Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Jan 2013
  • print Cetak

Tumpang Sari 100113PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tumpangsari antara pohon kelapa dengan pokok kakao terbukti cukup bagus dalam budidaya kakao, sehingga tanaman pelindung kakao tidak melulu tanaman jenis Gamal.

Petani di beberapa desa Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) sudah lama melakukan tumpang sari antara pohon kelapa dengan tanaman kakao milik mereka, dan cukup berhasil.

Selain hasil panen kakao, petani juga mendapatkan hasil dari kelapa. Dus, perlindungan kakao oleh kelapa juga ternyata sangat bagus bagi pertumbuhan tanaman kakao.

Terobosan pola tumpang sari tersebut, menurut pengakuan petani, tidak berlatar perencanaan, melainkan terkonvensi sendiri, karena pohon-pohon kelapa sudah lama tumbuh di kebun-kebun petani.

“Kami hanya menanam kakao di antara tanaman kelapa,” ungkap Tunggal Haposan, petani di Kecamatan Panyabungan Barat, Kamis (10/1).

Tanaman kelapa itu sendiri, ungkap Haposan, sudah berpuluh tahun tumbuh yang ditanaman oleh keluarga turun temurun. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini dimana tanaman kakao mulai populer di Madina membuat banyak petani menanam kakao di kebun-kebun kelapa.

“Bertanam kelapa sebetulnya sudah dari orang-orang tua kita dahulu. Bahkan buah kelapa dari kecamatan ini cukup terkenal. Populernya dengan sebutan kelapa Banggua karena ukurannya yang cukup besar,” jelasnya.

Munculnya tanaman kakao, menurutnya, membawa berkah tersendiri kepada petani. Sebab, petani dapat menanam kakao tanpa harus memusnahkan pokok kelapa. Selama ini, tanah diantara pokok kelapa selalu ditumbuhi rumput.

Hal senada juga disampaikan Rahmat, petani kakao lainnya. Sebelum mengenal tanaman kakao, dia hanya bisa meraup hasil dari penjualan kelapa miliknya. Tetapi, saat ini dia memperoleh juga dari penjualan kakao.

“Alhamdulilah saat ini lahan yang selama ini mubajir sudah bisa kita manfaatkan untuk tambahan penghasilan keluarga dari tanaman kakao. Dan hamanya pun mudah-mudahan sampai saat ini masih minim, belum berpengaruh terhadap hasil penen kita,” katanya.

Sementara itu, Kasi Usaha Tani Dinas Kahutanan Perkebunan Madina, Ahmad Yasir Lubis SP menjawab wartawan, Kamis (10/1) mengatakan tumpang sari antara pohon kelapa dengan kakao terbukti cukup bagus untuk hasil produksi keduanya.

“Tumpang sari dua tanaman ini sangat bagus. Sebab, petani kita lihat bertambah rajin melakukan pembersihan lahan diantaranya dengan membuat pengasapan. Hal ini sama bermanfaat baik itu untuk kakao maupun pokok kelapa. Dan inilah yang kita anjurkan kepada masyarakat agar tidak menebangi pohon kelapa mereka,” katanya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al Washliyah Berangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat

    Al Washliyah Berangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah Mandailing Natal (Madina) memberangkatkan Tim Logistik Kemanusiaan ke Pantai Barat, Sabtu (25/12). Tim Logistik Kemanusiaan dilepas secara langsung oleh Wakil Ketua Mukhtar Nasution didampingi pimpinan dan kader Gerakan Pemuda Al Washliyah serta pengurus Muslimat Al Washliyah. Tim Logistik Kemanusiaan nantinya akan mendistribusikan sumbangan swadaya kader, warga […]

  • Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED Menurut Drs. Askolani, selaku budayawan Mandailing, mengatakan bahwa sungai Batang Angkola menjadi rute transportasi air dalam pengangkutan kapur barus dan kemenyan dari dataran tinggi Tapanuli Bagian Selatan menuju Barus melewati laut barat Sumatera pada perdagangan kapur barus di Barus saat itu. […]

  • ‘Raja Sawit’, LABA ATAU BALA ?

    ‘Raja Sawit’, LABA ATAU BALA ?

    • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : NURSAMSI*   Di Indonesia tanaman kelapa sawit menjadi tanaman primadona bahkan ditingkat internasional, siapa yang tidak tergiur dengan harga dan keuntungan yang diperoleh darinya. Banyak petani dan pelaku usaha terjun di dalamnya. Begitu juga dengan industri-industri di tanah air banyak yang berkecimpung mengambil anugrah darinya. Hal ini tentu sangat menguntungkan Indonesia mengingat Indonesai […]

  • Kejatisu Bidik PT Gruti Lestari Diduga Serobot 393 Ha Lahan Masyarakat Pardamean Baru

    Kejatisu Bidik PT Gruti Lestari Diduga Serobot 393 Ha Lahan Masyarakat Pardamean Baru

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Diketahui, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) saat ini sedang melakukan penyelidikan atas dugaan penyerobotan lahan diluar HGU ( hak guna usaha ) seluas lebih kuran 393 hektar yang diduga dilakukan oleh PT Gruti Lestari Pratama yang berada di Desa Pardamean Baru Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina […]

  • PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Hubungan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dengan wakilnya, Gatot Pujo Nugroho, dikabarkan tidak harmonis. Apalagi, sejak ditahan di Rutan Salemba Jakarta, Gubsu ternyata tidak pernah dapat berhubungan dengan Wagubsu baik via telepon maupun pesan singkat (SMS). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, hubungan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo […]

  • Muspida Madina Belum Kunjungi Korban Kebakaran Kotanopan

    Muspida Madina Belum Kunjungi Korban Kebakaran Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Hingga Jum’at sore (5/6), belum satupun pejabat muspida Mandailing Natal (Madina) mengunjungi korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan. Hanya Muspika yang sudah berada di sana, antara lain pihak Polsek Kotanopan dan pihak Koramil. Saat ini, sebagian keluarga korban kebakaran terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang disediakan Badan Penanggulangan […]

expand_less