sedangkan kallium berfungsi mendukung kekuatan batang tanaman. Pupuk Guano juga mengandung senyawa-senyawa organik lainnya seperti kallium dan magnesium.

Berdasarkan hasil pusat penelitian kelapa sawit Medan dengan metode uji SNI 2803.2010, spesifikasi Super Phospat Plus yang diprodukisi CV. SARLINKSON ini  mengandung Nitrogen (N) 9,67%, MgO 18,35%, Fospor (P2O5 ) 20,58 %, Potasium (K2O) 7,31%.

“Dan tidak terlepas kemungkinan, kita menawarkan jumlah kadar unsur yang ada ditambah atau dikurangi sesuai dengan pesanan konsumen,” ujar Sarling.

”Ini kan seperti kita masak gulai juga, kalau pingin pedas tambah cabe, kalau takut keasinan kurangi garam, singkatnya sesuai pesanan konsumenlah,” imbuhnya.

Dikatakanya, pupuk Sufer Posfat Plus sangat cocok digunakan  untuk tanaman keras dan holtikultura. Sedangkan pupuk Guano digunakan khusus untuk tanaman holtikultura, bawang, kentang, padi dan lainnya. Sedangkan pupuk Kisstreet khusus untuk tanaman  sawit.

Peliput: Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI AU minta maaf

    TNI AU minta maaf

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kasus pemukulan wartawan Riau Pos Didik, Ryan Fb Anggoro (LKBN Antara), Ari Nadem (Tv-One), dan Robi (RTv). Selain wartawan, dua mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga ditinju oknum anggota TNI AU karena kedapatan mengambil foto bangkai pesawat Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga Semua pihak menyayangkan peristiwa ini. Bagaimana seorang […]

  • Nasib jabatan Bupati Madina “di tangan” Mendagri

    Nasib jabatan Bupati Madina “di tangan” Mendagri

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Bupati Mandailing Natal M Hidayat Batubara, tersangka kasus suap proyek alokasi anggaran Bantuan Dana Bawahan (BDB), dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Mandailing Natal menyerahkan nasib jabatannya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Penegasan itu disampaikan Hidayat usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama lebih dari tujuh jam. “Tergantung Mendagri itu (penonaktifan […]

  • Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dikutip dari : website Hizbut Tahrir Indonesia Banyak warga Indonesia yang tidak menyadari bahwa negeri ini telah lama dicengkeram oleh sistem ekonomi neoliberalisme. Mereka hanya tahu kalau ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. Itu hanyalah slogan kosong. Apakah neoliberalisme itu? Neoliberalisme adalah wujud pembaruan dari paham ekonomi liberalisme yang telah ada sebelumnya. Ekonomi neoliberalisme […]

  • Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir issu mutasi besar-besaran menjadi pembicaraan hangat dikalangan PNS Pemkab Mandailing Natal. Bahkan beberapa nama sudah diproyeksikan jatah menduduki jabatan eselon II, III dan IV. Perbincangan hangat di kalangan PNS itu menyebutkan bahwa nama-nama yang akan menduduki jabatan itu merupakan mereka aktif ikut dalam kunjungan kerja bupati di […]

  • Hasil Rekapitulasi C1 KPU Madina Hampir Final

    Hasil Rekapitulasi C1 KPU Madina Hampir Final

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Bisa dipastikan dari update data rekapitulasi penghitungan C1 KPU telah mendekati hasil final dengan asumsi Data Masuk yang sudah masuk sebesar 97,03% dengan hasil sebagai berikut: Drs. M. Yusuf, M.Si dan Imron Lubis memperoleh  : 48984 Suara (27,81%) H. Dahlan Hasan Nasution dan H. Muhammad Jafar Sukhairi Nst  memperoleh: 99983 Suara (56,76%) Saparuddin Haji dan […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

expand_less