Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
  • print Cetak

 

Catatan : Lokot Husda Lubis

Beberapa bulan terakhir, batu akik  menjadi serbuan masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan juga masyarakat  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir di setiap kesempatan, mulai dari warung kopi, di kantor, sekolah, di pasar, di tempat musyawarah dan rapat-rapat, batu akik terus menjadi pembicaraan.

Keberadaan batu akik yang marak belakangan ini memang membawa berkah bagi sebagian masyarakat Madina. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul tempat pengasah batu akik. Bukan itu saja, wargapun banyak yang beralih profesi menjadi pencari batu akik. Apalagi saat ini harga karet cukup murah di pasaran, menyebabkan warga menjadikan batu akik sebagai alternatif pekerjaan.

Khusus untuk daerah Mandailing Julu, di beberapa desa mencari batu akik sudah mulai digandrungi warga. Misalnya di daerah Pastap Julu Kecamatan Tambangan, sebagian warga sejak dua bulan terakhir sudah sibuk mencari batu akik di hulu Sungai Aek Mais yang jaraknya sekitar 4-5 Km dari desa Pastap.

Di kebun-kebun dan sawah warga pun tidak luput jadi sasaran. Umumnya mereka mencari batu akik dengan cara rombongan atau minimal 2 orang. Namun sangat disayangkan, pasaran batu akik dari daerah Pastap ini belum mendapat harga yang memadai. Belum ada harga standar  di pasaran, para peminat batu hanya membeli dengan harga murah.

Akan halnya di daerah Habo anak desa Aek Botung Kecamatan Muara Sipongi. Sejak sebulan terakhir daerah yang terkenal dari dulu kawasan pertambangan tradisional rakyat ini menghasilkan batu akik jenis Pirus. Batu ini biasanya didapatkan di dalam tanah dengan kedalaman 6-30 meter. Awalnya, bagi warga penambang di daerah ini batu tersebut tidak begitu berharga, namun begitu batu jenis Pirus ini diketahui bernilai bagus untuk batu akik, harga pasarannya pun naik, mulai harga 200.000 hingga 5.000.000 rupiah per kilo gram.

Bagi pembaca yang ingin mendapatkan batu akik jenis Pirus ini juga bisa datang ke desa Muara Botung  Kecamatan Kotanopan. Jenis batu inipun sudah mulai merambah ke kota-kota besar, seperti Medan, Padang, Pekan Baru, Jakarta dan kota-kota lainnya. Jenis batu akik Pirus ini di dominasi warga hijau dan biru bergaris warna warni.

Aktivitas warga pencari batu akik ini juga ditemui di daerah Ujung Marisi, Sibio-Bio, Simpang Tolang, Pagar Gunung dan Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan. Puluhan orang warga desa setiap harinya mencari batu akik di seputaran daerah aliran Aek Singengu dan di kebun-kebun warga. Batu akik jenis Extra Jos sudah cukup banyak dikeluarkan dari daerah ini.

Batu ini umumnya dinominasi warna hijau muda dan tua, kuning, putih, sebagian coklat dan gabungan warna lainnya. Sangat disayangkan,  lagi-lagi harga batu akik jenis Extra Jos ini tidak semanis harga batu akik jenis Pirus. Nilai harganya jauh lebih rendah, padahal informasinya batu akik jenis Exstra Jos ini kalau di daerah Sumatera Barat mencapai 50.000 hingga 100.000 rupiah per kilo gram dengan kondisi batu sudah di potong-potong.

Harga itu belum bisa dinikmati warga pencari batu, tidak seimbang dengan jauhnya tempat pengambilan yang rata-rata menempuh perjalanan 3-4 Km dari desa. Namun, mengingat harga karet saat ini lagi turun warga terpaksa menjual batu ini.

Beda dengan daerah Sayurmaincat, daerah ini diketahui penghasil batu akik jenis posil. Warnanya coklat dan jenis ini juga sangat diminati warga. Namun sangat disayangkan, harga jenis batu ini pun masih sangat rendah di pasar Kotanopan. Padahal tempat pengambilan batu ini cukup jauh, rasanya tidak sebanding harga jual dengan tenaga yang keluar untuk mendapatkan batu.

