Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Keluarga dan Generasi Muda

Saat bulan suci Ramadhan kita dikejutkan kabar yang bertubi-tubi menyiksa diri. Setelah kabar tindak pidana narkoba sekarang kita dikejutkan dengan kasus tindak pidana pencabulan anak.

Seorang ayah di Tapanuli Tengah tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil. Pelaku berinisial DH (35) tega mencabuli anaknya yang masih berusia 13. (sumut.antaranews.com)

Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Tapanuli Tengah, AKP Horas Gurning, mengatakan DH melakukan pencabulan mulai bulan November 2020 di rumahnya di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 10 kali sampai anak tirinya hamil. DH memaksa anak tirinya untuk memuaskan birahi bejatnya dengan ancaman jika tidak mau menuruti maka ibu dan adiknya akan ditinggalkan oleh DH. (m.kumparan.com)

Setelah melakukannya berkali-kali maka mengakibatkan anak tiri pelaku hamil 2 bulan. Dan pelaku mengatakan bahwa kehamilan itu harus digugurkan dengan cara diurut. Karena takut malu korban hanya ikut saja. Jadi Rabu (31/5), pukul 22.00 WIB DH menggugurkan orok bayi di dapur rumahnya. Dan membuang orok bayi itu ke dalam parit dekat rumahnya sehingga kasus ini menjadi terungkap ke publik. (kumparan.com)

Sungguh mengerikan akhlak manusia hari ini. Ini semua adalah buah dari sistem sekularisme-kapitalisme sehingga membuat seorang ayah lupa akan kewajibannya sebagai seorang ayah. Di dalam islam jelas bahwa seorang ayah adalah qowwam bagi keluarganya yang mana tugasnya menjaga, mengayomi dan me-riayah seluruh anggota keluarganya baik istri dan anak-anaknya. Seorang ayah jugalah yang harusnya menjaga anaknya agar tidak terperangkap dalam kubangan dosa-dosa. Seorang ayah harusnya memberikan pendidikan terbaik dalam ilmu agama kepada anak-anaknya agar anaknya kelak menjadi syafaat terhadapnya di yaumil hisab nanti.

Tetapi karena kita hidup dalam sistem sekularisme-kapitalisme yang mana semua kehidupan ini harus dipisahkan dari agama, makanya seorang ayah bisa tega memperkosa anaknya. Walaupun berlabel anak tiri, tetapi tanggung jawab seorang ayah tiri itu sama halnya dengan ayah kandung. Apalagi jika anak kandung seorang anak itu telah meninggal dunia.

Dan hal ini harusnya menjadi tugas negara untuk memberikan ilmu agama dan hukum pidana yang berat sehingga tidak terjadi kejadian yang berulang seperti ini berkali-kali. Tetapi karena kita hidup dalam sistem sekularisme-kapitalisme maka sangat sulit dan memang sulit kita mendapatkan keadilan sebab para pemimpin dalam sistem kapitalisme hanya lebih mementingkan isi kantong mereka dari pada kehidupan rakyat. Ketika rakyat kecil mengadu tentang apa yang mereka alami maka sangat susah sekali mendapatkan keadilan. Terkadang hukum itu tidak sesuai dengan tindak pidananya.

Hal ini sangat berbeda dengan sistem islam kaffah. Dimana dalam sistem islam kaffah kehidupan seseorang akan dijaga dengan baik dan semua rakyat juga akan mendapatkan ilmu agama sehingga membuat mereka takut dan berpikir panjang untuk melakukan dosa-dosa seperti memperkosa dan membunuh.

Sebagaimana kita dapati kisah seorang muslimah yang diikat jilbabnya yang dilakukan oleh orang Yahudi Bani Qainuqa

sampai terlihat auratnya. Dan ketika kejadian seorang lelaki muslim yang melihat kejadian itu langsung membunuh orang Yahudi tersebut. Dan karena ada di perkampungan Yahudi maka lelaki itu pun dibunuh kembali. Karena mendengar berita ini Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam marah dan mengumumkan perang sehingga bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat selama 15 hari. Dan karena kejadian itu Rasulullah ingin membunuh mereka semua. Tetapi atas izin Allah mereka tidak dibunuh seluruhnya tetapi disisakan sedikit dan disuruh pergi.

