Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
  • print Cetak

penyetopan aktivitas KP USU 161012PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina) mengungkap fakta-fakta ketidakbersan KP USU dalam kegiatan Investasi di Madina.

Fakta-fakta itu yang menjadi dasar bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina mencabut izin KP USU dalam investasi perkebunan sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis pada bulan Juni lalu.

Fakta-fakta yang ditamukan pada Koperasi Pengembangan USU (KP USU) itu meliputi persoalan program plasma yang tidak jelas, kantor KP USU yang tidak ada, hingga rangkaian ketidaksukaan warga Muara Batang Gadis atas kehadiran KP USU.

“Sesuai keterangan Pak Prof. Dr. Chairuddin Lubis bahwa kantor pusat mereka berada di jalan Universitas No. 46 Medan, namun setelah kita cek ke jalan tersebut ternyata yang berkantor di jalan yang diterangkan tersebut adalah Bank Sumut,” ujar Mara Ondak.

Ketika hal itu dikonfirmasikan ulang, Prof. Chairuddin Lubis menyatakan bahwa kantor KP USU berada di lantai III. “Namun, yang kita temukan gedung tersebut hanya mempunyai 2 lantai saja,” lanjut Mara Ondak.

Pihak Dinas Kehutanan Madina pun merasa dipermainkan, dan KP USU dinilai tidak serius dalam berinvestasi serta terkesan main-main. Kondisi ini membuat pihak Dinas Kehutanan Perkebunan Madina melihat ada masalah serius tentang konsistensi KP USU.

Di sisi lain, KP USU sejauh ini tidak mempunyai program plasma sawit kepada masyarakat di sekitar lokasi perkebunan. Padahal kebun plasma untuk warga merupakan syarat yang ditetapkan peraturan perundangan-undangan yang harus dipenuhi investor. Oleh karenanya sangat wajar Pemkab Mandailing Natal mencabut Izin Usaha Perkebunan mereka.

Posisi KP USU di tingkat masyarakat juga sangat kacau. Sebab rangkaian penolakan masyarakat terhadap KP USU sudah bergulir, yakni penolakan dari masyarakat Desa Manuncang, Desa Tabuyung dan Desa Suka Makmur yang ditandatangani oleh tokoh masyarakat masing-masing desa dan diketahui tiap-tiap kepala kesa-nya serta diketahui oleh Camat Muara Batang Gadis.

Yang parahnya adalah soal bibit. Dimana pihak KP USU mengakui sudah melakukan pembibitan di sekitar eks areal perkebunan. Tapi, ternyata bibit yang ditunjuk KP USU itu disebut-sebut milik perusahaan lain.

“Sesuai dengan pengakuan Andi dari PT Asian Agri bahwa bibit yang ada di lokasi Ex KP USU tersebut adalah milik PT Asian Agri,” ungkap Mara Ondak.

Pasca pencabutan izin perkebunan KP USU tersebut, sudah ada tujuh investor yang mengajukan minat untuk mengelola eks lahan KP USU tersebut, temasuk diantaranya PTP SU, PTPN IV, PT BAM, PT ALN dan PT ASN. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kol Edy Tri Waluyo Danrindam I/BB

    Kol Edy Tri Waluyo Danrindam I/BB

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematang Siantar, Rindam I/Bukit Barisan memiliki peranan dan tugas menentukan dalam membentuk watak dan kepribadian prajurit TNI-AD, yang memiliki profesionalisme tinggi berbasis pada jatidiri sebagai tentara rakyat,tentara pejuang,tentara nasional dan tentara profesional, yang memiliki keunggulan moral dan moril pantang menyerah senantiasa bersatu dengan rakyat. Untuk itu kepada Danrindam I/BB yang baru, tetap bekerja keras dalam […]

  • Sudah 4 Balon Bupati Mendaftar ke PKB Madina

    Sudah 4 Balon Bupati Mendaftar ke PKB Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga Rabu (6/5) sudah empat bakal calon bupati Madina mengembalikan formulir alias mendaftar ke DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal (madina).   Keempat bakal calon itu adalah Dahlan Hasan Nasution, Ivan Iskandar Batubara, Saparuddin Haji Lubis dan Muhammad Jafar Suhairi Nasution. Saparuddin Haji Lubis dan Muhammad Jafar Suhairi Nasution […]

  • Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi

    Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Petugas Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu memburu pria berinisial RS yang merupakan anak Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, terkait penggerebekan rumah pribadi Ellya yang diduga dijadikan markas perjudian jenis toto gelap (togel). Pengganti Sementara Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Komisaris Besar (Kombes) Pol Herry Subiansauri mengimbau agar RS segera […]

  • Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Pembina Forum Pendidik Madina Sada dua tolu ning na gurui Opat lima onom mangiut sipitui Roma si salapan dohot sambilan i Gonop ma bilangan so ro si sapului Ulang di tijuran batu tulis i Um denggan ma di basu dohot aek tawar i Ini bagian syair dari lagu yang […]

  • Lapangan Kerja Madina Masih Didominasi Sektor Pertanian

    Lapangan Kerja Madina Masih Didominasi Sektor Pertanian

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sektor Pertanian masih menjadi sektor dominan dalam penyerapan tenaga kerja di Mandailing Natal (Madina), Sumut, dengan penyerapan sebesar 42,50 persen. Sektor jasa di urutan kedua, sebesar 41,20 persen disusul manufaktur sebesar 16,31 persen. Pola lapangan pekerjaan dalam menyerap tenaga kerja ini masih sama dengan Agustus 2023. Walau di urutan kedua, […]

  • Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution ASN Dinas Pariwisata Mandailing Natal/Aktifis Gerep Institute (Pusat Kajian Madina)   Ada amnesia kolektif yang teramat kaku dalam ingatan bangsa kita. Saban tahun kita merayakan kemerdekaan, saban tahun juga memperingati hari pendidikan dan setiap tahun juga mengikuti upacara hari kebangkitan nasional. Lalu, dengan gampang dan mudah kita mendiktekan kepada anak-cucu bahwa […]

expand_less