Salman, salah seorang warga Simpang Tolang mengatakan, kalau saja harga batu Extra Jos bisa mencapai 20.000 rupiah per kilo gram, dia yakin warga akan bergiat mendapatkan batu ini. Namun sampai sekarang tidak ada kepastian harga, akibatnya warga hanya menyetok batu. Begitu juga dengan jenis posil dan batu lainnya di Madina. Semua yang beli rata-rata mengatakan masih untuk sampel dan mau di kirim ke Medan, Padang dan Jakarta.

Dikatakannya, cara mengambil batu yang dilakukan warga memang masih tergolong tradisional. Umumnya mereka lakukan dengan  cara menokok atau memahat batu sampai terbelah. Kondisi ini menyebabkan pengambilan batu tergolong lamban dan membutuhkan tenaga yang banyak. Di samping itu, kalau ditokok dan dipahat, batu ini banyak pecah dan tidak bisa dipergunakan lagi.

Akhirnya, ditengah ketidak pastian ekonomi, ditengah kebutuhan rumah tangga yang semakin banyak, harapan warga adalah naiknya harga batu akik. Mereka berharap dari penghasilan mencari batu akik ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, semoga saja.***

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kawanan perampok bersenjata api menyatroni sebuah rumah mewah di Komplek Perumahan Permata Hijau yang terletak di belakang Hotel Emerald Garden, Jl. Yos Sudarso, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu 5 Desember 2010. Akibat peristiwa ini, pemilik rumah mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kawanan perampok yang berjumlah empat orang memasuki rumah milik Edi Salim […]

  • JALUR PULO PADANG-SINUNUKAN SUDAH LAMA RUSAK PARAH

    JALUR PULO PADANG-SINUNUKAN SUDAH LAMA RUSAK PARAH

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Jalan yang menghubungkan Desa Pulo Padang Kecamatan Lingga Bayu menuju Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal (Madina) rusak parah dan lama tak ada perhatian. Ini termasuk potret Pantai Barat Mandailing yang memprihatinkan. Junaidi warga setempat, Jum’at (17/1/2014) menyatakan kerusakan ini sudah sejak lama, namun hingga kini belum juga ada gerakan perbaikan. Jalur […]

  • Maspaluddin Terpilih di Muscam, Kursi Golkar dari MBG Harus Lanjut di DPRD

    Maspaluddin Terpilih di Muscam, Kursi Golkar dari MBG Harus Lanjut di DPRD

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Kader dari Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) harus bisa melanjutkan estafet kursi Partai Golkar di DPRD Mandailing Natal (Madina) tahun 2024. Hal itu disampaikan Ketua PK Golkar Kec. MBG periode 2021-2026 Maspaluddin Daulay saat memberikan sambutan usai terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kec. MBG di Singkuang, Minggu […]

  • Ustadz Hendri: Saipullah Istiqomah Jalankan Tugas

    Ustadz Hendri: Saipullah Istiqomah Jalankan Tugas

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menghadiri undangan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim milik Ustadz Hendri Nasution di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Jum’at (11/10/2024). H. Saipullah Nasution dalam menghadiri undangan didampingi Ketua Tim Pemenangan Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi (SAHATA), […]

  • Polsek Panyabungan Tangkap 12 Pelaku Kejahatan

    Polsek Panyabungan Tangkap 12 Pelaku Kejahatan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polisi Sektor (Polsek)  Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil menangkap 12 pelaku kejahatan dalam beberapa terakhir. Mereka ditangkap di berbagai tempat. Kapolsek Panyabungan, AKP Topan HT, Selasa (27/1) menyatakan masing-masing yang ditangkap berbeda tindak kejahatannya, mulai curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kenderaan bermotor) dan curat (pencurian dengan pemberatan) serta […]

  • LGBT Buah Kapitalisme

    LGBT Buah Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dian Marlina Rambe Muslimah Peduli Generasi   Dikutip dari detik.com Millen Cyrus memenangkan kontes kecantikan Miss Queen 2021 yang diselenggarakan di Bali, Kamis (30/9/2021). Ini menjadi pro dan kontra, karena kontes tersebut  merupakan ajang kecantikan bagi para transgender. Ajang transgender yang diikuti Milen Cyrus ini mengalahkan 17 kontestan di Miss Quin Indonesia, ia […]

expand_less