Dan dalam kisah kedua pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan dinasti Abbasiyah.

Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar 30.000 menjadi tawanan. Dan di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!” Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut plus menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”. (Hidayatulloh.com)

Beginilah seharusnya pemimpin bersikap dalam menjaga kehormatan kaum perempuan. Sehingga tidak akan ada satupun manusia yang akan sanggup melakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan terhadap kaum perempuan. Sebab saat aurat kaum muslimah saja tersingkap maka perang yang dilakukan. Dan jelas sudah bahwa sistem islam kaffah akan menjaga kehormatan kaum perempuan.

Jadi, untuk mencegah kasus seperti ini terulang kembali maka umat hari ini sangat butuh sistem islam kaffah untuk menjaga mereka dari kemaksiatan dan ketidakamanan dalam kehidupan. Karena dengan diterapkannya sistem islam kaffah maka kaum lelaki bahkan kaum ayah akan tau akan tanggung jawabnya dan akan takut jika menyiksa anaknya.

Wallahu’alam Bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Pembelian Lahan Terminal Panyabungan : Pembeli Lahan Mengaku Bukan Untuk Terminal

    Modus Pembelian Lahan Terminal Panyabungan : Pembeli Lahan Mengaku Bukan Untuk Terminal

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pembelian tanah untuk lahan terminal Panyabungan, ternyata memiliki pola tersendiri. Soripada sebagai keluarga penjual sebahagian lahan terminal Type A yang berhasil dijumpai di Mapolres Mandailing Natal, Rabu (3/2) mengatakan bahwa pada tahun 2013 yang lalu familinya menjual tanah tersebut kepada salah seorang berinisial AH seorang PNS di Pemkab Madina, namun ternyata […]

  • KPU: Coblos Ulang Pilkada Madina Tak Ada Kendala

    KPU: Coblos Ulang Pilkada Madina Tak Ada Kendala

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadwalkan pelaksanaan coblos ulang Pilkada Madina pada 20 April 2011 mendatang. KPU belum menemui kendala pelaksanaan coblos ulang. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Madina Jefri Antoni di ruang kerjanya di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Senin (21/03/2011). Dijelaskan, KPU Madina belum menemui kendala dalam melaksanakan tahapan […]

  • Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi dukungan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus bergulir. Kali ini dukungan datang dari M. Aswan Hasibuan, SH, kepala Bapeda Madina pada masa pemerintahan Bupati Amru Daulay. Pensiunan yang juga pernah menjabat kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini menilai calon bupati […]

  • Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

    Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Miris! Kelakuan manusia sekarang ini seperti tidak punya hati. Rasa tega karena kesal atau sakit hati bisa membuat gelap mata. Gara-gara hal sepele namun bisa membuat nyawa melayang. Seolah tak peduli mana hak dan kewajiban yang harus dipertimbangkan. Seperti kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru ini. Tiga anak kost tega […]

  • Pipa Pengeboran Geothermal Hanya Berdiameter 75 Cm

    Pipa Pengeboran Geothermal Hanya Berdiameter 75 Cm

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ukuran diameter pipa pengeboran geothermal hanya sekitar 75 cm. Itu tercuat dalam acara diskusi proyek panas bumi, kegiatan pengeboran, keselamatan kerja dan dampak proyek yang dilaksanakan PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) dihadiri masyarakat  dari 3 desa, yakni Desa Sibanggor Jae, Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi di […]

  • Rugikan Negara Rp10 M Mantan Kadinkes Labusel Ditahan

    Rugikan Negara Rp10 M Mantan Kadinkes Labusel Ditahan

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Poldasu, Jumat (19/7), akhirnya melakukan penahanan terhadap lima tersangka dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). “Sekarang tersangkanya masih dalam perjalanan, dijemput anggota kita dari sana (Labusel, red). Kelimanya akan langsung kita tahan,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol […]

expand_less