Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kepala BNP2TKI nilai Polisi Malaysia biadab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
  • print Cetak

Jakarta, (MO) – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengutuk dan menyatakan tiga polisi Malaysia yang memperkosa seorang TKI asal Batang, Jawa Tengah, di kepolisian Bukit Mertajam, Pulau Penang, Malaysia pada Jumat (9/11) pagi.

Jumhur di Jakarta, Senin, menegaskan pemerintah Malaysia perlu mendidik ulang aparat kepolisiaannya karena semakin banyak yang bertindak liar sekaligus tidak beradab dalam menghadapi para TKI di negara tersebut.

“Dengan kejadian biadab yang selalu berulang baik kepada TKI tak berdokumen ataupun TKI resmi, upaya reedukasi kepada aparat kepolisisan Malaysia menjadi sangat penting dilakukan,” katanya..

Perilaku biadab polisi Malaysia sering terjadi kepada orang asing termasuk TKI di Malaysia, baik pemerasan, penembakan, dan kini berupa pemerkosaan secara brutal, kata Jumhur.

Terkait kasus pemerkosaan ini, Jumhur mengaku telah berkoordinasi dengan Duta Besar RI di Kuala Lumpur Herman Prayitno untuk meminta proses hukum yang seberat-beratnya bagi para pelaku tiga polisi Malaysia itu, masing-masing Nik Sin Mat Lazin (33) yang berdinas dalam kepolisian Malaysia selama 13 tahun, Syahiran Ramli (21) dengan masa pengabdian di polisi Malaysia dua tahun satu bulan, dan Remy Anak Dana (25) yang melalui masa tugasnya di kepolisian Malaysia untuk satu tahun dua bulan.

“Dubes RI sudah meminta pihak Malaysia melakukan langkah-langkah hukum yang benar, adil, serta menghormati perasaan bangsa Indonesia yang sangat getir atas peristiwa pemerkosaan ini sehingga dapat menghukum berat para pelakunya,” kata Jumhur.

Sesuai data pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) BNP2TKI, TKI yang mengalami pemerkosaan itu, sebut saja namanya Miranti, merupakan TKI yang bekerja di Singapura sejak 3 November 2010.

“Namun, setelah delapan bulan bekerja Miranti pergi ke Batam untuk selanjutnya bekerja di Penang Malaysia di perusahaan Amwork Vision. Informasi ini diperoleh saat dilakukan program pemutihan tenaga kerja asing di Penang oleh KBRI/KJRI,” katanya.

Jumhur menambahkan, BNP2TKI telah mengutus jajaran Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (BP3TKI) Semarang, untuk menemui kakak keluarga Miranti di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Saya bahkan sudah bicara via telepon dengan keluarganya, bahwa saat ini Miranti sudah dalam perlindungan KJRI di Penang, sementara ketiga polisi pemerkosa pun kini ditahan untuk diadili. Saya menawarkan pula bila pihak keluarga mau melihat Miranti di Penang, pemerintah melalui BNP2TKI siap memfasilitasinya,” kata Jumhur.

Miranti menunggu keadilan hukum melalui upaya peradilan di negara Malaysia yakni sebagai saksi dan korban dalam kasus yang menimpa kehormatannya dengan menyakitkan itu.(ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Tergenang, Ratusan Warga di Pekanbaru Mengungsi

    Rumah Tergenang, Ratusan Warga di Pekanbaru Mengungsi

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEKANBARU, (MO)- Sekitar 300 warga Perumahan Witayu di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, terpaksa mengungsi akibat banjir setinggi satu meter merendam permukiman mereka. Banjir akibat meluapnya sungai Siak itu membuat sebagian warga mengungsi ke tenda-tenda yang disediakan Dinas Sosial Pekanbaru. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara mereka yang […]

  • DPRD Madina Minta Menunda Bayar Ekskalasi Harga Pekerjaan Mesjid Agung

    DPRD Madina Minta Menunda Bayar Ekskalasi Harga Pekerjaan Mesjid Agung

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) meminta Pemkab Madina menunda pembayaran ekskalasi harga kepada rekanan pekerjaan lanjutan pembangunan mesjid agung Nur Ala Nur sebelum ada upaya hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Karena dana yang diperintahkan pangadilan yang harus dibayar oleh Pemkab Madina tak tanggung-tanggung, yakni […]

  • PNS Libur Lebaran 9 Hari

    PNS Libur Lebaran 9 Hari

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- PNS di lingkungan Pemkab Madina mendapat jatah libur lebaran selama sembilan hari. Terhitung mulai Sabtu (27/8) hingga Minggu (4/9) mendatang. Artinya, para PNS kembali bekerja pada Senin (5/9). “PNS mulai libur tanggal 27 Agustus ini. Dan, kembali bekerja Senin 5 September,” kata Kabag Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH, Senin (22/8). Menanggapi masa […]

  • Pansus DPRD Madina Akan Panggil SMGP dan Pihak Lainnya

    Pansus DPRD Madina Akan Panggil SMGP dan Pihak Lainnya

    • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pansus DPRD Kabupaten Mandailing Natal akan memanggil para pihak terkait tragedi keracunan warga Sibanggor Julu di lokasi PT SMGP. Pemanggilan itu untuk menambah data dan fakta yang telah dikumpul Pansus. Yang dipanggil termasuk manajemen PT SMGP, pihak pemerintah daerah serta kepala desa Sibanggor Julu dan warga. Demikian dinyatakan Ketua Pansus DPRD […]

  • Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah diminta melakukan pengkajian ulang keberadaan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, banyak desa-desa yang bersentuhan dengan wilayah TNBG menolak kehadiran taman nasional ini. Proses awal pembentukan TNBG juga ditengarai penuh muatan kepentingan kelompok. “Terbukti beberapa desa di Kecamatan Batang Natal malah menolak kehadiran TNBG, karena […]

  • Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat  ini ada beberapa daerah penghasil bubuk kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yakni Desa Simpang Banyak Kecamatan  Ulu Pungkut dengan merek dagang “Langgam Tama” Selain itu juga di desa Ulu Pungkut Kecamatan Kotanopan dengan merek “Torsijanggut” dan merek “Kopi Sakti”. Dan dari Panyabungan ada merek “Lopo Mandailing”. Selain itu […]

expand_less