Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
  • print Cetak

wisata sampuraga 300812PANYABUNGAN (MO) – Tokoh masyarakat Kecamatan Panyabungan Barat, Salamuddin mendesak Pemkab Madina, Kamis (30/8) untuk lebih memperhatikan kesinambungan objek wisata Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat.

Kondisi fisik objek wisata Sampuraga sudah bertahun-tahun memprihatinkan akibat kurang penanganan menyebabkan banyak pengunjung kecewa dan tak mau kembali mengunjunginya.

“Lokasinya bersemak, becek, tempat untuk duduk-duduk pun tak ada yang layak. Pengunjung bingung, titik-titik air panas tak terawat dibiarkan kayak kubangan kerbau. Tak ada yang menarik untuk menjadi kesan pengunjung,” ungkap Salamuddin.

“Sampuraga ini merupakan salah satu kekayaan wisata alam Kabupaten Mandailing Natal yang telah mempunyai cerita melegenda Sampuraga yang menasional, jadi kita sangat mengharapkan Pemkab Mandailing Natal dapat melestarikan objek wisata ini,” ujarnya.

Kalau memang sampuraga ini dipoles dengan baik maka akan menjadi salah satu objek wisata yang sangat terkenal karena cerita tentang sampuraga sudah terkenal di seluruh pelosok tanah air ini dan akan menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Mandailing Natal ini.

“Selama ini setiap hari libur maupun hari raya idul fitri sampuraga ini merupakan salah satu tujuan objek wisata para perantau yang telah lama di rantau orang, karena disamping untuk membawa anak-anaknya serta pamilinya berlibur juga dapat memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

“Konon zaman dahulu bahwa munculnya air panas dari dalam perut bumi akibat salah seorang anak yang bernama durhaka kepada Ibunya karena si sampuraga ini telah kaya dan mendapatkan kedudukan yang sangat baik di kerajaan pada zaman itu,” ucapnya mengulangi cerita Sampuraga.

“Ini kan bisa menjadi pelajaran bagi para generasi muda kita agar tidak durhaka kepada orang tua, inilah salah satu daya tarik objek wisata ini sehingga memang sudah waktunya pemerintah memperhatikan kekayaan alam madina ini untuk dapat menghasilkan PAD kepada Pemkab Mandailing Natal,” harapnya.

Memang katanya, beberapa tahun yang lalu Pemerintah telah melakukan renopasi dan perbaikan beberapa pasilitas yang ada di objek wisata sampuraga tersebut, namun sekarang ini pasilitas tersebut terlihat kurang perawatan dan terkesan dibiarkan saja sehingga tidak tertata rapi.

“Ini memang selalu keluhan para pengunjung sampuraga selama ini, termasuk diantaranya tidak tertata rapinya objek wisata tersebut dan kurangnya pasilitasnya sehingga pada waktu bukan hari raya idul fitri lokasi ini menjadi semak yang tidak dirawat,” jelasnya.

Keluhan juga muncul dari Karsahman Nasution, perantau yang mudik dari Jawa. Dia mengeluh ketika dia pada lebaran kemarin membawa keluarganya ke lokasi wisata Sampuraga.

“Anak-anak sering mendengarkan tentang sampuraga ini yang konon katanya durhaka kepada orang tuanya, sehingga anak-anak saya kepingin melihat secara langsung bagaimana air panas sampuraga ini. Namun, kita kecewa karena lokasi wisata ini tak menawarkan apa-apa. Yang ada justru semak dan tanah becek, kawah-kawah air panas juga tak menakjubkan,” ungkapnya.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspektorat Madina Seolah Tertutup Terkait Kades Hutaraja yang Takcairkan Siltap dan Insentip Desa Tahun 2024

    Inspektorat Madina Seolah Tertutup Terkait Kades Hutaraja yang Takcairkan Siltap dan Insentip Desa Tahun 2024

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mengaku telah menerima laporan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Hutaraja di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terkait tidak dibayarkannya siltap perangkat desa, tunjangan BPD dan insentif kader dan petugas agama di desa oleh Kepala Desa Rahmat Parmonangan. Namun […]

  • RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan APBD Madina TA 2020 diajukan sebesar Rp 1.667.753.177.436. Angka ini menurun dari Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp 1.698.320.475.820. Pengajuan RAPBD 2020 disampaikan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di Rapat Paripurna DPRD Madina, Selasa (17/12/2019). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. PENDAPATAN Angka Rp 1.667.753.177.436 […]

  • Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jika anda hendak menuju pemandian air panas di Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, maka perjalanan anda akan nyaman mulai dari titik Desa Sibanggor Jae. Pasalnya, jalur jalan dari Sibangggor Jae menuju Sibanggor Tonga sudah diperlebar. Sangat jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu dimana badan jalan relatif […]

  • Dodol Panyabungan Masih Bertahan

    Dodol Panyabungan Masih Bertahan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan. Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh […]

  • Alat Musik Mandailing, Etek

    Alat Musik Mandailing, Etek

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Alat musik Mandailing Etek dimainkan oleh Sudirman Lubis dan kawan-kawan di teras Sopo SiIo Parsarimpunan (Juni 2011). Kesenian (musik) dan kehidupan tradisional masyarakat Mandailing dapat dibagi atas 3 kategori: 1. Berhubungan dengan ritual keagamaan tradisional maupun adat. Contohnya: ensambel Gordang Sambilan, ensambel Gordang lima dan ensambel Gondang Dua. Sebenarnya masih ada satu lagi yang penggunaannya […]

  • Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution medrupakancalon wakil bupati Madina berpasangan dengan calon bupati Madina Drs. H Dahlan Hasan Nastion. Sebelum mencalon wakil bupati, Ja’far Sukhairi Nasution adalah wakil ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Kebangkitan Bangsa. Pria yang murah senyum ini merupakan putra Panyabungan. Di dalam visi misi pasangan calon […]

expand_less