Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
  • print Cetak

 

Catatan : Lokot Husda Lubis

Beberapa bulan terakhir, batu akik  menjadi serbuan masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan juga masyarakat  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir di setiap kesempatan, mulai dari warung kopi, di kantor, sekolah, di pasar, di tempat musyawarah dan rapat-rapat, batu akik terus menjadi pembicaraan.

Keberadaan batu akik yang marak belakangan ini memang membawa berkah bagi sebagian masyarakat Madina. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul tempat pengasah batu akik. Bukan itu saja, wargapun banyak yang beralih profesi menjadi pencari batu akik. Apalagi saat ini harga karet cukup murah di pasaran, menyebabkan warga menjadikan batu akik sebagai alternatif pekerjaan.

Khusus untuk daerah Mandailing Julu, di beberapa desa mencari batu akik sudah mulai digandrungi warga. Misalnya di daerah Pastap Julu Kecamatan Tambangan, sebagian warga sejak dua bulan terakhir sudah sibuk mencari batu akik di hulu Sungai Aek Mais yang jaraknya sekitar 4-5 Km dari desa Pastap.

Di kebun-kebun dan sawah warga pun tidak luput jadi sasaran. Umumnya mereka mencari batu akik dengan cara rombongan atau minimal 2 orang. Namun sangat disayangkan, pasaran batu akik dari daerah Pastap ini belum mendapat harga yang memadai. Belum ada harga standar  di pasaran, para peminat batu hanya membeli dengan harga murah.

Akan halnya di daerah Habo anak desa Aek Botung Kecamatan Muara Sipongi. Sejak sebulan terakhir daerah yang terkenal dari dulu kawasan pertambangan tradisional rakyat ini menghasilkan batu akik jenis Pirus. Batu ini biasanya didapatkan di dalam tanah dengan kedalaman 6-30 meter. Awalnya, bagi warga penambang di daerah ini batu tersebut tidak begitu berharga, namun begitu batu jenis Pirus ini diketahui bernilai bagus untuk batu akik, harga pasarannya pun naik, mulai harga 200.000 hingga 5.000.000 rupiah per kilo gram.

Bagi pembaca yang ingin mendapatkan batu akik jenis Pirus ini juga bisa datang ke desa Muara Botung  Kecamatan Kotanopan. Jenis batu inipun sudah mulai merambah ke kota-kota besar, seperti Medan, Padang, Pekan Baru, Jakarta dan kota-kota lainnya. Jenis batu akik Pirus ini di dominasi warga hijau dan biru bergaris warna warni.

Aktivitas warga pencari batu akik ini juga ditemui di daerah Ujung Marisi, Sibio-Bio, Simpang Tolang, Pagar Gunung dan Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan. Puluhan orang warga desa setiap harinya mencari batu akik di seputaran daerah aliran Aek Singengu dan di kebun-kebun warga. Batu akik jenis Extra Jos sudah cukup banyak dikeluarkan dari daerah ini.

Batu ini umumnya dinominasi warna hijau muda dan tua, kuning, putih, sebagian coklat dan gabungan warna lainnya. Sangat disayangkan,  lagi-lagi harga batu akik jenis Extra Jos ini tidak semanis harga batu akik jenis Pirus. Nilai harganya jauh lebih rendah, padahal informasinya batu akik jenis Exstra Jos ini kalau di daerah Sumatera Barat mencapai 50.000 hingga 100.000 rupiah per kilo gram dengan kondisi batu sudah di potong-potong.

Harga itu belum bisa dinikmati warga pencari batu, tidak seimbang dengan jauhnya tempat pengambilan yang rata-rata menempuh perjalanan 3-4 Km dari desa. Namun, mengingat harga karet saat ini lagi turun warga terpaksa menjual batu ini.

Beda dengan daerah Sayurmaincat, daerah ini diketahui penghasil batu akik jenis posil. Warnanya coklat dan jenis ini juga sangat diminati warga. Namun sangat disayangkan, harga jenis batu ini pun masih sangat rendah di pasar Kotanopan. Padahal tempat pengambilan batu ini cukup jauh, rasanya tidak sebanding harga jual dengan tenaga yang keluar untuk mendapatkan batu.

