Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Tambang Batang Natal : Madina Bagai Tak Berhukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
  • print Cetak

Satu unit beko beraktivitas tak jauh dari bantaran Sungai Batang Natal

Ratusan sudah alat berat jenis beko atau eskavator meluluhlantakkan kiri kanan Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal.

Beko beko itu menghancurkan lingkungan. Tanpa izin. Mereka meraup emas tiap hari sejak setahun terakhir.

Cukongnya bukan saja dari kawasan setempat, tetapi juga didominasi mafia mafia dari Sumatera Barat dan Bengkulu.

Dan ini membuat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara bagai kabupaten tak berhukum.

Pemkab Madina terkesan diam saja. Bahkan pihak polisi pun terkesan tutup mata. Pemprov Sumut juga bagai buta tuli.

Teriakan rakyat tak terdengar. Sungai tak lagi jernih. Senantiasa keruh berlumpur. Ikan ikan bermatian karena insangnya dipenuhi tanah.

Masyarakat desa di sepanjang aliran sungai tak lagi bisa berwudu dengan air bening; ibu rumah tangga mencuci pakaian dan piring keluarga di air kotor. Warga mandi di air lumpur menyisakan benih penyakit kulit.

Tokoh Madina, Ali Mutiara Rangkuti dalam akun page facebook-nya Sahabat Ir. Ali Mutiara Rangkuti,MM postingan Selasa (21/7/2020) menghitung hingga kini terdapat sekitar jumlah beko yang beroperasi di sepanjang Sungai Batang Natal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Madina, Parlin Lubis dalam satu wawancara dengan Mandailing Online dua pekan lalu
di ruang kerjanya menyebutkan bahwa pihaknya belum pernah menerima dokumen pengajuan perizinan lingkungan dari aktivitas tambang emas di Kecamatan Batang Natal.

“Belum ada pengajuan izin lingkungan dari dinas lingkungan (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madina),” katanya.

Dia menjelaskan, kabupaten hanya memberi izin lingkungan untuk semua usaha tambang.

Izin berada dalam kewenangan pemerintah pusat.

Dalam hirarki proses perizinan : pengusaha menyusun dokumen lingkungan, lalu mengajukan kepada Dinas Lungkungan Hidup kabupaten yang berwenang menerbitkan rekomendasi.

Lalu Dinas PMPPTSP kabupaten akan mengumumkan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup itu kepada masyarakat untuk memperoleh saran dan tanggapan.

Jika tak ada saran tanggapan maka izin lingkungan terbit. Dan izin lingkungan ini merupakan salah satu dari berbagai macam syarat penerbitan izin oleh pemerintah pusat.

Sebab, tambang jenis logam izinnya diterbitkan pemerintah pusat. Sedangkan usaha tambang jenis batu izinnya oleh pemerintah provinsi.

Hingga kini pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madina belum mencuatkan sikap terhadap ilegal mining di Batang Natal ini.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkap Pembeli Emas, Polres Madina Dipraperadilkan

    Tangkap Pembeli Emas, Polres Madina Dipraperadilkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) dipraperadilkan terkait penangkapan dua pembeli emas di Madina. Dua orang yang ditangkap adalah Safii (30) warga Desa Panyabungan Jae Kecamatan Panyabungan, Madina dan Ahmad Turmizi Pulungan (28) warga Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot, Madina. Polisi disebut menerapkan Pasal 161 UU RI No.03/2020 tentang Perubahan UU No.04/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara […]

  • Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penetapan status Tanggap Darurat terhadap musibah kabut asap yang menyelubungi udara Mandailing Natal (Madina) oleh Pemkab Madina melahirkan beberapa item kebijakan penanganan. Terutama peningkatan koordinasi lintas sektoral, khususnya antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dengan Dinas Kesehatan Madina. Yang paling urgen dari status Tanggap Darurat ini adalah menambah jumlah mobil […]

  • Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Beredar di Jejaring Sosial

    Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Beredar di Jejaring Sosial

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di jejaring sosial beredar foto surat pengunduran Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution. Surat ber kop Bupati Mandailing Natal itu bertanggal 18 April 2019 itu ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia yang ditandatangani Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution D/P Menteri Kordinator Perekonomian Republik Indonesia. Surat itu bernomor 019.6/1214/TUPIM/2019. Prihal “Permohonan […]

  • Ruhut Mundur Sebagai Calon Ketua Komisi III

    Ruhut Mundur Sebagai Calon Ketua Komisi III

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA,- Calon Ketua Komisi III DPR RI yang tugaskan Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul menyatakan mengundurkan diri dari penugasannya sebagai komisi yang membawahi bidang hukum itu. Hal itu dinyatakan Ruhut dalam Komisi III, Senin (7/10). “Izinkan saya mengundurkan diri sebagai Ketua Komisi III dan saya tetap menjadi anggota Komisi III, kalian juga masih tetap sahabat-sahabatku. Mari […]

  • Dinas Sosial Madina Lanjutkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

    Dinas Sosial Madina Lanjutkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut tahun ini tetap melanjutkan program beasiswa yang ditujukan untuk pelajar tingkat sekolah hingga mahasiswa. Program ini didanai dari APBD Madina. Dengan program ini, Dinsos PPA Kabupaten Madina berharap dapat meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus mendorong generasi […]

  • NAA bantah Indonesia miliki Inalum 100%

    NAA bantah Indonesia miliki Inalum 100%

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TOKYO – Pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA) membantah klaim pemerintah Indonesia soal pengambilalihan 100 persen saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). NAA menyatakan proses nasionalisasi Inalum dianggap belum selesai dan tidak benar kalau saat ini 100 persen saham sudah milik pemerintah Indonesia. Demikian diungkapkan seorang eksekutif NAA yang tak mau disebutkan namanya seperti dilansir Tribunnews.com. […]

expand_less