Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
  • print Cetak

Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat.
“Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah dimaksud seluas 7.300 hektare, bukan berarti demo-demo yang dilakukan warga dinilai sebagai satu sikap dan sistem yang benar. Sebab cara-cara seperti itu bisa saja tidak murni dan bisa dimanfaatkan para provokator yang mendasari niat tertentu, untuk satu kepentingan, seperti yang pernah diungkap kalangan DPRD Sumut,” kata Deddy Nasution, di Medan, Senin (13/2).

Tokoh pemuda Sumut yang akrab disapa Ucok Mawar ini menduga demo yang dilakukan warga karena ada memprovokasi. Ia khawatir hal itu bisa memperkeruh suasana di daerah yang belakangan terus bergejolak akibat berbagai sangketa, baik soal tanah ulayat maupun pertambangan.

“Diduga pergerakan warga tidak murni, karena didalangi satu perusahaan perkebunan di daerah itu. Tujuannya untuk mengambil lahan yang sedang diusahai sebuah perusahaan lain dengan pola memanfaatkan warga dan jika warga berhasil dalam pergerakannya, tanah yang diklaim warga sebagai tanah ulayatnya itu akhirnya justru dibeli oleh provokator. Jadi, ada kesan eksploitasi warga untuk kepentingan perusahaan,” kata Ucok.

Diungkapkannya lagi, politik adu-domba harus dihindari. Jika warga mendapatkan satu “ajakan”, maka demi kondusifitas daerah, hendaknya melakukan komunikasi kepada aparat pemerintah, seperti kades, camat dan aparat keamanan. Ini untuk mendeteksi kebenaran ajakan tersebut, sehingga bisa menghambat pergerakan yang lebih bersifat radikal.

“Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, diyakini perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di kawasan Tapsel dan Madina secara terbuka dan lapang dada akan menerima dan mau membicarakannya secara prosedural dan damai. Yang pasti, jika kita mencintai daerah kita agar tetap tercipta situasi kondusif, sehingga aktivitas bekerja lancar tanpa hambatan, jangan mau terprovokasi,” ujarnya. (m fahmi.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    Basarnas Kirim Heli Ke Lokasi

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit helikopter terlihat terbang menuju lokasi tambang yang runtuh di Huta Bargot, Mandailing Natal, Jum’at (8/2). Heli ini dikirim Basarnas Sumut untuk membantu tim Basarnas yang sejak Kamis kemarin berupaya melakukan evakuasi korban dari dalam lobang tambang sedalam 150 meter di dalam tanah. Menjawab wartawan, Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara […]

  • Meneladani Politik Para Nabi dan Rasul

    Meneladani Politik Para Nabi dan Rasul

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          Oleh : HM Jakfar Sukhairi Nasution   Politik dalam pandangan Islam bagian dari ibadah. Bagian dalam memperbesar kebaikan dan meminimalisir keburukan. Memudahkan urusan yang baik dan mempersempit ruang gerak keburukan. Intinya semua harus dalam panji amar ma’ruf dan nahi munkar melalui kekuasaan. Nabi Daud dan Sulaiman, mereka sebagai prototipe seorang penguasa yang […]

  • 2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sepanjang Tahun 2011 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menerima pengaduan sebanyak 269 kasus. Sebagian besar dari kasus-kasus tersebut merupakan kasus-kasus yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik (public interest cases), yang justru luput dari skema penyelenggaraan bantuan hukum dalam UU Bantuan Hukum. “Sepanjang Tahun 2011, ketidakadilan terus menerus menjadi warna dominan hukum dan HAM di […]

  • Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    Pemda Se-Tabagsel Harus Total Tangani Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Melihat grafik perkembangan ODP dan PDP yang terus naik, pemerintah daerah di Tabagsel harus totalitas menanggulangi covid-19. Pemerintah daerah tidak bisa lagi setengah-setengah. Kepala daerah melalui gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 yang dalam hal ini kepala BPBD harus mengintensifkan konsolidasi lintas sektoral agar informasi terkait dengan virus Corona harus up […]

  • Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta,( Mandailing Online ): 10 September 2025 — Sebuah fajar baru menyingsing di cakrawala kepemimpinan pelajar Indonesia di seluruh dunia. Dalam pertarungan head-to-head yang memukau, Andika Ibrahim Nasution telah mengukir sejarah sebagai Koordinator PPI Dunia 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar pergantian tampuk pimpinan, melainkan sebuah revolusi senyap, sebab untuk pertama kalinya, PPI Dunia dipimpin oleh […]

  • Anatra vs Sepeda Motor, Satu Orang Tewas, 10 Pelajar luka

    Anatra vs Sepeda Motor, Satu Orang Tewas, 10 Pelajar luka

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Belum lama kecelakan Anatra yang ugal-ugalan di jalan raya menewaskan satu penumpang santri Mustofawiyah dua pekan lalu, kini tabrakan maut antara angkutan umum Anatra dengan sepeda motor terjadi lagi. 1 orang meninggal dunia, beberapa abak sekolah luka-luka. Tabrakan ini terjadi di jalan Lintas Sumatera di Km 22-23 atau titik Desa Lumban […]

expand_less