Senin, 9 Mar 2026
light_mode

Seputar Honorer Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Logistik Disuruh Djakfar Jemput Widuri
MADINA;

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Mandailing Natal Jainal Siregar SH mengaku menjemput Widuri (nama samaran) ke rumahnya atas suruhan Djakfar Siddik Nasution. Jainal juga mengaku akibat menjemput bawahannya itu, rumahnya sempat dilempari warga dan didatangi keluarga Widuri karena dituduh ikut dalam skenario tersebut.
“Saya dimintai tolong oleh Djakfar untuk menjemput dia (Widuri, red) ke rumahnya untuk mengurus pertapakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang rencananya akan dibangun di Desa Sihepeng, ke Kementerian Agama Wilayah Sumut di Medan, serta juga untuk mengurus kuliah Widuri di Medan. Saya hanya sekedar menjemput Widuri, karena disuruh dan diminta tolong oleh Djakfar,” kata Jainal ketika ditemui METRO di ruang kerjanya di gedung BPBD Madina, Kamis (10/2) sekira pukul 11.30 WIB.
Diceritakan Jainal, pada malam itu, meski tak ingat lagi hari dan tanggalnya, namun saat itu sekitar pukul 20.00 WIB usai dirinya makan malam di rumahnya di ujung Desa Sihepeng atau dekat ke SDN 2 Sihepeng, Kecamatan Siabu.
Kemudian Jainal keluar ke warung kopi dekat tempat tinggalnya atau berjarak sekira 20 meter. Setibanya di warung kopi, telepon seluler Jainal berdering. Ternyata yang menelepon adalah Djakfar. Anggota DPRD Madina itu menanyakan keberadaannya. ”Idia doho katua, get marsuoa sugari jolo (Kau lagi di mana ketua, mau jumpa dulu),” kata Jainal menirukan ucapan Djakfar kala itu.
Jainal pun menjawab dirinya sedang berada di warung kopi. Tak lama kemudian, Djakfar mendatangi Jainal.
Dijelaskannya, sekitar 20 menit kemudian, saat hujan turun, mobil yang ditumpangi Djakfar tiba di kedai kopi tempatnya hendak minum kopi.
Tanpa turun dari mobil jenis Kijang Japsul, Djakfar yang berada di dalam mobil bersama dua orang lagi yakni Kepala Desa berinisial R dan seorang stafnya, didatangi Jainal tanpa masuk ke dalam mobil. Seingat Jainal, saat itu posisi duduk Djakfar berada di kursi belakang sopir, sedangkan yang duduk di depan adalah Kepala Desa berinisial R.
”Saya jumpai dia (Djakfar) di dalam mobil. Djakfar bilang minta tolong untuk menjemput Widuri ke rumahnya agar berangkat ke Medan mengurus pertapakan MAN ke Kemenag Wilayah Sumut, sementara Widuri ikut untuk mengurus kuliahnya di Medan,” ujar Jainal.
“Saat itu saya menjawab kenapa harus saya yang menjemput, kan masih ada sopir. Namun Djakfar tetap minta tolong agar saya yang menjemput sambil menunjukkan berkas pengurusan MAN. Karena di situ ada kades, akhirnya saya niatkan menjemput Widuri, karena memang pengurusan MAN ini sangat diharapkan warga Sihepeng,” lanjutnya menceritakan.
Jainal pun mendatangi rumah Widuri dengan mengendarai sepedamotornya yang berada dekat pasar Sihepeng atau sekira 1,5 kilometer dari tempat Djakfar menunggu di depan SDN 2 Sihepeng.
Sekitar lima menit, Jainal sudah tiba di halaman rumah Widuri. Ternyata Widuri sudah berdiri di depan pintu dan langsung mendatangi Jainal.
“Setibanya di halaman rumahnya, Widuri langsung menemui saya dan minta tolong untuk minta izin ke orangtuanya dengan alasan bahwa dia (Widuri, red)) dalam urusan BPBD. Dan saya sempat tanyai dia (Widuri, red) apa hubungannya dengan Djakfar. Namun dia tak menjawab dan terus minta tolong dimintakan izin ke orangtuanya,” tutur Jainal mengungkapkan. Akhirnya Jainal masuk ke rumah meski tidak sampai duduk. Dia kemudian meminta izin ke ayah Widuri, dengan alasan sesuai permintaan Widuri, adalah urusan BPBD. Ayah Widuri mengizinkannya karena alasannya berhubungan dengan pekerjaan.
Setelah izin di dapat, Jainal langsung membonceng dan mengantarkan Widuri ke tempat di mana mobil Djakfar berhenti dan menunggu di pinggir Jalinsum Siabu bersama kades.
”Setibanya di mobil, mereka langsung berangkat. Dan saya lihat Widuri saat itu hanya membawa tas kecil saja,” tambahnya lagi.
Dituduh Istri Selingkuh
Tidak itu saja, pengakuan Jainal, ketika dirinya membonceng Widuri untuk diantar ke mobil Djakfar yang sedang menunggu di pinggir Jalinsum, seseorang ada yang mengadukan ke istrinya, bahwa dirinya membonceng Widuri pada malam itu. Akibatnya, rumah tangganya sempat berantakan dan dimarahi istrinya. Bahkan, istri Jainal menuding kalau Jainal selingkuh.
Karena ada dua alasan yang berbeda antara Widuri dan Djakfar untuk berangkat ke Medan, Jainal pun terus bertanya-tanya dalam diri, apa hubungan Widuri dengan Djakfar. Untuk memperjelasnya, Jainal pun berniat mempertanyakannya ke Widuri setelah pulang dari Medan.
Ketika Widuri pulang, Jainal mengaku pernah berulang kali menanyainya, apa hubungannya dengan Djakfar. Namun, pegawai honor di kantornya tersebut hanya menjawab tidak ada hubungan spesial antara keduanya.
”Sepulangnya dari Medan, dia (Widuri, red) masih sempat masuk kerja selama beberapa hari dan berulang kali saya Tanya. Namun dia (Widuri) mengaku tidak ada hubungan mereka. Sejak itulah kejadian itu terungkap dan rumah saya sempat dilempari masyarakat yang mengatakan kalau saya membantu Djakfar untuk menjemput Widuri. Bahkan orangtua Widuri pernah mendatangi saya dengan membawa kayu dan menuduh saya yang ikut dalam skenario itu,” tuturnya sembari menyebutkan kalau kejadian tersebut dirinya sangat dirugikan dan sampai saat ini, dirinya jadi sering cekcok dengan istrinya.
Sementara itu Djakfar Siddik Nasution saat hendak dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya terkait penuturan Jainal Siregar, Kamis (10/2) sekira pukul 14.00 WIB, tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat meskipun ada nada panggil. Ketika dihubungi kembali sekitar pukul 16.00 WIB, ponsel Djakfar tidak aktif lagi.
Sebelumnya, Djakfar Siddik Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, dia juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya, Selasa (8/2) lalu sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

    Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution Setelah melewati perjalanan yang tidak mudah, akhirnya  M Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal. Saya membayangkan saja apa yang ada dalam pikiran beliau. Terutama Atika. Saya yakin, ada moment ketika Atika merenung. Duduk, mungkin sambil senyum, karena tiba-tiba berada di jalur pemerintahan. […]

  • Legislator minta kapolri nonaktifkan Djoko Susilo

    Legislator minta kapolri nonaktifkan Djoko Susilo

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – ‎​ Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Ahmad Basarah meminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera menonaktifkan tersangka kasus Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Irjen Pol Djoko Susilo dari jabatannya sebagai Gubernur Akademi Kepolisian. “Setuju, setidaknya ada dua pertimbangan yang dapat dijadikan dasar penonaktifan Djoko Susilo. Pertama, […]

  • Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Hingga 14 November 2014, capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencapai Rp 1,12 miliar atau berkisar 75% dari target Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik setelah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel. “Capaian ini dinilai cukup baik, pada tahun pertama Pemkab Tapsel langsung sebagai pengelola setelah diserahkan secara defenitif Tahun […]

  • Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Media adalah sarana atau alat yang menjadi wasilah untuk menyampaikan berbagai informasi  kepada masyarakat. Media juga memiliki peran penting untuk mengedukasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat. Sebab, dari media tersebut masyarakat akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan penting yang mereka butuhkan dan semakin memperluas cakrawala berpikir tentang segala sesuatu. Berbagai macam media bisa […]

  • TS Calon Bupati Diminta Turunkan Baliho Liar

    TS Calon Bupati Diminta Turunkan Baliho Liar

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Madina meminta semua tim kampanye pasangan calon bupati menurunkan alat peraga kampanye liar. Sebab, alat peraga kampanye liar seperti baliho, spanduk dan poster yang dipasang para TS masing-masing calon telah melanggar aturan yang berlaku, yakni alat peraga kampanye (APK) di luar yang dicetak oleh KPU Madina. Berdasar Peraturan KPU nomor […]

  • Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): Operasi tambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu ditanggapi santai para pelaku tambang. Para pelaku tambang nampaknya tidak takut. Mereka terus menjalankan alat beratnya di lokasi lokasi yang mengandung material emas seperti di desa ampung padang tepat di pinggiran sungai batang natal. Diketahui lokasi ini dikuasai pengusaha tambang emas […]

expand_less