Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Tapsel alami defisit Rp92 M

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
  • print Cetak


PADANGSIDIMPUAN – Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, diminta untuk berpikir jernih melihat kondisi anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengalami defisit Rp92 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu. Dijelaskan, persoalan defisit Rp92 miliar ini merupakan masalah pelik yang penyelesaiannya butuh waktu panjang, pikiran dan tenaga.

“Karenanya dibutuhkan kesadaran dan kebersamaan seluruh elemen untuk menyelesaikannya. Sejak resmi dilantik menjadi Bupati Tapsel, saya terus melakukan upaya komunikasi dan loby ke tingkat provinsi hingga pusat. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi defisit keuangan daerah,” jelas bupati, pagi ini.

Bupati mengatakan, membangun Tapsel butuh kerja ekstra. Tidak boleh terpaku pada anggaran di APBD, tapi harus terus berusaha mendapatakan kucuran anggaran di tingkat provinsi dan pusat.

“Mari tinggalkan paradigma lama yang hanya mengandalkan APBD. Anggaran untuk daerah di provinsi dan pusat itu banyak. Karenanya kita akan mengusahakan sambil berusaha menyelesaikan masalah defisit anggaran daerah,” pungkasnya.

Ditambahkan, dalam rangka mengatasi defisit, Pemkab Tapsel telah berkoordinasi dengan BPKP perwakilanSumatera Utara di Medan. Hasilnya, BPKP menyarankan beberapa hal untuk dilakukan Pemkab Tapsel.

Seperti penghematan habis-habisan, menunda proyek yang belum ditenderkan, penjualan aset dan peminjaman dari pihak ketiga. Sekarang ini Pemkab Tapsel sedang berupaya untuk melakukan salah satu di antara solusi tersbeut.

“Saran BPKP itu sedang kita lakukan. Namun, untuk saran peminjaman dari pihak ketiga belum dilakukan. Karena masih dikaji dan pertimbangkan tentang baik dan buruknya,” terang Syahrul.

Lebih lanjut bupati mengatakan, defisit ini bukan sepenuhnya akibat adanya korupsi anggaran. Namun lebih banyak karena sikap terlalu percaya diri dari pemerintahan sebelumnya yang merasa yakin bantuan anggaran pusat seperti DAU itu bakal didapatkan, tapi malah tidak dapat.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ?  Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI. Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI. Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah. “Ini ironis […]

  • DPRD Minta KPU Segera Tetapkan Jadwal Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina

    DPRD Minta KPU Segera Tetapkan Jadwal Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>Panyabungan, Mengingat telah dicantumkannya anggaran pemungutan suara ulang Pilkada Madina pada APBD 2011, seluruh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mandailing Natal sepakat mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina untuk segera menetapkan jadwal serta tahapan lanjutan pelaksanaan pemungutan suara ulang Pemilukada di Kabupaten Mandailing Natal. Hal tersebut disampaikan seluruh fraksi pada Rapat Paripurna DPRD […]

  • Ada Rp.100 Juta lebih Belanja Barang di Dinas Perikanan Madina Tahun 2025

    Ada Rp.100 Juta lebih Belanja Barang di Dinas Perikanan Madina Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – terkait benar tidaknya anggaran belanja barang untuk dijual/ diserahkan ke masyarakat di Dinas Perikanan Madina senilai Rp. 101.127.000., Kepala Dinas Perikanan Syafruddin tidak dapat dikonfirmasi. Pengakuan stafnya dikantor  Kadis dan Bendahara sedang tugas luar. ( senin 22/9/2025). Dari data yang di dapat Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat yang dialokasikan di Dinas […]

  • Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah-Muara Soma, Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun selalu porak poranda. Warga pun akhirnya menuding Pemprovsu sebagai penanggungjawab pemeliharaan jalan ini dituding pilih kasih. Selain kucuran dana yang dinilai minim dalam pemeliharaan jalan, Pemprovsu melalui Dinas Perhubungan Sumut juga dinilai tak becus mengontrol truk-truk bermuatan […]

  • Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online- Kepala Desa Jambur Baru di Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal Riswan Haedy, berusaha memperbaiki kesalahan dengan membangun kembali jalan lingkungan yang dirusak. Musyawarah desa dilakukan untuk mencari solusi, namun hasilnya menuai kritik dari warga. Warga desa mengungkapkan bahwa setiap kepala keluarga dipaksa menyetor 2 buah batu untuk material perbaikan jalan lingkungan yang […]

  • Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pungli di Kabupaten Mandailing Natal juga harus disikat habis, seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, karena pungli adalah penyakit yang bikin malu. “Pungli diperkirakan sudah merajalela di semua lini, semua sektor,” ungkap Partaonan Siregar, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (19/10/2016).  Di sektor infrastruktur, pungli (pungutan liar) telah menjadi rahasia umum. Para […]

expand_less