STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- print Cetak

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina dalam ajang Festival Tortor se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel)
PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina dalam ajang Festival Tortor se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa, tim DEMA STAIN Madina sukses meraih Juara II.
Abdul Bais Ketua DEMA STAIN Pada Mandailing Online Minggu, (09/10/2025) mengatakan diraih nya prestasi ini sebagai bukti Mahasiswa STAIN Madina siap rawat dan kembangkan nilai nilai Seni dan Budaya yang ada untuk jaga identitas daerah.
Dijelaskan Abdul Bais, Festival ini menjadi ajang pelestarian budaya serta wadah bagi generasi muda dan mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dalam seni Tor-Tor, tarian tradisional khas Mandailing yang sarat nilai filosofi dan kekayaan budaya.
“Alhamdulillah, kami (DEMA ) Mewakili STAIN mengucapkan rasa syukur atas hasil ini. Kemenangan ini adalah bentuk nyata bahwa mahasiswa STAIN Madina tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga berperan dalam melestarikan budaya daerah. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa yang peduli terhadap seni dan tradisi lokal,” ujarnya.
STAIN juga kata Abdul Bais akan berupaya terus mempelajari dan mengembangkan Seni Budaya dan tradisi yang ada atau lahir dari Madina. Ia Contohkan seperti bermain gordang sambilan, tari khas endeng endeng, tari sarama datu, lalu tradisi mangupa, dan jenis elemen lainnya misalnya motif khas budaya Mandailing Natal yang menjadi identitas.
Sementara itu, Fadilah Hasibuan selaku penanggung jawab tim menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dengan penuh semangat dan kekompakan rekan rekan DEMA.
“Kami berlatih intens selama beberapa minggu agar dapat menampilkan Tor-Tor yang menarik, penuh semangat, dan tetap menjaga nilai-nilai Seni dan budaya Mandailing. Hasil ini adalah buah kerja keras seluruh tim,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa DEMA STAIN Madina terus berkomitmen mengembangkan potensi mahasiswa tidak hanya di bidang akademik dan organisasi, tetapi juga dalam pelestarian seni dan budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakat Tabagsel. ( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi

