Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Tak Berkategori

Singapura Lirik Kopi Ulu Pungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

bubuk kopi Simpang Banyak 070513PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Importir Singapura mulai melirik bubuk kopi luwak yang diproduksi kelompok usaha Langgamtama, Desa Simpang Banyak Jae dan Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

“Singapore sudah meminta 2 ton, namun kita belum mampu membutuhi permintaan itu,” kata Mursal Lubis, pengurus Langgamtama kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.
.
Permintaan eksportir Singapura itu merupakan tindaklanjut penjajakan akses pasar kopi luwak yang dilakukan Langgamtama berupa pengiriman sample produk ke berbagai eksportir di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Saudi Arabia, dan Singapura.

Kopi Mandailing terkenal di dunia internasional sejak era kolonial Belanda. Tetapi produksi biji kopi Mandailing meredup sejak Indonesia merdeka. Namun, nomenklatur Mandheling Coffee dewasa ini mencapai ratusan merek yang diproduksi berbagai negara di dunia, meski sebenarnya biji kopinya bukan dari tanah Mandailing.

“Pada saat kita kirim contoh kopi luwak dari Mandailing ini, negara Singapura yang pertama berreaksi dan langsung melakukan permintaan,” katanya.

Langgamtama merupakan gabungan kelompok tani Satahi I dan Satahi II di Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae yang dalam dua tahun terakhir memproduksi bubuk kopi berbagai merek, termasuk Kopi Luwak Spesial.

Mursal mengatakan, kopi luwak sepesial tersebut disaring secara alami, tanpa melalui media hewan musang. Negara-negara yang dikirimi sampel cukup antusias. Hanya saja Langgamtama masih terkendala rendahnya produk biji kopi untuk memenuhi permintaan pihak importir.

Dijelaskannya, animo masyarakat untuk bertanam kopi Mandailing di kawasan Simpang Banyak mulai bergeliat sejak adanya program dari Pemkab Madina melalui Dinas Kehutanan Perkebunan Madina.

Saat ini, lanjut Mursal, volume produksi biji kopi yang dihasilkan Simpang Banyak baru mencapai 4,5 ton per bulan dama bentuk biji beras. Sebagian besar masih dijual kepada pedagang lokal dan sebagian diolah menjadi bubuk kopi kemasan. Sisanya belum mampu memenuhi permintaan importir.

Untuk mendongkrak produksi, dukungan dan suntikan modal dari pihak Pemkab Madina merupakan salah satu solusi. Sebab, lahan yang luas masih membentang. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini  Sikap dan Tanggapan Warga

    Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini Sikap dan Tanggapan Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kades itu sudah menunjukkan arogansinya, buktinya warga nya sendiri dilaporkan ke polisi hanya gegara warga protes pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan sehingga membuat warga menyegel dan melempari kantor desa, ” Kata Ahmad Toyib warga desa sirambas pada Mandailing Online 9/9/2024 menyikapi 7 warga desa yang dilaporkan Kades Ilman Suhdi […]

  • Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,MO-Para pasien mengeluhkan pemotongan terhadap dana Jaminan Persalinan (Jampersal) yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum di Dinas Kesehatan kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sehingga dana yang sampai ke tangan bidan hanya sekitar 250.000 dari sekitar total Rp. 400.000 per pasien. Sejumlah keluarga pasien kepada Mandailing Online, pekan lalu mengakui dana yang sampai di tangan bidan bagi pembiayaan […]

  • FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rencana Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyalurkan insentif guru-guru madrastah melalui bank mendapat persetujuan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Madina. Ketua FKDT Madina Najamuddin Nasution, AMd didampingi Sekretaris FKDT Madina Muhammad Ludfan Nasution, SSos menyampaikan kepada wartawan, Jum’at (29/5) persetujuan atas teknis penyaluran insentif itu dengan mempertimbangkan alasan pencegahan tumpang-tindih […]

  • Polisi Tetapkan 7 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Madina Jadi Tersangka

    Polisi Tetapkan 7 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Madina Jadi Tersangka

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ada 10 unit alat berat milik penambang emas ilegal hasil tangkapan Polres Madina pada selasa 28/5/2024, masih berada di lokasi. Dari 12 alat berat berat baru 2 unit yang sudah dibawa ke Mako Polres Madina. Ipda Bagus Seto Plh Kasi Humasy Polres Madina saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. ” Benar […]

  • Gordang Sambilan Kebanggan Masyarakat Mandailing

    Gordang Sambilan Kebanggan Masyarakat Mandailing

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gordang Sambilan adalah warisan budaya bangsa Mandailing dan tidak ada duanya dalam budaya etnis lainnya di Indonesia. Pertunjukan budaya/tradisi Gordang ini sudah sangat jarang dijumpai didaerah mandailing.

  • Tambang Emas Ilegal di Madina Kembali Renggut Nyawa Pekerja

    Tambang Emas Ilegal di Madina Kembali Renggut Nyawa Pekerja

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): AK (25), warga Desa Ampung Siala, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ditemukan tidak bernyawa setelah material tanah menimbun sekujur tubuhnya saat melakukan aktifitas  penambangan emas ilegal di dusun pulau padang desa simpang durian Kecamatan Linggabayu pada Minggu, 25 Mei 2025. Korban tewas akibat tambang emas ilegal […]

expand_less