Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
  • print Cetak

Unjukrasa 170113
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 3.000 massa yang dipimpin Aliansi Ulama-Masyarakat-Pemuda-Mahasiswa melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (17/1) meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara diturunkan dari jabatannya.

Massa tiba di gedung dewan sekira pukul 11.00 WIB dengan mengendarai angkutan kota, sepeda motor dan mobil pribadi. Dihalaman gedung mereka memampangkan spanduk dan poster yang umumnya bertulis hujatan kepada Hidayat dan berorasi serta membacakan pernyataan sikap.

Pernyataan sikap itu ditandatangani H. Ba’ist Nasution, Lc,MA; H.Yahyauddin, S.Ag; H.kamaruddin Pulungan; Mangaraja Kumala Oloan Nasution; Samsul Bahri Matondang; Irwansyah Nasution; Miswaruddin Daulay, Ustaz Kembar dan Ahmad Irwandi Nasution.

Dalam pernyataan sikap itu, Aliansi menyatakan bahwa Hidayat Batubara selaku bupati diduga melanggar Pasal 29 UU Nomor 32 Tahun 2004 dengan alasan : Pertama, hingga 1,7 tahun pemerintahan Bupati Hidayat belum menunjukkan pelaksanaan visi misi pendidikan gratis, kesehatan gratis dan lapangan kerja baru secara signifikan.

Kedua, Hidayat Batubara dinilai tidak memiliki sensitifitas dan kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan sosial, konflik pertambangan, konflik perkebunan dan kenakalan remaja.

Ketiga, Aliansi menilai Hidayat Batubara tidak menunjukkan sikap mengayomi dan membina apartur, pengangkatan pejabat eselon tidak mempertimbangkan kemampuan dan eselonisasi.

Keempat, Hidayat dinilai tidak mencerminkan sikap sebagai figur yang jujur dan bertanggungjawab, hal ini ditandai banyaknya janji-janji di Pilkada yang ternyata tidak ditepati.

Kelima, Aliansi menilai bahwa sejak kepemimpinannya Hidayat tidak mampu membangun komunikasi politik yang baik dengan partai pendukung dan anggota DPRD Madina, sehingga sampai kini gejolak politik dan perpecahan di tubuh DPRD Madina sudah menjadi polemik mengakibatkan menurunnya kinerja legislatif.

Keenam, Hidayat juga dinilai tidak mampu membangun persatuan dan kesatuan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan generasi muda dalam bergandengan tangan membangun Madina di segala aspek.

Selain itu, bupati juga dituduh melanggar UU Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 32 karena : pertama, bupati Madina diduga melakukan tindak pidana korupsi. Berdasar hasil investigasi yang dilakukan Aliansi, bupati diduga meminta uang secara langsung maupun tidak langsung kepada calon pejabat dalam proses pengangkatan pejabat eselon.

Kedua, pelaksanaan proyek APBD 2012 diduga syarat pelanggaran hukum yakni, pelanggaran Pepres Nomor 54 tahun 2010 terkait pembatalan tender atas perintah bupati tanpa alasan yang dibenarkan. Kemudian dugaan pengutipan uang dari kontraktor untuk dimenangkan dalam tender. Mewajibkan kontraktor membayar fee 7 persen kepada bupati melalui pejabat di Dinas Keuangan. Melunasi proyek yang belum selesai dikerjakan yang semestinya dilakukan final kontrak berdasar Pepres Nomor 54 tahun 2010.

Ketiga, pemberian Izin Operasi Produksi kepada PT. Madina Madani Mining padahal perusahaan itu sudah dicabut IUP-nya oleh bupati sebelumnya.

Keempat, Hidayat diduga melakukan pemerasan terhadap anak buahnya (kepala dinas) lalu diberhentikan dari jabatan.

Untuk itu, Aliansi meminta DPRD Madina agar segera menggunakan hak interplasi dan hak angket atas dugaan pelanggaran perundang-undangan oleh Bupati Madina Hidayat Batubara.

Usai berorasi, sejumlah perwakilan dipersilahkan masuk ke ruang paripurna untuk berdialog dengan DPRD Madina dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami Daulay. Dialog itu menghasilkan kesimpulan bahwa DPRD Madina akan melakukan hak angket dan hak interplasi sebagaimana yang diminta pengunjukrasa. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LONDON–Sebanyak 4.500 mualaf dari seluruh Eropa menuaikan haji tahun ini. Jumlah ini yang terbesar ketimbang tahun sebelumnya. Organisasi Masyarakat Islam Eropa Kamal Argon menilai antusiasme berhaji dikalangan mualaf muncul selepas tragedi 9//11. “Kampanye yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia, utamanya dunia Barat membantu banyak warga Eropa menemukan kebenaran tentang Islam,” kata dia seperti dilansir […]

  • Ranking ujian CPNS harus diumumkan

    Ranking ujian CPNS harus diumumkan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Seluruh panitia seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprovsu dan Pemkab/Pemko di Sumut harus mengumumkan ranking hasil ujian yang dinilai perguruan tinggi negeri (PTN) kepada masyarakat. “Jadi tidak hanya nama-nama yang lulus saja yang diumumkan. Nilai seluruh peserta yang mengikuti seleksi CPNS juga harus diumumkan panitia seleksi,” kata Ketua Komisi A bidang […]

  • Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komoditas kopi dinilai bisa menggerakkan perekonomian Mandailing Natal, mengingat tanah di daerah ini sangat baik untuk tanaman kopi. Lebih dari itu, secara nasional komoditas juga termasuk satu dari beberapa komoditas yang mampu menekan defisit neraca perdagangan RI. Itu dinyatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution saat meresmikan pembangunan […]

  • Ini Masukan Pemkab Madina pada Rakorwil APKASI

    Ini Masukan Pemkab Madina pada Rakorwil APKASI

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyampaikan beberapa masukan pada acara rakorwil Apkasi yang dilaksanakan di Serdang Begadai, Kamis (19/5). “Sebagai pemerintahan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, Pemkab Madina juga punya beberapa saran dan masukan yang nantinya diharapkan bisa didengar oleh pemerintah pusat,” tulis Atika pada […]

  • UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari […]

  • Pembongkaran Lapak Jajanan Sore, Kebijakan Mematikan Ekonomi Daerah

    Pembongkaran Lapak Jajanan Sore, Kebijakan Mematikan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembongkaran lapak-lapak pedagang kuliner jajanan sore di pinggiran Jl. Willem Iskander, kawasan Aek 8, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menimbulkan keprihatinan karena mematikan usaha masyarakat. Memutus harapan para pelaku usaha kecil untuk berkembang. Mematikan peluang pengembangan ekonomi daerah. Memenggal lapangan kerja di tengah tingginya angka rakyat pengaggur. Sekitar 2O unit usaha mati, […]

expand_less