Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Tenaga Honorer Sudah Dilema Sejak Masa Amru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Dilema tenaga honorer di Pemkab Madina ternyata sudah muncul sejak masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay pasca terbitnya PP Nomor 48 tahun 2005.
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Provinsi Sumut membuat pemerintahan Amru pusing. Pasalnya penggajian ribuan tenega honorer menjadi masalah setelah munculnya PP 48.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Madina, Imran Nasution di hadapan Komisi 1 DPRD Madina saat rapat kerja di gedung dewan, Selasa (10/1). Imran menyatakan bahwa Bupati Amru Daulay waktu itu tidak melakukan sesuatu, melainkan diserahkan penanganannya kepada pemerintah baru.

Lalu, Pj Bupati Aspan Sopian menerbitkan surat tahun 2011 agar para pimpinan SKPD mengurangi tenaga honorer. Waktu itu sebanyak 20% (atau setara dengan 137 orang) diberhentikan, sehingga tersisa 1035 orang.

“BKD menindaklanjutinya dengan pengurangan secara bertahap, pada tahun 2013 harus nol persen tenaga honorer, agar tidak selalu menjadi temuan BPK. Tetapi semuanya harus dimusyawarahkan dengan DPRD. DPRD juga hendaknya dapat mengeluarkan surat yang bisa menjadi pegangan kami,” kata Imran.

Soal teklnis, kebijakan pengurangan tenaga honorer sepenuhnya diserahkan kepada SKPD masing-masing dengan seleksi berdasarkan penilaian, baik dari aspek disiplin, tanggung jawab dan lain-lain.

“Pengurangan tenaga honorer tidak ditentukan jumlahnya, tetapi harus dikurangi dan sepenuhnya ditentukan oleh kepala SKPD. Nilai terendah yang akan ditebang, mengantisipasi kecurigaan kalau kebijakan ini akan seperti “menangguk di air keruh” tidak akan terjadi, jelas Imran.

Imran melanjutkan bahwa kebijakan ke depan adalah tenaga honorer diberikan waktu setahun untuk persiapan mata pencaharian baru setelah dihapuskan tahun 2013.

Sementara tenaga honor di rumah sakit, pendidikan, dan tenaga tertentu tetap boleh asal tidak terlalu parah.

Rapat kerja Komisi 1 ini dipimpin Ketua Komisi I M. Jafar Rangkuti dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Fahrizal Efendi Nasution SH, Sekretaris Komisi I Iskandar Hasibuan, Anggota Komisi I Rahmat Rizki dan Aminah Ismail Lubis. Sementara dari Pemkab Asisten III Samad Lubis, SE, MM. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PWI Mandailing Natal mendesak Polda Sumut mengusut lebih dalam kasus pembunuhan dua orang wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara. “Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum setimpal. Karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers harus dihapuskan,” kata Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ridwan Lubis didampingi […]

  • Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

    Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DELI SERDANG- Cirus Sinaga SH belum berhenti memberi kejutan. Jaksa yang kini mendekam di tahanan Mabes Polri ini ditengarai memiliki banyak harta berupa property dan tanah ini sepertinya sedang butuh uang. Indikasinya, beredar kabar Cirus akan menjual kebun sawit miliknya seluas 33,2 hektar yang berada di Dusun Ujung Suka, Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu. […]

  • Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

    Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika di kampung anda di kawasan Mandailing Natal (Madina) ada proyek yang tidak selesai dikerjakan pada Desember 2013 lalu, jangan terkejut. Itu karena kontraktornya tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu. Proyek-proyek yang tidak siap itu sudah diputuskontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. “Diputus kontrak karena pihak kontraktor tidak […]

  • SAH! Pembahasan Revisi UU KPK Resmi Ditunda

    SAH! Pembahasan Revisi UU KPK Resmi Ditunda

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Pembahasan revisi UU KPK untuk sementara ini ditunda kelanjutannya. Keputusan itu diambil setelah Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK dan DPR  secara terpisah di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2). “Dalam revisi UU KPK dan tadi setelah berbicara banyak mengenai revisi UU KPK, kami sepakat bahwa revisi ini sebaiknya tidak dibahas saat […]

  • FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FUIB sejauh ini berhasil mengumpul Rp9.045.000 dalam aksi pegumpulan dana untuk korban bencana di Mandailing Natal. Dana tersebut terkumpul dalam satu hari ini Ahad (14/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB s/d 17.30 WIB di jalan raya titik Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Kabupaten Madina itu terdiri […]

  • Jelang Buka Puasa,Panyabungan Banjir Pedagang Jajanan Berbuka

    Jelang Buka Puasa,Panyabungan Banjir Pedagang Jajanan Berbuka

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Aneka makanan dijajakan dikawasan kota Panyabungan, masyarakat panyabungan mulai membanjiri para pedagang menjelang berbuka puasa Ramadhan, omset para pedagangpun cukup menggiurkan. Dari Pengamatan Mandailing Online, Minggu (29/7), ratusan pedagang menggelar dagangannya baik yang ada di Pasar baru Panyabungan dipelataran Parkir, yang berada di Pasar Lama Panyabungan serta disepanjang jalan Protokol kota Panyabungan. jajanan yang […]

expand_less