Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Banyak Desakan Produksi Film “Biola Namabugang 2”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
  • print Cetak

Film “Senandung Willeam” Butuh Setting Asli Tahun 1800-an
Panyabungan (MO) – Sutradara film “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, Jum’at (17/2) mengakui bahwa saat ini banyak desakan untuk lebih dulu meluncurkan film “Biola Namabugang II” dan membelakangkan produksi film film “Senandung Willeam”.
Desakan itu berdasar banyaknya publik yang menunggu lanjutan kisah hidup Maliki dan Hanapi. Selain itu pertimbangan pasar tentu saja. Film “Biola Namabugang I” memang diluar dugaan bisa mendominasi pasar, bahkan pihak percetakan kalah cepat dengan laju pemasaran cd film tersebut . Cetakan kedua bahkan habis 2 ribu keping dalam waktu 2 jam saja, dan itu pembelian tunai.
“Saya sebenarnya lebih ingin langsung menggarap film “Senandung Willeam”. Selain karena skenario sudah siap, tinggal bedah buku, juga saya yakin lebih menciptakan satu trend baru,” tutur Askolani.
Dikataknnya, film “Senandung Willeam” sendiri bersetting tahun 1860-an, ketika Mandailing masih amat ‘jadul’ dan melibatkan pemerintahan Netherlands Indie (mulai dari tingkat Gubernur Jenderal, Inspektur Pendidikan Boemi Poetra, Gubernur Militer Sumatera, Asisten Residen Mandailing Angkola, noni-noni Belanda yang hilir mudik berkuda dari Panyabungan – Tano Bato, karnaval, dan lain-lain).
Ada juga adegan romansa dengan setting alam Mandailing yang masih bersahaja. Sarat sejarah, adat, dan budaya. Secara umum menggunakan bahasa Indonesia. Tujuannya agar bisa ternikmati penonton yang bukan penutur bahasa Mandailing. Tentu juga bahasa Belanda.
“Bahasa Indonesia yang kita gunakan relatif menggunakan akses Melayu,” katanya seraya melanjutkan bahwa pilihan itu berdasar pertimbangan sosiolinguistik saja.
Rencana syuting “Senandung Willeam” ditaksasi membutuhkan dana besar. Pasalnya setting aktivitas di sekolah yang didirikan Willem Iskander, membutuhkan gambaran lengkap. Dibutuhkan dana untuk membangun sekolah berdinding bambu beratap rumbia 3 dimensi di daerah Desa Pangkat Kecamatan Lembah Sorik Marapi.
Lokasi Desa Pangkat memenuhi syarat untuk setting alam yang amat mendukung: luas, sabana, sawah, kerbau, danau, hutan tropis, kontur tanah yang bergelombang, beberapa species ekosistem lahan pertanian, sepi, dan dukungan sudut kamera yang lentur.
“Untuk perkampungan kita rencanakan di Sibanggor (rumah tradisional beratap ijuk, batu-batu besar, kabut, tanah berkontur, dan dukungan kuda). Ada jalan setapak di antara sawah, cocok untuk sepeda ontel yang akan digunakan tokoh utama,” ungkap Askolani.
“ Kita memang masih ragu, apakah tokoh utama akan menggunakan celana panjang, sebab celana panjang baru ditemukan tahun 1830, sepuluh tahun sebelum tokoh utama lahir. Di beberapa arsip video kolonial yang kami temukan, beberapa tokoh belanda ada yang menggunakan celana panjang, ada yang pendek selutut. Makanya kita mesti bedah skenario dulu. Tentang ini kita memohon dukungan semua teman-teman,” katanya. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nuraty S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Madina   Di tengah panasnya polemik soal pemindahan ibu kota negara (IKN), publik kembali disuguhi narasi soal radikalisme dan terorisme di dunia pesantren, kampus, masjid dan lain sebagainya. Narasi perang melawan radikalisme, terorisme masih terus bergulir dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah selesai. Isu ini terus-menerus […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Bupati Madina : Kades Jambur Baru Akan Ditindak Tegas Jika Terbukti Rugikan Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Terkait Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal , Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang melakukan perusakan terhadap aset daerah demi memuluskan proyek jalan desanya, Bupati dengan tegas mengatakan apabila ada temuan kerugian negara, perbuatan melanggar hukum yang menyangkut ke jabatan, akan menindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. ” kita tidak boleh […]

  • Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Januari hingga Juni 2016, honor para kepala desa dan aparat desa se Kabupaten Mandailing Natal entah dimana rimbanya. Pasalnya, selama rentang 6 bulan itu, para para kepala desa dan aparat desa belum menerima walau 1 rupiah. Lalu, kemana uang itu diperam? Fakta ini terungkap ketika puluhan kepala desa mendatangi kantor […]

  • Banjir Akibat Illegal Logging?

    Banjir Akibat Illegal Logging?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Instansi terkait diminta mengusut penyebab terjadinya bencana banjir di dua desa Kecamatan Ranto Baek beberapa hari lalu sekaligus melakukan tindakan hukum apabila ada kemungkinan terjadinya illegal logging di kawasan hutan hulu sungai. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal As Imran Khaitami di Panyabungan, Kamis (02/12/2010), usai meninjau lokasi banjir bersama Bupati Aspan […]

  • Sisi lain Karnaval HUT RI di Panyabungan, Madina

    Sisi lain Karnaval HUT RI di Panyabungan, Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berikut ini foto-foto sisi lain kegiatan Karnaval memperingati HUT ke 78 Republik Indonesia di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Berlangsung di sepanjang Jl Willem Iskander, Panyabungan – dari titik Taman Kota Panyabungan hingga Pasar Baru, Rabu (16/8/2023). Foto/narasi: Dahlan Batubara  

  • Gerebek Penjudi Togel, Massa Keroyok Polisi di Tapsel

    Gerebek Penjudi Togel, Massa Keroyok Polisi di Tapsel

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Kanit Ekonomi Satuan Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Gusnadi Sinuraya terpaksa harus mendapatkan 9 jahitan dikepala akibat dikeroyok massa saat menggrebek pemain judi toto gelap (togel) di Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (20/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi dihimpun Analisa, Selasa (22/2), kejadian berawal dari Iptu Gusnadi Sinuraya bersama […]

expand_less