Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
  • print Cetak

Beberapa dari 11 bocah bersaudara di Hutaimabru

Ulurkan Bantuan Anda,

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya

 

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Bagi Ummi yang baru tamat SMK dan abangnya Amansyah yang juga baru lulus SMA tak mudah membiayai  kebutuhan hidup 11 adik yang masih kecil-kecil.

Termasuk biaya sekolah. Oleh karena itu, bantuan dari para derwaman sangat dibutuhkan. Bantuan bisa dihantar langsung ke kediaman mereka Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bagi Amansyah (19), pasca  ayah mereka dipenjara dan si ibu meninggal sekitar dua bulan lalu, membiaya sekolah adik-adiknya adalah suatu tanggung jawab besar. Sementara penghasilan per minggu dari kebun karet hanya menghasilkan 1 kaleng getah dengan nilai sekitar Rp110.000 per minggu.

Menurut, mereka ada sedikit  tanaman karet. Seminggu hasil deres paling banyak  satu ember atau setara sekitar 20 kg. Dengan asumsi harga karet Rp5.5000/kg, dalam seminggu didapat Rp 110.000.-

Paman  (uda-red) mereka,  selain  beli  buah pinang petani seharga Rp6000/kg, ia juga beli hasil deres petani meskipun  hanya “toke”  kecil-kecilan.

Berita terkait : Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

Setelah pinang dikupas oleh adik-adik Ummi, pinang dijemur sampai kering.  Kemudian, pinang kering dijual Rp7000/kg. Dalam  satu kilogram pinang kering, didapat dari sekitar 4 kg pinang belum dikupas.  Jadi keuntungan dalam 1 kg pinang kering sekitar 3.500,-.

Sebenarnya Ummi bersaudara ada 14,  namun satu di antaranya meninggal, sehingga  tinggal 13 orang. Yaitu,  Amansyah (19), Ummi Roiyah (18), Sofwatul Mardiyah (kelas dua SMK Negeri 2 Panyabungan), Marwah (kelas dua SMP Negeri Gunung Baringin), Al Farizi (kelas satu SMP Negeri  Gunung Baringin).

Selanjutya , Musyadi (kelas lima SD Negeri Hitarimbaru), Habibullah (kelas empat SD Negeri Hutarimbaru), Wahyu (kelas dua SD Negeri Hutarimbaru), Halif (Tk), Sadli (3 tahun), Ramlan (1,5 tahun), dan si kembar: Rahmat Yusuf serta Maulana Yusuf (2 bulan).

Bagaimana kebutuhan biaya sekolah dan jajan 11 bocah setiap hari. Ini perhitungannya, untuk Sofwatul:  jajan 5.000, dan ongkos pulang-pergi ke SMK Negeri 1 Panyabungan di Kelurahan Panyabungan 3, Madina 10.000, total 15.000,- Dari rumah ke sekolah berjarak sekitar 18 km.

Sofwatul  harus berangkat sekitar pukul 06.00 dan biasanya pulang sekitar pukul 16.00. Terkadang bisa lebih lama jika angkot susah didapat.  Saat pulang, biasanya ia harus jalan kaki dulu sekitar 2,5 kmsebelum sampai rumah  karena angkot hanya sampai simpang Hutarimbaru di Gunung Baringin.

Untuk dua siswa SMP Negeri 1 Gunung Baringin, uang jajan mereka Rp3000/orang, ditambah bensin sepeda motor yang dulu biasa dipakai Ali Mandan ke kebon sekitar Rp20.000/minggu. Uang jajan tingkat SD, TK dan belum sekolah Rp2000/hari.

Dengan demikian, dalam sebulan kebutuhan ongkos dan jajan, yaitu 26 hari X Rp33.000=Rp858.000,-+ Rp80.000,- (bensin sepeda motor)=Rp938.000,-. Ini belum termasuk susu si kembar: Rahmad dan Maulana.  Juga belum termasuk keperluan lain.

Berita terkait : Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

Saat ini tas, sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah sebagian sudah tak layak lagi.  Untuk buku  tulis sudah ada yang menyumbang. Baju putih dan baju batik sekolah juga sudah ada yang bersedekah.

Menurut Ummi, padi hasil panen ayah sebelum masuk penjara, tinggal empat karung lagi. Sejak ayah tersangkut hukum dan sang ibu meninggal mereka belum pernah beli beras.

Ketika ditanya apakah mereka sudah pernah makan tidak pakai sayur atau gulai? Amansyah hanya senyum, lalu dijawab,”Terkadang pakai karupuk sambal, beberapa kali pakai garam saja.”

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini, mereka dibantu paman, adik Ali Mandan. Meskpun penghasilan sang paman yang punya empat anak ini tidak terlalu besar,  tapi dia masih berusaha menyekolahkan adik-adik Ummi. “Tidak tahu sampai kapan,” ujar Ummi.

Sumber : BERITAHUta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

    Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menolak menandatangani dokumen tentang batas baru Kabupaten Madina-Kabupaten Tepsel. Penolakan itu sebagai bentuk keberatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana penetapan batas wilayah antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Madina. Rencana penetapan batas wilayah dua kabupaten yang berada […]

  • Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    Warga Diimbau Pilih Jalur Alternatif

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jelang Lebaran 1432 Hijriyah TEBING TINGGI- Untuk menghindari kepadatan arus mudik jelang lebaran 1432 H, pemudik diimbau memilih jalur alternatif saat melangsungkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Juliani Prihatini, kepada Sumut Pos diruang kerjanya, Jumat (26/8) menyarankan, bagi pemudik, hendaknya meng gunakan jalur alternatif menuju Ko ta Medan melalui […]

  • Isu Penculikan Anak Merebak

    Isu Penculikan Anak Merebak

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Merebaknya isu penculikan anak-anak di tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal pada minggu-minggu ini, telah membuat resah para orang tua yang mempunyai anak yang masih di bawah umur. Bahkan di beberapa masjid di Madina sudah diumumkan supaya orang tua berhati-hati menjaga anaknya. Seperti dituturkan Nur Miah di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Barat, Selasa (23/11/2010), […]

  • KUPT Panyabungan Timur : Kepsek SD Sirangkap Sudah Sering Dinasehati

    KUPT Panyabungan Timur : Kepsek SD Sirangkap Sudah Sering Dinasehati

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Kepala Unit Pelaksana Teknis Cabdis Pendidikan Kecamatan Panyabungan Timur, Rahim Lubis,S.Pd menyatakan salah satu pemberhentian Dorima, S.Pd dari jabatan Kepala Sekolah Dasar Negeri 128 Desa Sirangkap karena yang bersangkutan jarang hadir dalam rapat yang diadakan UPT Panyabungan Timur. Itu dikatakan Rahim Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (7/4/2015) terkait terkait […]

  • Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online )- Dinas PUPR Mandailing Natal( Madina ) tahun 2024 kembali dapat sokongan anggaran senilai 28,6 miliar sumber Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2024. Dana ini diperuntukkan untuk kegiatan sanitasi dan air bersih. Pj Kepala Dinas PUPR Madina Elpi Yanti Harahap Jum’at 25/8/2023 mengatakan, dana itu diperoleh setelah acara sinkronisasi […]

  • Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan peraturan daerah yang mengatur tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ada dilingkungan Pemkab Madina tanpa mengeyampingkan peraturan pemerintah nomor 53 tentang kepegawaian. Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Madina, Gozali Pulungan, tadi sore. Diakui Gozali, bahwa kehadiran para kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang ada dilingkungan Pemkab Madina, […]

expand_less