Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Sistem Tak Menjamin Kesehatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Endang Pohan
Mahasiswi tinggal di Padang Lawas Utara

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat yang pelayanannya dijamin oleh negara. Berita viral pekan ini yang banyak tersebar melalui media di kalangan masyarakat, menyatakan seorang mantan atlet timnas bola Volli Putri  dan juga sebagai Serda TNI-AD, yang telah disahkan secara hukum di persidangan penggantian nama dan jenis kelamin di Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara. Hasil dari persidangan tersebut menyatakan bahwa mantan atlet tersebut disahkan secara hukum berjenis kelamin laki-laki, yang sebelumnya ia dinyatakan berjenis kelamin wanita (Kompas.com).

Mantan atlet tersebut telah berjenis kelamin wanita sudah 28 tahun lamanya. Perihal ini menimbulkan keperihatinan di kalangan masyarakat dan pemerintah, di mana kondisi yang dialami mantan atlet tersebut bukanlah karena  melakukan tindakan transgender atau mengalami kelamin ganda (ambigous genitalia). Hal yang menyebabkan terjadinya kondisi ini kepada mantan atlet timnas bola volly putri ialah mengalami kondisi penyakit yg dinamakan Hipospadia dimana suatu kelainan yang menyebabkan letak uretra pada bayi laki-laki menjadi tidak normal.  Kondisi ini hanya terjadi pada laki-laki, kelainan biasanya ada yang ringan dan yang sulit.

28 tahun lamanya ia telah menjalani aktivitas sebagi wanita, keterbatasan ekonomi dan keterbatasan pengetahuan tentang ilmu kesehatan di daerahnya menjadi penyebabnya. Mantan atlet tersebut bukanlah orang pertama yang mengalami kondisi ini, ada banyak mengalami kondisi demikian.

Kondisi seperti ini seharusnya tidaklah menjadi masalah, jika diatasi dan difasilitasi.

Namun, sistem tak menjamin itu semua. Walaupun adanya jaminan kesehatan/asuransi kesehatan, itu bukanlah hal yang dapat mempermudah masyarakat, akan tetapi banyak pengurusan yang membuat masyarakat kurang mengerti dan membuat rumit, dan walaupun jaminan kesehatan bisa didapati, pelayanan dan fasilitas pun kurang memuaskan/mendukung bagi masyarakat. Sehingga perihal tentang kesehatan pun berulang terjadi. Ini semua didasari atas penerapan hukum yang ada, dimana hukum yang dipakai tak sesuai dengan fitrah manusia sehingga mengakibatkan banyaknya yang bukan masalah menjadi masalah besar.

Pada masa keemasan Islam, sistem menjamin dan bertanggungjawab sepenuhnya dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai secara gratis dan bermutu tanpa jaminan kesehatan kepada masyarakat. Terbukti banyaknya ilmu-ilmu kesehatan dan kedokteran serta berdirinya rumah sakit yang modern dan tenaga medis yang profesional.

Tetapi hukum/sistem yang ada sekarang ini jauh dari penerapan aturan terbaik yakni akidah dan syariah Islam, tak ada hukum yang layak tegak dibumi ini selain hukum yang  berasal dari Allah, sebab manusia bersifat terbatas, aturan terbaik hanya berasal dari Allah.

Karena sesungguhnya tidak ada hukum yang paling adil dan baik dibandingkan dengan hukum Allah SWT.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Tukang Bajak Sawah Panen Rejeki

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Memasuki musim tanam bulan ini di Desa Huraba, Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membawa berkah bagi penyedia jasa bajak sawah. Dalam seminggu terakhir ini para penyedia jasa traktor mulai beroperasi kembali setelah istirahat sajak pasca tanam musim lalu. Salah seorang penyedia jasa traktor, Subur (45) mengatakan, kemarin (20/5/3013) pihaknya sudah banyak […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Di Mandailing, berbagai macam bentuk ornamen (hiasan) tradisional dapat kita temukan pada bagian Tutup Ari dari Sopo Godang (Balai Sidang Adat) dan Bagas Godang (Rumah Besar Raja). Dalam bahasa Mandailing, ornamen-ornamen tersebut disebut bolang yang juga berfungsi sebagai simbol atau lambang memiliki makna-makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Mandailing. Di dalamnya terkandung […]

  • 3 Pekerja Asal Cina di PT SMGP Influenza dan Demam

    3 Pekerja Asal Cina di PT SMGP Influenza dan Demam

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga pekerja asal Cina di PT Sorikmarapi Geothermal Power di Mandailing Natal, Sumut menderita influenza dan demam. Ketiganya diketahui menderita influenza dan demam ketika tim medis dari Dinas Kesehatan Mandailing Natal melakukan tes kesehatan kepada 24 pekerja asal Tiongkok di PT SMGP, Selasa (28/1/2020) mengantisipasi sebaran virus corona. Kepala […]

  • Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPI TAK BERANI MEMBEBERKAN PENYEBABNYA PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal mengakui bahwa realisasi kebun plasma dari PT. Palmaris kepada warga Batahan I belum ada. Itu dikatakan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal, Nirwan,SH menjawab Mandailing Online, Kamis (14/4/2016) di ruang kerjanya. Nirwan mengaku bahwa kebun plasma belum ada […]

  • Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

    Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) — Menjelang akhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat kembali “mempercantik diri”. Sekretariat Jenderal DPR pun sudah menganggarkan Rp 6,2 miliar untuk renovasi ruang kerja dan Rp 1,4 miliar untuk perbaikan toilet. Anggaran yang cukup besar ini disebut-sebut sebagai tindak lanjut dari keluhan anggota DPR selama ini. Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal […]

  • Mantan Kadis Bakal Tersangka

    Mantan Kadis Bakal Tersangka

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Selama 2010 ada sebanyak 12 kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam. Dari jumlah ini, satu diantaranya seorang Kepala Dinas akan ditetapkan sebagai tersangka. Demikian disampaikan Kajari Lubuk Pakam, Fathor Rohman SH, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Supriandi Daulay SH pada Kamis (9/12) saat ditemui […]

expand_less