Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
  • print Cetak

demo ke dprd 270912
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah.

Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri dari fraksi PKS, Fraksi Hanura dan Fraksi Madina Bersatu tidak menghadiri paripurna terkait polemik di lembaga legislatif tersebut.

Polemik DPRD Madina bermula sejak awal tahun 2012 dimana sebagian anggota DPRD mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami. Polemik itu berkepanjangan hingga kini, menyebabkan terbelahnya anggota dewan pada dua poros kekuatan yang saling menyerang.

Poros pertama adalah Fraksi PKS, Fraksi Hanura dan Fraksi Madina Bersatu yang mengusung mosi tidak percaya. Poros kedua terdiri dari Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat yang pro ketua DPRD Madina.

Massa datang ke gedung DPRD Madina membawa berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan berbagai hujatan kepada anggota DPRD Madina karena terbuai polemik kelompok yang berakibat tertunda-tundanya rapat-rapat paripurna dewan.

Dalam aksinya, massa juga menyegel tiga ruang fraksi, yakni Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi Madina Bersatu serta ruang Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution.

Saifuddin Lubis salah seorang orator pengunjukrasa menyampaikan bahwa perkembangan dinamika politik kurun waktu 9 bulan terakhir di DPRD Madina tidak lagi mencerminkan etika politik yang sehat dan wajar. Proses demokrasi yang seyogianya diperlihatkan kepada publik telah tergeser oleh arogansi kekuasaan yang sesungguhnya membalut kepentingan kelompok dan memarjinalkan kepentingan hak-hak rakyat Madina.

Dikatakan Saifuddin, kisruh yang terjadi di DPRD Madina harus dihentikan, masyarakat tidak akan melihat benar atau salah kelompok yang bersiteru, namun masyarakat Madina memandang kisruh di DPRD Madina bukan sebuah lelucon, bukan sebuah cerminan demokrasi yang sehat dan tidak pula mencerminkan sikap politisi yang berfikiran demokratis.

“DPRD Madina secara kelembagaan telah mengabaikan tugas dan wewenang sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD Madina bagian II pasal 2 atay 1 tentang fungsi sebagai legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. DPRD Madina telah mengabaikan pasal 3 ayat 1 huruf d,e,f,g,h,l,j,k dan pasal 86 Tatib DPRD tentang kewajiban DPRD Madina menghadiri paripurna,” kata Saifuddin.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Syahriwan Kocu Nasution yang juga berorasi menyatakan bahwa saat ini sejumlah agenda kerja DPRD Madina telah tertunda-tunda akibat kisruh DPRD.

Agenda-agenda yang tertunda mulai dari LKPJ Bupati, pembahasan KUA-PPAS, pembahasan Perubahan APBD tahun anggaran 2012, pembahasan Rancangan APBD tahun anggaran 2013 yang sesungguhnya sesuai aturan sudah mulai dibahas dan disahkan tiga bulan sebelum tahun anggaran berjalan.

Ditegaskan Kocu, agar DPRD Madina jangan mengorbankan kepentingan rakyat dan daerah hanya karena kedangkalan wawasan dan pemahaman terhadap demokrasi dan system politik yang ada dan baku hantam dilembaga DPRD.

”Jangan kangkangi hak-hak rakyat dan daerah karena arogansi dan hegemoni politik kelompok, rakyat Madina bukan buta, tidak tuli, tidak bengal, dan tidak bodoh, rakyat mengamati semua tingkah dan gerak gerik anggota DPRD Madina,” tegaskan Kocu.

Setelah beberapa lama massa melakukan orasi, Ketua DPRD Madina As Imran Khatamy Daulay bersama Wakil Ketua DPRD Madina Safaruddin Ansyari Nasution serta 18 anggota DPRD lainnya menjumpai massa.

