Selasa, 14 Apr 2026
light_mode
Tak Berkategori

Singapura Lirik Kopi Ulu Pungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

bubuk kopi Simpang Banyak 070513PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Importir Singapura mulai melirik bubuk kopi luwak yang diproduksi kelompok usaha Langgamtama, Desa Simpang Banyak Jae dan Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

“Singapore sudah meminta 2 ton, namun kita belum mampu membutuhi permintaan itu,” kata Mursal Lubis, pengurus Langgamtama kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.
.
Permintaan eksportir Singapura itu merupakan tindaklanjut penjajakan akses pasar kopi luwak yang dilakukan Langgamtama berupa pengiriman sample produk ke berbagai eksportir di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Saudi Arabia, dan Singapura.

Kopi Mandailing terkenal di dunia internasional sejak era kolonial Belanda. Tetapi produksi biji kopi Mandailing meredup sejak Indonesia merdeka. Namun, nomenklatur Mandheling Coffee dewasa ini mencapai ratusan merek yang diproduksi berbagai negara di dunia, meski sebenarnya biji kopinya bukan dari tanah Mandailing.

“Pada saat kita kirim contoh kopi luwak dari Mandailing ini, negara Singapura yang pertama berreaksi dan langsung melakukan permintaan,” katanya.

Langgamtama merupakan gabungan kelompok tani Satahi I dan Satahi II di Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae yang dalam dua tahun terakhir memproduksi bubuk kopi berbagai merek, termasuk Kopi Luwak Spesial.

Mursal mengatakan, kopi luwak sepesial tersebut disaring secara alami, tanpa melalui media hewan musang. Negara-negara yang dikirimi sampel cukup antusias. Hanya saja Langgamtama masih terkendala rendahnya produk biji kopi untuk memenuhi permintaan pihak importir.

Dijelaskannya, animo masyarakat untuk bertanam kopi Mandailing di kawasan Simpang Banyak mulai bergeliat sejak adanya program dari Pemkab Madina melalui Dinas Kehutanan Perkebunan Madina.

Saat ini, lanjut Mursal, volume produksi biji kopi yang dihasilkan Simpang Banyak baru mencapai 4,5 ton per bulan dama bentuk biji beras. Sebagian besar masih dijual kepada pedagang lokal dan sebagian diolah menjadi bubuk kopi kemasan. Sisanya belum mampu memenuhi permintaan importir.

Untuk mendongkrak produksi, dukungan dan suntikan modal dari pihak Pemkab Madina merupakan salah satu solusi. Sebab, lahan yang luas masih membentang. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manggore

    Manggore

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Manggore (mendulang emas) merupakan mata pencaharian tambahan bagi penduduk Mandailing. Di sela-sela kesibukan bertani sebagai mata pencaharian utama, beberapa orang turun ke sungai dengan alat-alat yang amat tradisional. Sungai Batang Gadis yang berhulu dari Gunung Kulabu dan melintasi hampir seluruh bagian Mandailing memang diyakini menyimpan banyak bijih emas. Bahkan beberapa abad yang lalu para pedagang […]

  • Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Djafar: Saya Difitnah & Diperas MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal, Djafar Siddiq Nasution (40), mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut. “Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan […]

  • Ketua KPU Humbahas Kosmas Manalu Dijebloskan ke Rutan Tarutung

    Ketua KPU Humbahas Kosmas Manalu Dijebloskan ke Rutan Tarutung

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DOLOKSANGGUL : Terkait ijin kependudukan identitas atau kartu tanda penduduk (KTP), yang sebelumnya, dua anggota KPU Humbahas lainnya seperti Arnold Sinaga dan Frengki Manaek Sitorus sudah terpidana dan sudah menjalani hukuman penjara hanya 3 bulan di Rutan Tarutung. Kini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbang Hasundutan, Kosmas Manalu dan anggotanya Agus Manullang, akhirnya dijebolkan ke […]

  • Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NATAL (Mandailing Online) – Setidaknya 15 desa di Kecamatan Natal mengelami bencana pertengahan Oktober ini akibat luapan sejumlah sungai menyusul curah hujan yang tinggi. Bersadar data yang tercatat dari Posko Bencana melalui Ketua PMI Kecamatan Natal Hendra Barani Hutasuhut, Minggu (14/10/2018) untuk wilayah Desa- desa di Kecamatan Natal yang terkena dampak banjir meliputi […]

  • Madina Care Nilai Polres Madina Hanya ” Lips Service ” Dalam Menindak Pelaku PETI

    Madina Care Nilai Polres Madina Hanya ” Lips Service ” Dalam Menindak Pelaku PETI

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):  Pernyataan Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK akan memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) saat Ormas dan Ormawa melakukan aksi di depan Mako Polres Madina dinilai hanya “lips Service”. Demikian disampaikan Founder Madina Care Madina Institute, Wadih Al-Rasyid dalam menanggapi masih maraknya aktifitas tambang emas ilegal […]

  • Pendaftaran Sukhairi-Atika Diiringi Azan dan Solawat

    Pendaftaran Sukhairi-Atika Diiringi Azan dan Solawat

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rombongan pasangan Sukhairi-Atik dilepaskan kumandang azan dan lantunan solawat badar saat bergerak mendaftar ke KPU Madina, bakda solat Jum’at (4/9/2020). Rombongan berjumlah seribuan orang itu berjalan kaki di tengah guyuran gerimis dari rumah kediaman HM Jakfar Sukhairi Nasution di Pasar Jongjong, Panyabungan menuju kantor KPU Madina yang berjarak sekira 400 meter. […]

expand_less