Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
  • print Cetak

Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara, Dato' Habibah Binti Zon Lubis, Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution

Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara, Dato' Habibah Binti Zon Lubis, Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal.

Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal.

“Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah kita temukan. Dan tim kita telah bersua dan melakukan wawancara dengan keluarganya. Satu di Pakantan Dolok, Kecamatan Pakantan, satu di Tangga Bosi Kecamatan Siabu dan satu lagi di Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan,” ungkap Dahlan Batubara, Ketua Tim Penelusur Jejak Keluarga dari Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) kepada wartawan di Panyabungan, Senin (28/11).  

Di Desa Pakantan Dolok, tim IMAMI telah bertemu dengan keluarga Sutan Soripada Mahodum Lubis yang merupakan keturunan dari Raja Porkas yang dicari oleh Dato' Habibah Binti Zon Lubis mantan Direktor Jeneral, Department Arkib Negara Malaysia.

“Setelah melakukan berbagai riset dan analisa serta hipotesa terhadap data singkat yang dikirim oleh Dato’ Habibah, akhirnya Salman Rais Daulay dari tim IMAMI berhasil menemukan keluarganya di Desa Pakantan Dolok, beberapa pekan lalu,” ungkap Dahlan.

Di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu, tim IMAMI telah bertemu dengan keluarga Arman Batubara yang dicari oleh Puan Nurmah Binti Mahiram Batubara dari Malaysia. Keluarga ini telah terpisah jauh sebelum lahirnya negara Indonesia dan negara Malaysia.

“Ayah kandung Arman Batubara merupakan kakak beradik dengan ayah kandung Puan Nurmah. Jejak keluarga ini berhasil ditemukan oleh tim IMAMI Saudara Maradotang Pulungan dua pekan lalu,” ungkap Dahlan.

Yang paling sulit melakukan pencaharian adalah keluarga Dato' Muhammad Shuhaili Bin Muhammad Taufek Nasution, Direktur Department Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia Negeri Sabah. Namun akhirnya berhasil ditemukan di Desa Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan pada Minggu (27/11).

“Sebelumnya berdasar analisa dan kajian yang kami lakukan, kami menyimpulkan titik fokus pencarian di Desa Pidoli Lobang, namun gagal. Lalu dikaji ulang, dihipotesa serta dilakukan tanya jawab dengan Dato Suhalili melalui Whatsaap, akhirnya kami menyimpulkan pencarian di Hutapungkut Jae, Hutapungkut Julu dan Hutapungkut Tonga serta dengan cadangan desa-desa lain di Kecamatan Ulu Pungkut. Alhamdulillah, kemarin saya dan Saudara Fakhrur Rozi telah berhasil menemukan keluarga itu di Hutapungkut Jae,” ungkap Dahlan.

Keluarga Dato Habibah dan keluarga Dato Suhalili berpisah di kisaran 1860-an hingga 1880-an. Dato Muhammad Suhaili Nasution merupakan generasi ke-4 di Malaysia, begitu juga Dato Habibah. Sementara Puan Nurmah generasi ke-2 sehingga relatif lebih mudah ditemukan.

Dahlan menyatakan, ketiga keluarga dari Malaysia dijadwal kan tiba pada Selasa malam (29/11) di Panyabungan dan seterusnya pada Rabu (30/11) akan dipertemukan dengan keluarga masing-masing. Mereka berada dalam rombongan program Mulak Tu Huta tahun 2016 yang digiatkan oleh IMAMI. Pimpinan rombongannya adalah Ramli bin Abdul Karim Hasibuan.

“Sejak tahun 2012 kita dari tim pencari telah melakukan berbagai pencarian. Sebagian berhasil ditemukan dan sebagian lain belum berhasil. Menelusuri jejak keluarga dari generasi era 1850-an merupakan tantangan tersendiri bagi kami dalam menjajaki susur keturunan saudara mara kita dari Malaysia di tanah leluhur Mandailing,” kata Dahlan.

Dahlan mengungkapkan, kaum Mandailing banyak yang berhijirah ke tanah Semenjanjung atau tanah Malaka pada era 1800-an hingga 1900-an melalui Klang.

