Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
  • print Cetak

Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara, Dato' Habibah Binti Zon Lubis, Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution

Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara, Dato' Habibah Binti Zon Lubis, Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal.

Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal.

“Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah kita temukan. Dan tim kita telah bersua dan melakukan wawancara dengan keluarganya. Satu di Pakantan Dolok, Kecamatan Pakantan, satu di Tangga Bosi Kecamatan Siabu dan satu lagi di Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan,” ungkap Dahlan Batubara, Ketua Tim Penelusur Jejak Keluarga dari Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) kepada wartawan di Panyabungan, Senin (28/11).  

Di Desa Pakantan Dolok, tim IMAMI telah bertemu dengan keluarga Sutan Soripada Mahodum Lubis yang merupakan keturunan dari Raja Porkas yang dicari oleh Dato' Habibah Binti Zon Lubis mantan Direktor Jeneral, Department Arkib Negara Malaysia.

“Setelah melakukan berbagai riset dan analisa serta hipotesa terhadap data singkat yang dikirim oleh Dato’ Habibah, akhirnya Salman Rais Daulay dari tim IMAMI berhasil menemukan keluarganya di Desa Pakantan Dolok, beberapa pekan lalu,” ungkap Dahlan.

Di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu, tim IMAMI telah bertemu dengan keluarga Arman Batubara yang dicari oleh Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara dari Malaysia. Keluarga ini telah terpisah jauh sebelum lahirnya negara Indonesia dan negara Malaysia.

“Ayah kandung Arman Batubara merupakan kakak beradik dengan ayah kandung Puan Nurmah. Jejak keluarga ini berhasil ditemukan oleh tim IMAMI Saudara Maradotang Pulungan dua pekan lalu,” ungkap Dahlan.

Yang paling sulit melakukan pencaharian adalah keluarga Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution, Direktur Department Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia Negeri Sabah. Namun akhirnya berhasil ditemukan di Desa Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan pada Minggu (27/11).

“Sebelumnya berdasar analisa dan kajian yang kami lakukan, kami menyimpulkan titik fokus pencarian di Desa Pidoli Lobang, namun gagal. Lalu dikaji ulang, dihipotesa serta dilakukan tanya jawab dengan Dato Suhalili melalui Whatsaap, akhirnya kami menyimpulkan pencarian di Hutapungkut Jae, Hutapungkut Julu dan Hutapungkut Tonga serta dengan cadangan desa-desa lain di Kecamatan Ulu Pungkut. Alhamdulillah, kemarin saya dan Saudara Fakhrur Rozi telah berhasil menemukan keluarga itu di Hutapungkut Jae,” ungkap Dahlan.

Keluarga Dato Habibah dan keluarga Dato Suhalili berpisah di kisaran 1860-an hingga 1880-an. Dato Muhammad Suhaili Nasution merupakan generasi ke-4 di Malaysia, begitu juga Dato Habibah. Sementara Puan Nurmah generasi ke-2 sehingga relatif lebih mudah ditemukan.

Dahlan menyatakan, ketiga keluarga dari Malaysia dijadwal kan tiba pada Selasa malam (29/11) di Panyabungan dan seterusnya pada Rabu (30/11) akan dipertemukan dengan keluarga masing-masing. Mereka berada dalam rombongan program Mulak Tu Huta tahun 2016 yang digiatkan oleh IMAMI. Pimpinan rombongannya adalah Ramli bin Abdul Karim Hasibuan.

“Sejak tahun 2012 kita dari tim pencari telah melakukan berbagai pencarian. Sebagian berhasil ditemukan dan sebagian lain belum berhasil. Menelusuri jejak keluarga dari generasi era 1850-an merupakan tantangan tersendiri bagi kami dalam menjajaki susur keturunan saudara mara kita dari Malaysia di tanah leluhur Mandailing,” kata Dahlan.

Dahlan mengungkapkan, kaum Mandailing banyak yang berhijirah ke tanah Semenjanjung atau tanah Malaka pada era 1800-an hingga 1900-an melalui Klang.

Setelah Sumatera dan tanah Semenanjung dipisah oleh peta administrasi kolonial Eropa (Inggris di tanah Semenanjung dan Belanda di Sumatera) maka hubungan komunikasi antara keluarga Mandailing di tanah Semenanjung dengan yang di tanah leluhur relatif menyulit.

 Dan hubungan silaturrahim kian terputus setelah Sumatera dimasukkan ke dalam Negara Indonesia pada tahun 1945 serta tanah Semenanjung menjadi negara Malayisia pada tahun 1957.

“Sekat geopolitik akibat telah beda negara ini makin maningkatkan kesulitan komunikasi antar keluarga Mandailing di Sumatera dengan tanah Semenanjung,” sebut Dahlan.

 

Peliput  : Muhammad Rizki Lubis

    

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution akan segera mencopot Andi Bugis dari jabatan Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina. Pasalnya, warga Panyabungan menilai kinerja Andi Bugis buruk dan enggan bersosialisasi dengan warganya, terutama saat acara-acara keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. “Insya Allah, akan ditindak-lanjuti aspirasi warga Panyabungan III,” […]

  • Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Masyarakat Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT Puncak Panglima Perkasa (PPP). Bahkan, aktivitas perusahaan tersebut di wilayah mereka dinilai meresahkan. Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kedang Ipil, Kuspawansyah. Ia […]

  • Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Islam Kaffah Mandailing Natal Di tengah keterpurukan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan pernyataan kontroversional. Ia mengatakan di dalam acara bedah buku Mengarungi Badai Pandemi, bahwa utang merupakan salah satu instrumen untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian di masa pandemi covid-19. Pasalnya, APBN mengalami […]

  • Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Madina, M Daud Batubara, diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait kasus pengadaan lahan pemakaman umum pada 2007. Saat itu ia menjabat sebagai Kabag Tata Pemerintaan Madina. Dalam kasus ini, jaksa belum mengungkap jumlah kerugian negara, namun indiksi awal Rp 4,9 miliar. Dana itu tidak untuk […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

  • Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19 Oleh: Novida Sari Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. […]

expand_less