Salman, salah seorang warga Simpang Tolang mengatakan, kalau saja harga batu Extra Jos bisa mencapai 20.000 rupiah per kilo gram, dia yakin warga akan bergiat mendapatkan batu ini. Namun sampai sekarang tidak ada kepastian harga, akibatnya warga hanya menyetok batu. Begitu juga dengan jenis posil dan batu lainnya di Madina. Semua yang beli rata-rata mengatakan masih untuk sampel dan mau di kirim ke Medan, Padang dan Jakarta.

Dikatakannya, cara mengambil batu yang dilakukan warga memang masih tergolong tradisional. Umumnya mereka lakukan dengan  cara menokok atau memahat batu sampai terbelah. Kondisi ini menyebabkan pengambilan batu tergolong lamban dan membutuhkan tenaga yang banyak. Di samping itu, kalau ditokok dan dipahat, batu ini banyak pecah dan tidak bisa dipergunakan lagi.

Akhirnya, ditengah ketidak pastian ekonomi, ditengah kebutuhan rumah tangga yang semakin banyak, harapan warga adalah naiknya harga batu akik. Mereka berharap dari penghasilan mencari batu akik ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, semoga saja.***

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Diajak Tanam Pohon

    Siswa Diajak Tanam Pohon

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lakukan Penghijauan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis Lintas Kabupaten terus menginisiasi gerakan penghijauan hingga ke sekolah melalui penanaman pohon. Ini sebagai wujud kepedulian generasi muda bangsa terhadap kondisi alam sekitar. Kegiatan ini sekaligus bukti nyata dukungan pelaksaanaan program gerakan penanaman 1 miliar pohon untuk dunia. Penanaman pohon dilaksanakan, Selasa (10/1) di SMPN 4, […]

  • Tersangka Korupsi, Dua Pejabat Madina Ditahan Jaksa

    Tersangka Korupsi, Dua Pejabat Madina Ditahan Jaksa

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina) menahan dua mantan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Madina. Keduanya masing-masing Drs. Zamaluddin dan Kobol Siregar ditahan sejak Kamis (23/11/2017) di penjara Tanjung Gusta, Medan. Penahanan kedua mantan kepala dinas itu dilakukan setelah tim jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejari Madina melakukan pemeriksaan beberapa jam […]

  • Si Balkom Manjalaki Rongkap (3-sidung)

    Si Balkom Manjalaki Rongkap (3-sidung)

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na isuratkon: Ramli Hasibuan “Oo Buyung, ngot ko jolo. Keheni jolo manabusi sira tu kode an. Ikle baya nga binoto nangkin na madung abis sira. Oo Rohim, ngot ko bo. Patibuma, anso kacak ita mangan kotu,” ima pio-pioni inangni ia. Tarsunggul si Balkom baen sora na mamio ia i, bulus antong jonjong ia marlao tu […]

  • Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa Hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani menyomasi DPRD Sumut terkait belum dilaksanakanya tindakan korektif atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut. Surat somasi ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting c/q Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto. “Padahal surat monitoring kepada keduanya […]

  • Dianggap Berjasa, Warga Banjar Malayu Janji Menangkan Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    Dianggap Berjasa, Warga Banjar Malayu Janji Menangkan Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Banjar Malayu ( Mandailing Online) : Tim Harun – Ichwan kali ini menelusuri  daerah Desa Banjar Malayu di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina). Dengan mengendarai kendaraan khusus Of Road, tim ini akhirnya bisa sampai ke lokasi dan disambut hangat masyarakat sekitar. ” Terimakasih atas kedatangan Mudir Ponpes Mustafawiyah beserta tim On Ma […]

  • Penyangga Rangka Jembatan Rantopuran Oleng

    Penyangga Rangka Jembatan Rantopuran Oleng

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Arus Sungai Makin Tinggi Oleh Curah Hujan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan Jembatan Rantopuran yang masih tahap penyambungan rangka baja terancam ambruk sebelum siap. Pasalnya arus sungai kian membesar menyebabkan salah satu tiang penyangga sudah terlepas Jum’at pekan lalu. Pengerjaan jembatan yang berada di Jalur Lintas Tengah Sumatera, titik Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten […]

expand_less