Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

3 Perampok Didor, 4 Lagi Melenggang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2015
  • print Cetak

KISARAN – Polres Asahan masih harus bekerja ekstra mengungkap kasus perampokan di Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge, Asahan, Jumat (29/5) sore, sekira pukul 16.00 WIB. Dari tujuh perampok yang berhasil merampas uang tunai sebanyak Rp50 juta dari tangan korbannya Jerry Sembiring (25), baru tiga pelaku yang tertangkap. Sementara empat orang lagi melenggang bebas berkeliaran.

“Empat pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, didampingi Kanit Resum Ipda Agus Setiawan dan Kanit Tipiter Ipda Rianto, Selasa (2/6), pada saat menggelar pers rilis di Mapolres Asahan.

Tatan menyebutkan, tiga pelaku masing-masing bernama Mipen Nadapdap (23), warga Nagori Nagori Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Mustafa (21), warga Desa Lau Bawang, Kabupaten Tanah Karo, dan Syadana Wira (22), warga Huta I, Dolok Malela, Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Ketiga pelaku dilumpuhkan karena mencoba menyerang petugas dengan dua bilah golok. Sementara empat orang lagi masih dalam pengejaran. Mereka adalah IP, SRG, EF, dan TN.

Menurut Tatan, ketujuh pelaku perampokan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) di Jalan Perkebunan PIR Dusun IV, Desa Suka Makmur, Kecamatan BP Mandoge, ini memiliki peranan berbeda-beda. Lima pelaku sebagai eksekutor dan dua orang lagi menggambar taget.

Masih kata Tatan, selain mengamankan tiga pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Kijang Innova BK 1556 AC, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 2885 SAA, dan dua bilah golok yang dipakai untuk menyerang petugas.

Tatan menerangkan, kronologis kejadian berawal saat korban Jerry Sembiring hendak pergi berbelanja kebutuhan grosirnya ke Kisaran. Di tengah perjalanan, laju truk yang dikemudikan korban dihentikan tiga pria tidak dikenal yang mengendarai mobil Kijang Innova BK 1556 AC. Seorang pelaku bernama Mipen Nadapdap langsung ke pintu sebelah kiri truk sambil mengacungkan golok dan berkata; “mana duit, mana duit?”

Tak lama berselang, datang lagi dua pria tidak dikenal mengendarai sepedamotor Jupiter MX BK 2885 SAA. Tepat di sisi sopir dan salah satunya yang kemudian diketahui bermarga Saragih, langsung mengacungkan senjata api dan meletuskannya ke udara. “Kemudian korban menyerahkan tas warna coklat berisi uang tunai sebesar Rp50 juta kepada pelaku,”  terang Tatan, mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat ini.

Setelah menyerahkan tas, Jerry, melapor ke polsek terdekat. Sementara para pelaku langsung kabur berbalik arah menuju Kecamatan Tanah Jawa.

Menurut Tatan, para pelaku merupakan pemain kawakan. Dua pelaku bermarga Saragih dan Ipong yang sebelumnya mengendarai sepeda motor, lari dan sepeda motornya ditinggalkan begitu saja.

Sedangkan tiga orang pelaku masing-masing Mipen Nadapdap, Mustafa, dan Syahdana berhasil diamankan saat kabur ke arah Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun. Laju mobil kijang yang dikemudikan pelaku Syahdana berhasil dihentikan petugas gabungan (Sat Reskrim Polres Asahan dan personel Polsek BP Mandoge) saat melaju di perbatasan antara wilayah Asahan dan Kabupaten Simalungun. “Mungkin naas saja, mereka sudah kabur ke arah Simalungun, namun di tengah perjalanan berhenti dan saat akan dibekuk ketiganya berusaha memberikan perlawanan serta menyerang petugas dengan golok,” ujar Tatan.

Merampok Pakai Innova Rental
Mipen Nadapdap, Mustafa dan Syahdana Wira, saat diwawancarai membenarkan jika mereka bagian dari komplotan perampok yang menggasak uang tunai sebesar Rp50 juta di kawasan BP Mandoge. “Kami berangkat dari Pematangsiantar, lima orang dan sesampainya di kawasan BP Mandoge, Saragih dan Ipong naik sepeda motor untuk melakukan pengintaian korban,” tutur Mipen.

“Kami diajak Saragih, untuk merampok dan saya diminta untuk mencari mobil,” timpal Syahdana Wira.

Syahdana menyebutkan, mobil itu dia rental satu hari dengan harga Rp300 ribu. Jika berhasil, mereka berencana melanjutkan aksi

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel (Mandailing Online) – Proyek pembangunan kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) milik Dinas Perikanan Dan Kelautan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terkesan ditelantarkan dan pembangunannya diduga asal jadi. Dugaan tersebut diungkapkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Sentral Informasi Gerakan Masyarakat (LSM-SIGMA) Tabagsel, Bambang (29),saat diwawancarai MedanBisnis, Rabu […]

  • Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Ali Mutiara Rangkuti Kegiatan Forum Grup Diskusi Geothermal yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal pada hari Selasa, 17 Maret 2015 kemarin mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Sebagai orang yang memahami pentingnya & mendesaknya pemanfaatan panas bumi dalam kaitannya dengan ketahananan energi dalam skala nasional dan mendesaknya penambahan pasokan listrik yang untuk […]

  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

  • Nasib Honorer dan Ambigu Surat Bupati

    Nasib Honorer dan Ambigu Surat Bupati

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemberhantian sementara perpanjangan kontrak kerja TKS  oleh Bupati Madina merupakan tindak lanjut terbitnya Peraturan Menteri Keuangan RI (PMK) nomor 119/PMK.02/2020. Secara hukum  PMK RI tersebut wajib ditaati sejak tanggal diundangkan 01 September 2020. Yang sedikit rancu adalah surat Bupati Madina No. 800/0022/BKD/2021 tentang Pemberhentian Sementara itu baru terbit pada tanggal 09 Januari 2021. Ada masa […]

  • Pemerintah Harus Jeli Menempatkan Pejabat

    Pemerintah Harus Jeli Menempatkan Pejabat

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah harus jeli menempatkan orang dengan kapasitas yang baik pada posisi strategis dalam pemerintahan. Terlebih yang berurusan langsung dengan hajat masyarakat banyak. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis usai memimpin rapat Bamusy di ruang paripurna DPRD Madina, Kamis (9/9). Statemen itu untuk menanggapi adanya kesalahan input […]

  • Bupati Minta Kementerian ESDM Beri Pemkab Madina Kewenangan Awasi SMGP

    Bupati Minta Kementerian ESDM Beri Pemkab Madina Kewenangan Awasi SMGP

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution meminta Kementerian ESDM agar memberikan sebahagian kewenangan kepada pemerintah daerah mengawasi PLTP Sorik Marapi. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi berada di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, dikelola PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dan berada di bawah kewenangan dan […]

expand_less