Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Padangsidimpuan. Walikota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution memutuskan kontrak 31 proyek yang tidak selesai hingga 30 Desember 2012 kemarin. Pemutusan ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang terkandung dalam Perpres No. 54 tahun 2010.
Sebelumnya walikota Padangsidimpuan telah memonitoring pelaksanaan proyek di lapangan. Monitoring tersebut juga disertai Inspektorat dan dinas terkait. Saat itu ditemukan berbagai masalah, seperti kurangnya kualitas pekerjaan, terlambatnya pelaksanaan pekerjaan. Bahkan ada yang sama sekali belum melaksanakan pekerjaannya seperti Pengadaan Laboratorium Bahasa SMP.

Diantara proyek yang mendapatkan pemutusan kontrak adalah 28 paket proyek dari Dinas PUD dan tiga paket dari Dinas Pendidikan.

Walikota Padangsidimpuan yang didampingi Kabag Pembangunan Husni Thamrin Nasution kepada Medan Bisnis, seusai monitoring (4/1) mengatakan klasifikasi sangsi keterlambatan ada dua macam.

Untuk keterlambatan yang melampaui batas tahun anggaran, pemerintah kota Padangsidimpuan melakukan pemutusan kerja dengan pihak penyedia jasa. Sedangkan yang terlambat tapi tidak melampaui batas tahun anggaran, hanya dikenakan sangsi sebesar 1/1000 dari nilai kontrak kerja.

“Tidak ada toleransi kepada mereka (pemborong-red), daripada beresiko tinggi lebih baik kita putuskan kontraknya dan mengenakan denda kepada rekanan yang belum menyelesaikan pekerjaannya sebelum tanggal 30 Desember kemarin. Memang kita menyadari keterlambatan itu disebabkan oleh kekosongan hotmix di AMP, namun sesuai Perpres No. 54 tahun 2010, wajib melakukan sangsi karena semua itu juga karena tidak profesionalnya pemborong,” ujar Zulkarnaen.

Proyek yang kualitasnya kurang memuaskan terlihat di samping kantor camat Angkola Julu, pasir yang dihampar tidak sesuai dengan ketentuan kontrak. Selain itu pembangunan jalan menuju pekuburan Aek Tuhul, aspalnya lembek seperti bubur dan mudah anjlok. Demkian pula dengan pembagunan jalan Baginda Soaloon juga memakai pasir bulan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

”Bagi pekerjaan yang kwalitasnya kurang bagus, kami juga akan menyurati pihak rekanan dengan mengharuskan perbaikan, sebelum masa pemeliharaan habis,” jelas Walikota.

Dari hasil monitoring, juga ditemukan beberapa proyek multi years (tahun jamak) dari Dana Insentif Daerah (DID) dikhawatirkan tidak mampu diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan. Pemisimisme walikota terhadap keterlambatan itu jatuh pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan RKB di SMP Negeri 1 dan SMP N 6.

Menurutnya hingga kemarin, dimana tinggal 35 hari masa pekerjaan, pekerjaan kedua proyek ini masih di bawah 60%. Namun walikota terus akan melakukan pemantauan.

Menurut Walikota, setelah melakukan monitoring, beliau akan melakukan evaluasi kerja terhadap beberapa SKPD terkait hasil monitoring di lapangan. Kedepan, setiap pelaksanaan proyek, pemerintah kota akan menyerahkan tugas perencanaan dan pengawasan kepada konsultan. Hal ini belajar dari hasil monitoring dimana petugas pengawas lapangan dari beberapa instansi tidak ada di lokasi saat dilakukannya pekerjaan berat seperti mengecor lantai. “Saya tidak melihat pengawas saat pengecoran itu,” kata walikota. ( ck 03.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Kelangkaan Gas LPG, Pemkab Madina Surati Distributor dan Pangkalan

    Antisipasi Kelangkaan Gas LPG, Pemkab Madina Surati Distributor dan Pangkalan

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengantisipasi kelangkaan gas LPG 3Kg bersubsidi menjelang dan hari lebaran, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut sudah menyurati para Distributor/Agen dan Pangkalan agar tidak melakukan hal-hal diluar ketentuan. Surat itu nomor 510/171/DISDAG/2025 tanggal 27 Maret 2025 prihal Ketersediaan Gas LPG 3Kg Bersubsidi ditujukan kepada para Distributor/Agen dan Pangkalan Gas LPG 3Kg […]

  • Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Maluku

    Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Maluku

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh :  M. Fazil Pamungkas   Tak banyak orang Indonesia tahu,  lebih dari satu abad sebelumnya (1817), proklamasi kemerdekaan pernah digaungkan di Maluku. Adalah Thomas Mattulesi alias Kapitan Pattimura yang menjadi ujung tombak dari perlawanan rakyat terhadap Belanda hingga berhasil membuka jalan menuju penyusunan akta keberatan akan keberadaan Belanda di Maluku. Proses Mencapai Kemerdekaan […]

  • Sidang MK Pilkada Madina: Mutasi di PU Madina, Saksi Ungkap  Nota Dinas Tanggal Mundur

    Sidang MK Pilkada Madina: Mutasi di PU Madina, Saksi Ungkap  Nota Dinas Tanggal Mundur

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Seperti sudah diduga, proses surat-menyurat penggantian Ahmad Rizal Efendi (ARE) dari jabatan kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Madina, Sumut menggunakan tanggal mundur. Setidaknya hal itu terucap dari seorang saksi pada persidangan di Ruang Panel II Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (25/2-2021). Sidang berlangsung mulai 13.30 sampai 18.16. […]

  • Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemacetan di depan Pasar Baru Panyabungan, diduga akiat lemahnya Pemkab Madina melakukan penertiban angkutan umum yang parkir di badan jalan. “Tiap hari itu bang, angkutan umum parkir di badan jalan. Ya, macetlah. Kayaknya Pemkab tak berani sama pengusaha angkutan,” kata Leman Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (12/6/2018). Jalan raya […]

  • Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Melayu dan  Batak Dalam Strategi Kolonial Dr.Perret dari Paris mencatat; orang Melayu di pesisir Sumatera Timur memiliki kebudayaan tinggi (civilized), sedangkan yang di pedalaman dipandang sebagai orang yang tidak berpengetahuan, berperilaku kasar bahkan kanibal, diberi label Batak “Memang tidak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni, ”… dihapusnya jejak keraguan …” di hati […]

  • Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong rasa kecewa sekaligus untuk protes terhadap kondisi jalan yang berlubang, warga memasang kayu dan bendera merah di lobang badan jalan Lintas Sumatera titik Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). pemasangan kayu dan bendera itu juga berguna sebagai rambu-rambu bagi para supir agar menghindari lobang yang […]

expand_less