Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Batan Kenalkan Hasil Litbang Bidang Pertanian di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 21 Sep 2012
  • print Cetak

sawah 210912PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan pengenalan teknologi kegiatan pemanfaatan hasil litbangyasa Iptek Nuklir bidang pertanian dan peternakan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Sebagai putra daerah, saya punya beban dan tanggung jawab meningkatkan kegiatan pemanfaatan hasil litbang nuklir di bidang pertanian dan peternakan. Apalagi dari segi lahan dan petaninya, Madina sudah ada tinggal bagaimana meningkatkan ilmu pertanian dan peternakan demi meningkatkan kesejahteraan warganya,” kata Mustafa Kamal Nasution, dari Batan saat melakukan sosialisasi atas tupoksi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan penelitian dan pengayaan dalam rangka menghasilkan invosi-inovasi baru sebagai percepatan kesejahteraan bangsa di Aula Mitra Tani Sari Lintas Timur, Selasa (18/9).

Dikatakannya, selama ini orang awam mengira Batan tempat untuk mengolah senjata berbahan nuklir, akan tetapi Batan itu adalah pusat pengembangan berbagai inovasi di bidang pertanian dan peternakan, kesehatan, industri, lingkungan dan energi.

“Batan telah mengeluarkan 20 varietas bibit padi unggul, 7 varietas kacang kedelai unggul, serta kapas yang pohonnya pendek tapi kapasnya putih serta usia panennya 3 bulan juga gandum yang sedang dikembangkan di Indonesia bagian timur,” terang Kamal.

Di bidang kesehatan, kata dia, Batan juga sudah banyak menghasilkan radio isotop yang dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit dan saat ini sedang melakukan kerja sama dengan kimia farma.

Begitu juga di bidang industri, Batan juga telah mengeluarkan alat (radio isotop red) yang bisa mendeteksi kebocoran pipi, kedangkalan air di pelabuhan serta keretakan pada bendungan.

Untuk Mandina kata Kamal, sesuai dengan geografisnya serta lahan pertanian yang tersedia diharapakan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian serta UPT Pertanian dan PPL bisa hasil produksinya dengan pengenalan teknologi yang dilakukan saat ini.

“Kita harus mampu mendongkrak peningkatan hasil pangan dari Madina, karena sumber daya alam yang kaya ini menjadi modal dasar untuk kita manfaatkan,” sebutnya.

Heri Is Mulyana, Bidang Aplikasi Iptek Nuklir dalam Bidang Pertanian, mengatakan, selain pemanfaatan lahan dalam upaya peningkatan hasil padi, juga perlu dilakukan peningkatan kacang kedelai di Madina mengingat daerah ini cocok dijadikan tempat penangkaran bibit kedelai serta penghasil kedelai di Sumut.

“Dari segi kebutuhan kacang kedelai secara nasional, saat ini kita mengimpor dari Amerika Serikat, sementara produsennya, kita juga dari Indonesia. Itu artinya, kita sudah dikendalikan Negara luar,” kata dia.

Sementara Teguh Wahyono, Bidang Aplikasi Iptek Nulir dalam Bidang Peternakan mengatakan, potensi alam yang kaya ini juga harus dimanfaatakan peternak Madina khususnya ternak ruminansia untuk lebih meningkatkan ilmu teknologi dalam rangka mencapai hasil yang maksimal.

“Kita tahu kebutuhan daging sapi di daerah ini masih kekurangan dan masih mendatangkan sapi pedaging dari luar daerah,” terangnya.

Karena itu kata dia, pihaknya memaparkan berbagai tata cara peningkatan produksi dengan memperhatikan manajemen pakan yang paling utama, juga kandang, keuangan, sanitasi dan manajemen kasih saying. Hal tersebut merupakan kerangka dasar yang harus diperhatikan untuk sebuah keberhasilan yang tentunya dibarengi dengan ilmu bagaiamana tata cara perawatan sampai kepada tingkat pemasaran.

Sementara Kepala Dinas Pertaian Madina, Taufik Zulhendra Ritonga mengatakan, kesempatan para petani padi dan ternak mengikuti sosialisasi dari Batan ini harus menjadi ilmu yang bisa dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan. (mb)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • Publik Ragu Ketahanan Bangunan Pasar Baru Panyabungan

    Publik Ragu Ketahanan Bangunan Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak penilaian miring dari publik Mandailing Natal terhadap peristiwa robohnya satu tiang fisik Pasar Baru Panyabungan yang saat ini dikerjakan PT Betesda Mandiri. Sebelumnya, Manajer PT.Betesda Mandiri Haryadi Rangkuty, Senin (12/4/2021) menyatakan bahwa dari kontruksi yang sudah dipasang, bangunan Pasar Baru Panyabungan nantinya super kuat dan tidak akan ada masalah. Kenapa […]

  • Lahan Pertanian Terendam, Butuh Bantuan Pemerintah

    Lahan Pertanian Terendam, Butuh Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dalam sepekan terakhir ratusan hektar persawahan di Kecamatan Siabu direndam banjir akibat luapan Sungai Batang Angkola. Kondisi itu sangat memukul petani, karena usia tanaman padi sudah menjelang panen. Sejauh ini belum diketahui total luas persawahan yang terrendam, namun sejumlah petani menaksir : mencapai 200 hektar. “Kita hanya pasrah, habis mau biang […]

  • Warga Adukan Kades Aek Banir ke Inspektorat

    Warga Adukan Kades Aek Banir ke Inspektorat

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Kepala Desa Aek Banir Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diadukan warga ke Inspektorat Madina, Jumat (24/7/2020). Ada 4 poin dugaan korupsi dalam surat pengaduan yang ditandatangani Badan Perwakilan Desa (BPD) dan puluhan warga tersebut, yakni di bidang bangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, BUMDes dan dugaan pungli. Pada bangunan fisik disebutkan rabat beton […]

  • Napi Narkoba Kabur Dari Lapas Panyabungan

    Napi Narkoba Kabur Dari Lapas Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Seorang Nara Pidana kasus Narkoba yang menghuni Lapas kelas II B Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal dikabarkan kabur. Dari informasi yang diperoleh, nara pidana yang kabur tersebut adalah warga Desa Ipar Bondar, Kecamatan Panyabungan yang harus menjalani ponis hukuman 9 tahun penjara. Dikutip dari datapos.id , Kalapas kelas II B Panyabungan, […]

expand_less