Ketua DPRD Madina menyampaikan bahwa pihaknya menyadari betul bahwa seluruh persoalan-persoalan yang terjadi di DPRD Madina memang harus segera diselesaikan sehingga fungsi DPRD sebagai legislasi, anggaran dan fungsi pengawasan dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi di DPRD Madina berimplikasi pada fungsi DPRD tidak berjalan dengan semestinya. Apa yang terjadi ini merupakan hanya perbedaan pemikiran-pemikiran dan prinsip politik. Kami dari 4 fraksi yang tergabung didalamnya 21 anggota DPRD telah mengambil sikap dan bertekad untuk menjalankan fungsi dan tugas DPRD,” kata Imran.

Tentunya, kata Imran, sikap dan tekad ini mungkin akan ada hambatan dari anggota dewan lain yang berbeda pikiran dan sikap politik terhadap pembentukan alat-alat kelengkapan, namun permasalahan tersebut bisa terminilasir dan dicarikan solusi.

Pada hari ini juga kata Imran, pihaknya tetap akan melakukan paripurna meski tidak dihadiri oleh para anggota dewan lainnya dari 3 fraksi.

”Secara lisan sudah saya minta kepada BKD (Badan Kehormatan DPRD) untuk membuat telaah tentang kejadian di DPRD ini, semoga dengan adanya dorongan dan dukungan masyarakat agar senantiasa kami lebih kuat dan kokoh untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Imran. (mar/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

    Komponen Mandailing di Medan Deklarasi Tolak Batak

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Penolakan terhadap label “Batak” terus bergulir dari kaum Mandailing di Indonesia. Komponen Mandailing di Kota Medan, Senin (13/11/2017) mendeklarasikan pernyataan sikap menolak label Batak terhadap etnis Mandailing. Deklarasi itu bertempat di Amaliun Food Court, Medan. Komponen-komponen kaum mandailing Kota Medan itu meliputi tokoh perantau asal Mandailing, Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Provinsi […]

  • 2011, lintas pantai barat Madina diperbaiki

    2011, lintas pantai barat Madina diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) merencanakan akan memperbaiki jalan lintas provinsi menuju pantai barat Kabupaten Madina pada 2011. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir kondisi badan jalan sepanjang 35 kilometer ini rusak parah, sehingga di beberapa titik seperti kubangan kerbau. Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara melalui kepala bagian humasya, MTaufik Lubis, mengatakan Pemprovsu […]

  • 2 Calhaj Tabagsel Meninggal

    2 Calhaj Tabagsel Meninggal

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    . SIDIMPUAN- Dua jamaah calon haji (calhaj) asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meninggal dunia di tanah suci. Musa Nasution (70), calhaj asal Padangsidimpuan (Psp) menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (1/11) usai pulang salat subuh dari Masjid Nabawi, Madinah. Satu calhaj lainnya, Nurbaek Siregar (49), warga Kecamatan Halongonan, Padang Lawas Utara, wafat di Mekkah, Rabu (3/11) siang […]

  • Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 1 dari 2 tulisan)

    Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 1 dari 2 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Rivalitas antara Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis adalah perseteruan hebat dalam sejarah Angkatan Darat Indonesia. Persamaan suku, sebagai sama-sama orang Mandailing yang berasal dari Tapanuli Selatan, tidak membuat mereka jadi sekutu atau saling berkongsi. Bahkan ada yang menyebut, Zulkifli Lubis dan A.H. Nasution sebenarnya masih ada hubungan sepupu. Ketika kemelut antara pemerintah pusat […]

  • Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Caretaker Karang Taruna (KT) Kecamatan Panyabungan Barat melaksanakan Temu Karya ke-III Karang Taruna di SMPN 1 Panyabungan Barat, Minggu (19/12). Temu karya dengan tema “Peran Aktif Karang Taruna Menuju Kesejahteraan Sosial yang Berkesinambungan” ini untuk menentukan kepengurusan defenitif KT Panyabungan Barat. Acara ini dihadiri Camat Panyabungan Barat Aswar, Ketua KT Madina […]

  • DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Terkait Sampah Menumpuk PANYABUNGAN : Terkait sampah yang menunpuk di sepangjang jalan Abri kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal, di minta kepada DPRD Madina harus panggil Kepala kantor Pertamanan, Kebersihan dan Pemadam Kebakaran. Hal ini Sampah di sepanjang Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan […]

expand_less