Setelah Sumatera dan tanah Semenanjung dipisah oleh peta administrasi kolonial Eropa (Inggris di tanah Semenanjung dan Belanda di Sumatera) maka hubungan komunikasi antara keluarga Mandailing di tanah Semenanjung dengan yang di tanah leluhur relatif menyulit.

 Dan hubungan silaturrahim kian terputus setelah Sumatera dimasukkan ke dalam Negara Indonesia pada tahun 1945 serta tanah Semenanjung menjadi negara Malayisia pada tahun 1957.

“Sekat geopolitik akibat telah beda negara ini makin maningkatkan kesulitan komunikasi antar keluarga Mandailing di Sumatera dengan tanah Semenanjung,” sebut Dahlan.

 

Peliput  : Muhammad Rizki Lubis

    

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • NII Juga Rambah PNS, di Sumut Belum Ditemukan

    NII Juga Rambah PNS, di Sumut Belum Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Seluruh gubernur, bupati dan wali kota hingga camat diminta untuk mengawasi gerak-gerik para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan masing-masing, jangan sampai terpengaruh ajaran kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). Perintah Mendagri, Gamawan Fauzi ini menyusul pernyataan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang mengaku mendapat laporan adanya anggota NII yang menjadi PNS. “Kita sudah […]

  • Atika: KIM Sangat Strategis Bantu Warga Tentang Informasi

    Atika: KIM Sangat Strategis Bantu Warga Tentang Informasi

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan keberadaan KIM memiliki fungsi sebagai penghubung dalam proses diseminasi dan aspirasi antara pemerintah dengan masyarakat maupun antar masyarakat. “Keberadaan KIM sangat strategis, untuk membantu pengelolaan informasi di masyarakat di dalam mendukung pembangunan daerah, oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berupaya untuk menguatkan […]

  • Lapak Pedagang Jajanan Sore Aek 8 Panyabungan Dibongkar

    Lapak Pedagang Jajanan Sore Aek 8 Panyabungan Dibongkar

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika Anda pelanggan kuliner jajanan sore di Jl. Willem Iskander, kawasan Aek 8, Panyabungan, maka mulai hari ini tak lagi dapat menikmatinya. Tim Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah membongkar lapak-lapak kuliner itu, Senin (6/4/2026). Lapak-lapak berbentuk saung berbahan kayu itu selama ini menjadi tempat berjualan pedagang kuliner tingkat […]

  • Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Pada 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangsidimpuan telah mengidentifikasi tiga kasus penyakit mematikan HIV/AIDS. Dua korban telah meninggal, seorang lagi masih menjalani perobatan. “Dua korban meninggal itu sebenarnya bukan terjangkit HIV/AIDS di Padangsidimpuan. Namun keduanya selama ini merantau di Batam dan Surabaya,” kata Kadinkes, Doria Hafni Lubis, tadi pagi. Menurutnya, ketika tingkat penyakitnya […]

  • Panitia: Tournamen Mobile Legends Sudah Mengglobal dan Dilombakan di PON XX Papua

    Panitia: Tournamen Mobile Legends Sudah Mengglobal dan Dilombakan di PON XX Papua

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panitia Turnamen Mobile Legends Bupati Cup 1 menyatakan e-sport layak disebut sebagai sport (olahraga). Panitia merujuk pada sisi ketekunan, unsur pelatih dan fasilitas. “E-sports ini layak disebut sebagai sport juga karena ini membutuhkan latihan yang tekun, pelatih, dan dukungan semacam fasilitas”, ujar Katua Panitia Tournament Mobile Legends, Andika Ibrahim Nasution dalam […]

  • KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Ketua (Kontak tani Nelayan Andalan) KTNA Sumut, H. Raya Pasaribu menekankan KTNA Madina meningkatkan inovasi serta jejaring usaha tani. Itu dikatakannya pada pidato pelantikan KTAN Madina yang dibacakan Sekda Madina, Yusuf Nasution Kamis (20/3/2014). Menurutnya, pengurus KTNA itu pejuang, tak ada rebut merebut posisi. Pengurus KTNA hanya bermodal keikhlasan dalam […]

expand_less